Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 10


__ADS_3

Setelah permasalahan di rumah utama selesai.


Alex mengarahkan mobil sport hitam nya pada sebuah bengkel mobil cukup besar,


Anna tidak banyak bertanya, hanya terus mengekor di belakang Alex,


Beberapa pegawai membungkukkan tubuhnya saat Alex tiba di depan bengkel besar tersebut !.


Alex melewati para pegawai yang sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.


Beberapa pria bertubuh kekar menghampiri Alex saat masuk lebih dalam lagi.


Spria menekan sebuah kode di dalam ruangan tersebut.


Dan terbuka lah sebuah pintu rahasia.


Betapa terkejutnya Anna saat melihat banyak sekali senjata dengan bermacam bentuk dan ukuran.di dalam ruangan rahasia tersebut, Anna melihat Alex bercakap cakap dengan para pria bertubuh kekar itu.


Anna tidak tau apa yang mereka bicarakan, Karena selain jarak mereka cukup jauh, Posisi Alex membelakangi Anna.


"Apa ini milik mu semua tuan?" Tanya Anna saat Alex sudah berdiri di dekat nya.


"Tentu saja, Apa kau ingin memiliki salah satunya?" jawab Alex sambil memilih senjata.


"Untuk apa? Bahkan aku tidak pernah menyentuh benda seperti itu." ucap Anna


"Kau ini seorang asisten jadi harus bisa menjadi pelindung " ujar Alex datar


"Aku cuma asisten untuk pekerjaan keartisan mu tuan, bukan pekerjaan menakutkan seperti ini," jawab Anna kesal.


" Pegang Ini," Kata Alex yang memberikan sebuah senjata berukuran kecil.


"Un.. untuk apa?" Ucap Anna gugup karena dalam hidup Anna ini untuk pertama kalinya ng sebuah senjata api.


"Untuk melindungi diri,"


"Bahkan Aku tidak tau cara menggunakan nya tuan,"

__ADS_1


"Kamu hanya perlu mengarah kan nya pada sasaran seperti ini, (Sambil mengarah kan senjata di dahi Anna)


Lalu tekan pelatuk nya Dan..."


Alex tidak melanjutkan ucapan ya dan tertawa terbahak-bahak karena melihat reaksi Anna yang ketakutan.


"Kau jangan sembarang dengan benda itu tuan, kau bisa saja tak sengaja menekan nya lalu membunuh ku," kata Anna ketus.


Setelah Alex memilih salah satu senjata,Alex pun keluar dari tempat penyimpanan senjata yang di bungkus Rapih oleh sebuah bengkel mobil cukup besar.


"Tuan Jadwal syuting untuk di kota xx tinggal beberapa hari," Ucap ana saat dalam perjalanan pulang.


Hening.. Tanpa jawaban.


Karena merasa dirinya tidak dipedulikan,Anna mengalihkan pandangannya ke arah jendela mobil sambil memasang headset di telinga nya untuk mendengar kan lagu kesukaan nya.


Terdengar ponsel Anna berdering.


Tanpa melihat siapa yang memanggil, Anna menerima panggilan tersebut dari tombol headset nya.


Alex yang sedang fokus dengan setir nya pun Seketika menghetikan laju mobilnya, Saat melihat Anna menagis sesenggukan.


"Ada apa?" Tanya Alex datar.


"Orang tuaku mengalami kecelakaan, Dan meninggal di tempat kejadian," Jawab Anna di sela tangis nya.


" Di mana tempatnya,?"


"Tempat apa,?"


"Tempat orang tua mu berada saat ini,!"


Anna pun mengatakan alamat tersebut.


Alex yang langsung melaju kan mobil nya menuju alamat yang di berikan Anna.


"kita mau kemana tuan?"

__ADS_1


"Tentu saja ketempat orang tua mu,Kau ini bodoh atau apa."


"Biar saya pulang sendiri tuan,"


"Jarak menuju ke sana lumayan jauh,akan sangat lama kalau kamu naik kendaraan umum."


Anna tidak lagi banyak bertanya,Anna benar benar merasa sedih, belum sempat Anna mewujudkan cita-cita nya untuk menjadi seorang dokter orang tua nya sudah meninggal kan nya.


"Dulu sebelum Anna pergi merantau Anna berjanji pada kedua orang tua nya akan menggapai cita- cita nya menjadi seorang dokter.


Tapi karena menjadi korban Pemutusan hubungi kerja Anna harus mengambil cuti dari kuliah kedokteran nya.


Tadi nya Anna berfikir setelah mendapat kan pekerjaan baru yang saat ini di jalani nya Anna akan melanjutkan kuliahnya.


Anna akan berkuliah saat weekend saja saat libur bekerja.


Kini harapan akan membuat kedua orang tuanya bangga pun pupus.


Alek melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, Suasana kota di malam hari cenderung lebih sepi sehingga Alex lebih leluasa menguasai jalan nya.


lewat tengah malam mereka pun sampai di sebuah rumah sakit


Dengan tergesa-gesa Anna pun mencari Ruangan dimana jasad kedua orang tuanya berada,


Setelah sampai di satu ruangan yang di katakan seorang petugas, Anna melihat dua sosok yang sudah di tutup seluruh tubuhnya.


Dengan tangan gemetar Anna membuka kain penutup nya.Anna tak lagi mampu menahan tangisnya.


Tangisan Anna pun pecah, Anna memeluk kedua jasad kedua orang tua nya secara bergantian.


"Ibu.. Ayah...kenapa kalian pergi,?? Bukan kah ibu dan ayah ingin melihat ku menjadi seorang dokter, Tunggu lah sebentar lagi saja...


Aku akan berusaha lebih keras lagi untuk bisa menjadi seorang dokter, Bukan kah kalian bilang aku akan jadi dokter paling cantik nanti nya.. Tuhan.. berikan mereka waktu sedikit lagi agar mereka bangga padaku..."


Anna terus berbicara Dan berteriak dalam tangis nya, Seolah sedang mengajukan penawaran kepada Tuhan untuk mengembalikan keduanya.


Alex hanya menatap Anna dari kejauhan, Membiarkan Anna meluapkan segala kesedihan nya.

__ADS_1


__ADS_2