Istri Pilihan Sang Duda

Istri Pilihan Sang Duda
Jogjaaa,,aku datang!!


__ADS_3

Matahari yang bersinar cerah mulai bergulir ke barat. Menemani setiap insan dengan segala kesibukannya. Sayup-sayup suara kumandang adzan ashar mulai menggema diantara bangunan-bangunan yang berdiri kokoh. Menelusup diantara celah-celah sudut bumi atas kuasa Tuhan.


"Mbak nurul jadi mudik kah?" Tanya seorang pemuda, yang tak lain adalah Azka, salah satu rekan kerja Nurul di minimarket.


"Iya Ka, maaf ya ngrepotin kalian terus kalau aku libur." Jawab Nurul dengan wajah sendu.


Karena memang di tempat kerjanya hanya ada 4 karyawan. Apabila ada yang libur, akan ada yang dapat jatah lembur. Terkecuali Nurul, dia tidak pernah lembur. Dan semua teman-temannya bisa memahami dan memakluminya.


"Aku libur 2 hari besok, karena Al ulang tahun. Pengen maen sama Uti katanya."


"Wah, udah tambah gedhe aja ya mbak si Al. Jadi udah berapa tahun mbak sekarang?" Tanya Azka antusias.


"8 tahun Ka." Jawab Nurul singkat sembari menunjukkan kedua tangannya dengan 8 jari yang terangkat. Nurul pun lantas pergi meninggalkan Azka dan Dila dimeja kasir untuk menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim.


Nurul selalu tak enak hati dengan teman-temannya ketika dia libur. Karena mereka sangat paham dengan keadaan yang nurul hadapi.


Sebagai seorang single parent, Nurul harus mengurus dan menafkahi putra semata wayangnya sendiri. Meskipun mantan suaminya masih mengirimkan nafkahnya untuk sang putra, tapi Nurul tidak mau bergantung pada nafkah tersebut.


Nurul memang telah menyandang status janda sejak 4 tahun lalu. Memang tak mudah baginya menjadi seorang janda, tapi itu yang harus dihadapinya.


Diusianya yang ke 27 tahun,dia harus menerima kenyataan bahwa biduk rumah tangganya yang sudah 5 tahun ia jalani harus berakhir. Semenjak saat itu pula, dia memilih merantau keluar kota bersama sang putra yang saat itu masih sangat kecil. Dia tidak ingin menjadi beban sang ibu dan keluarga kecil kakaknya, walaupun mereka tidak pernah merasa terbebani.


...****************...


"Riki mana Dil? Udah pulang?" Tanya nurul ketika berada disamping Dila yang sedang merapikan beberapa snack.


"Iya Mbak, kayaknya buru-buru tadi." Jawab Dila dengan tangan yang masih sibuk memegang snack.


"Oh. Yaudah aku pulang dulu ya. Maaf ngrepotin kalian besok." Ucap Nurul ambil memegang pundak Dila.


"Santai Mbak." Jawab Dila sembari mengedipkan sebelah matanya.


"Daaa Dila,," Nurul pun berlalu meninggalkan Dila dan saling melambaikan tangan.


"Daa Azka,," Sapa Nurul pada sang kasir yang sedang menghitung belanjaan pembeli.


"Iya Mbak, hati-hati!"


Nurul yang sudah keluar minimarket hanya menjawab dengan mengangkat tangannya dengan ibu jari dan jari telunjuk membentuk lingkaran. Ia lantas menyusuri jalan dengan perlahan. Menikmati hangatnya sinar matahari di sore itu.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama bagi Nurul untuk sampai rumah kontrakannya. Karena memang jarak antara rumah dan tempatnya bekerja tidaklah jauh. Di rumah, sang putra sudah siap untuk perjalanan mereka pulang ke kampung halaman.


"Wah, udah siap kamu Al? Bunda mandi dulu ya Sayang. Setelah itu kita OTW tempat Uti. Al udah makan belum Nak?" tanya nurul setelah keluar dari kamarnya untuk meletakkan tasnya dan mengambil baju ganti.


"Udah Bunda." Jawab Al sambil menonton tv.


Maulana Al Fatih. Seorang anak laki-laki yang akan berusia 8 tahun. Putra semata wayang Nurul dari pernikahannya dulu. Nurul mendapatkan hak asuh atas putranya karena waktu itu dia masih balita, jadi hak asuh diberikan kepada ibunya.


Tapi Nurul juga tak pernah melarang keluarga mantan suaminya untuk bertemu dengannya. Bahkan kadang, Nurul mengajak Al untuk pergi mengunjungi sang ayah dan kakek neneknya di rumah mereka.


30 menit kemudian, Nurul dan Al sudah siap untuk berangkat. Tak lupa Nurul mengunci pintu rumah dan memastikan semua sudah aman ketika dia pergi selama 2 hari. Kedua ibu dan anak itu sudah siap di atas motornya.


"Jogjaaa, aku datang!" Teriak Al dengan sangat antusias,membuat Nurul terkejut. Nurul hanya tersenyum melihat tingkah putranya.


...****************...


Setelah hampir 4 jam berkendara, Nurul dan Al sampai dirumah Bu Lastri, ibunda Nurul. Mereka disambut dengan gembira oleh Bu Lastri.


Bu Lastri sebenarnya tinggal di rumah itu bersama kakak perempuan Nurul, Nita beserta suami dan anaknya. Nita sengaja tinggal dirumah itu menemani sang ibu setelah ayahnya meninggal. Tapi saat itu Nita tengah berkunjung ke rumah mertuanya, sehingga hanya ada Bu Lastri di rumah. Setelah melepas rindu, keluarga itu memutuskan untuk tidur,karena memang sudah larut malam.


