
Malam ini Anna menolak ajakan Emi untuk pulang bersama, Anna pun tidak menelpon sopir untuk menjemputnya. Ia memilih taksi untuk pulang.
Ya, Anna sedang menjalankan misinya.
Ia pergi ke pusat perbelanjaan sebelum pulang ke rumah.
"Apakah tuan sudah pulang?" Tanya Anna pada maid, Saat ia baru sampai di rumah.
"Belum, Nona." Jawab maid
"Baiklah." Jawab Anna lalu segera pergi ke kamarnya.
"Aku harus segera mandi sebelum Pieter pulang." Ucap Anna saat sudah di kamar
Anna bergegas mandi. Ia memakai sabun aromaterapi bunga mawar kesukaannya.
Setelah selesai mandi, Anna mengambil pakaian yang tadi ia beli.
Tapi Anna sempat kebingungan akan memakai pakaian yang mana? karena Tadi Anna membeli tiga pakaian dinas sekaligus.
Anna melihat satu persatu pakaian yang ia beli.
Anna pun memilih sebuah dress pendek dengan belahan dada rendah dan segera mencobanya.
Benar saja, Paha dan dada mulusnya terpampang nyata.
Ia memutar tubuhnya di hadapan cermin, Dan ia pun yakin kalau Pieter pasti akan tergoda dengan kemolekan tubuhnya.
Anna langsung menyisir rambutnya dan menggunakan parfum setelah terdengar suara mobil Pieter datang.
Anna langsung membaringkan tubuhnya di ranjang, tanpa selimut dan berpura-pura tidur setelah mematikan lampu kamar.
Setelah sepuluh menit Anna berpura-pura tidur, Pieter tak kunjung datang ke kamar.
Hingga akhirnya suara langkah kaki Pieter terdengar di balik pintu.
Anna sengaja tidur terlentang agar Pieter bisa langsung melihat keseksian tubuhnya.
Akhirnya Pieter membuka pintu lalu menyalakan lampu.
Pieter cukup terkejut saat mendapati Anna tidur terlentang dengan pakaian seksi.
__ADS_1
Pieter memilih duduk di sofa, Ia menatap Anna sesaat.
Paha Anna terlihat jelas di hadapannya, Bahkan pakaian dalam Anna sedikit terlihat mengintip oleh Pieter.
Anna sedikit membuka matanya untuk melihat kenapa Pieter tak kunjung mendekatinya.
"Pria bodoh! kenapa hanya di lihat seperti itu." Hati Anna bergerutu saat melihat Pieter hanya duduk disofa
Setelah sepuluh menit memandangi Anna, Pieter pun bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.
Sementara Anna tetap berpura-pura tidur hingga akhirnya ia benar-benar terlelap, Karena Pieter cukup lama berada di kamar mandi.
Di kamar mandi, Pieter mengguyur tubuhnya dengan air shower.
Pieter sedang mencoba mengendalikan birahinya yang sedang memuncak karena melihat kemolekan tubuh Anna.
"Kenapa Anna melakukan ini? Apa dia pikir aku bukan pria normal yang tidak akan tergoda? Kemolekan tubuhnya sangatlah menyiksaku. Tapi Aku tidak bisa memaksa Anna untuk melakukan kewajibannya denganku. Aku ingin melakukan itu saat dia sudah benar-benar bersedia tanpa paksaan" Batin Pieter saat dalam guyuran air.
Setelah lima belas menit berada di guyuran air, Pieter pun menyudahi mandinya.
Ia keluar dari kamar mandi sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Pieter duduk di samping Anna, Ia menutup tubuh Anna dengan selimut sebelum ia ikut berbaring dan tidur bersebelahan dengan Anna.
"Ternyata aku gagal." ucap Anna dalam hatinya.
Anna menatap Pieter yang masih terlelap.
"Apa Aku tidak seksi di mata Pieter? sehingga ia tidak menyentuhku." Batin Anna bertanya-tanya.
"Tapi aku tidak boleh menyerah. Besok malam Aku akan mencoba pakaian yang lebih seksi dari yang aku pakai sekarang." Ucap hati Anna lagi.
Anna menyingkap selimutnya, dan segera bersiap untuk kembali beraktivitas.
Sembari menggendong Alicia, Anna membangunkan Pieter.
"Apa hari ini kau tidak pergi bekerja?" Ucap Anna sembari menepuk pundak Pieter
Pieter membuka matanya perlahan.
"Aku Akan bangun sebentar lagi." Jawab Pieter yang masih terpejam.
__ADS_1
Anna pun memilih bermain-main dengan Alicia sembari menunggu Pieter siap.
Tidak berapa lama, Pieter menghampiri Anna di kamar Alicia.
"Kita berangkat sekarang! Aku ada meeting pagi ini." Ajak Pieter
"Apa kau tidak sarapan?" Jawab Anna
"Aku akan terlambat." Pieter
Anna memberikan Alicia pada pengasuh, Lalu berangkat.
Di dalam mobil Anna dan Pieter hanya saling diam.
Anna merasa sedikit kesal dengan apa yang terjadi semalam.
Ia sudah bersusah payah berpakaian seksi tapi Pieter tidak tergoda.
Pieter pun diam karena tidak tau harus membahas apa? Ia malu kalau harus memuji keseksian Anna
"Kau pulang jam berapa?" Anna
"Semalem kau tidur cepat!" Pieter
Mereka pun membuka suara bersamaan
"Kau dulu saja." Pieter membiarkan Anna yang bicara lebih dulu
"Tidak. Kau bicara saja dulu." Anna malah menyuruh Pieter berbicara lebih dulu
"Baiklah.!" Jawab Pieter
"Sepertinya kau sangat lelah, Sampai-sampai sudah tertidur pulas saat aku pulang." Sambung Pieter
"I-iya. Maaf aku sampai tidak tau saat kau pulang." Jawab Anna gugup karena takut ketahuan kalau ia sebenarnya sedang menggoda Pieter semalam.
Di rumah sakit, Pikiran Anna terus terganggu.
Bagaimana caranya agar hubungan dirinya dan Pieter tidak berjarak seperti ini.
Pernikahannya seperti pura-pura. Karena mereka tidak pernah menyentuh satu sama lain.
__ADS_1
"Malam ini aku akan memakai pakaian yang lebih menantang. Agar Pieter tidak bisa menolaknya lagi." Batin Anna