Pagi pun tiba. Nyanyian alam mulai menelusup ke indra pendengaran setiap makhluk yang bernyawa. Membawa semangat baru bagi semua. Tak terkecuali Al Fatih. Dia sudah sangat bersemangat untuk bertamasya dengan ibu dan neneknya. Saat bangun tidur, Al sudah mendapat hadiah kecil dari neneknya. Dia sangat bahagia. Sedang Nurul, memang sengaja mengajak Al untuk tamasya sebagai hadiah ulang tahunnya tahun ini.


Hampir 2 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Pantai. Tak butuh waktu lama untuk Al agar tubuhnya basah kuyup karena air laut. Tak lupa dia menarik ibu dan neneknya agar ikut basah dengan air laut bersamanya.


Memang waktu akan terasa cepat berlalu jika kita merasa bahagia. Matahari pun sudah mulai bergulir ke barat.


"Pulang yuk Al, biar nanti gak kemaleman sampai rumah." Ucap Nurul setelah melirik jam yang tertera pada handphonenya.


"Iya Al, besok kapan-kapan main lagi ke pantai, Udah jam 2 ini." Sambung Bu Lastri.


"Oke." Jawab Al yang langsung berdiri dari duduknya sembari menenteng sandalnya yang penuh pasir. Nurul pun lalu merapikan barang-barangnya. Dan pergi beranjak untuk membersihkan diri di toilet umum yang tersedia untuk bersiap pulang.


Ketika diperjalanan terdengar kumandang adzan ashar. Nurul mulai melambatkan laju motornya untuk mencari masjid. Bu Lastri yang sadar akan hal itu langsung meraih bahu Nurul.


"Nduk, sholat di Masjid Agung Bantul saja ya! Ibu' pengen mampir kesana lagi." Ucap Bu Lastri.


Nurul pun mengangguk dan kembali mempercepat laju motornya agar segera sampai masjid agung.


20 menit kemudian mereka sampai di Masjid Agung Bantul. Setelah memarkirkan motornya,mereka memasuki pelataran masjid.

__ADS_1


"Al, anak laki-laki wudhunya disebelah sana ya. Nanti kalau ada yang jamaah, ikut jamaah ya sholatnya! Nanti kalau selesai sholat, Bunda tunggu di serambi ya." Jelas Nurul seraya menunjukkan tempat wudhu pria.


"Siap komandan!" Jawab Al disertai tawa kecil.


Nurul dan Bu Lastri pun ikut tersenyum. Al pun berjalan menuju tempat berwudhu. Ketika hendak keluar dari tempat wudhu, Al bertemu dengan 2 orang pria yang masuk tempat berwudhu.


"Maaf Om, apa Om mau sholat juga?" Tanya Al hati-hati.


"Iya." Jawab salah satu pria.


Al pun tersenyum.


"Boleh saya ikut sholat berjamaah?"


2 pria itu saling pandang setelah mendengar pertanyaan Al.


"Tentu boleh *L*e. Siapa nama kamu Le?" Jawab pria tadi.


"Terima kasih Om, nama saya Fatih." Jawab Al dengan diangguki oleh kedua pria itu. Setelah selesai berwudhu, mereka lalu melaksanakan sholat ashar berjamaah.


Setelah selesai sholat dan berdo'a, Al langsung keluar mencari ibu dan neneknya. Nurul dan Bu Lastri yang lebih dulu selesai sholat, sambil menunggu Al, mereka duduk dan mengobrol di serambi masjid. Menikmati suasana sejuk nan damai di Masjid Agung Bantul.


"Bunda!"


Suara Al menengahi obrolan Nurul dan Bu Lastri. Nurul lantas menoleh ke sumber suara sambil tersenyum.


"Udah Le sholatnya? Jamaah enggak tadi?" Tanya Nurul seraya mengambil botol minum di dekatnya.


"Udah Bunda. Jamaah tadi. Om yang jadi imam suaranya lembut banget bunda. Pas baca do'a aja bagus, gimana kalau pas baca Al-Qur'an ya? Pasti merdu banget bacaannya. Masya Allah. Al pengen ah kayak om tadi."


"In shaa Allah Al. Aamiin. Belajar ngaji yang bener biar makin bagus bacaannya." Ucap Nurul sambil tersenyum dan mengusap kepala putranya.


"Astaghfirullah." Ucap nurul tiba-tiba.


Nurul segera meraih tasnya, mengambil lalu memakai maskernya yang tadi ia tanggalkan ketika sholat. Bu Lastri hanya menggelengkan kepalanya.


"OTW lagi yuk! Biar gak kemaleman sampai rumah." Ajak Bu Lastri yang kemudian diangguki oleh Nurul.


Mereka pun beranjak dari serambi masjid lalu menuju parkiran motor. Bersiap untuk pulang.

__ADS_1


Satu lagi hari telah berlalu. Meninggalkan kenangan dalam hati dan fikiran masing-masing. Ada yang bahagia karena telah bertamasya, atau karena telah membahagiakan orang lain. Mungkin ada pula yang merasa kecewa karena dia terlambat melakukan sesuatu atau kecewa karena kobodohan sesaatnya. Apapun itu, semua telah menjadi takdir dari Yang Maha Kuasa. Kita sebagai manusia hanya perlu mensyukurinya.


__ADS_2