
"Lihatlah, disana sangat ramai, Kira-kira ada apa ya?" Anna menarik tangan Pieter untuk ikut bersamanya menuju kerumunan.
Ternyata orang-orang sedang menonton sebuah grup musik yang sedang tampil.
"Lihatlah, mereka adalah idolaku. Aku suka dengan lagu-lagunya." Anna mengajak Pieter untuk semakin mendekat.
Dengan Antusias Anna ikut bernyanyi, Pieter pun senang melihat Anna yang terlihat bahagia.
Setelah selesai bernyanyi, Ternyata lelaki bersuara merdu itu menyapa Pieter.
"Terimakasih semuanya, Aku tidak menyangka kalau perform ku sore ini di saksikan oleh seorang aktor ternama negara ini." Ujar sang penyanyi yang ternyata teman dari Pieter
Yang semula orang-orang tidak ada yang menyadari keberadaan Pieter kini semua mata tertuju pada Pieter.
"Asal kalian tau. Selain seorang aktor hebat, Tuan Smith ini juga mempunyai suara yang merdu. Tapi apakah dia bersedia untuk memperdengarkan suara merdunya." Puji vokalis grup musik tersebut
"Dia mengenalmu? Itu luar biasa." Ujar Anna yang masih di selimuti antusiasme
Pieter hanya tersenyum, Bagaimana bisa istrinya itu lupa kalau suaminya ini seorang artis. Jadi bukan hal sulit untuk mengenal artis lainnya.
Setelah disoraki penonton agar mau bernyanyi, Pieter pun melepas topinya dan naik ke atas panggung.
Sorakan penonton semakin meriah saat Pieter sudah berdiri di panggung dengan gitar di tangannya.
"Baiklah, Aku akan membawakan sebuah lagu yang aku persembahkan untuk istriku" Ucap Pieter sembari menunjuk Anna
Pasang mata pun banyak yang memperhatikan Anna yang berdiri dengan senyuman merekah di wajahnya
Perlahan-lahan Pieter menyenandungkan sebuah lagu romantis yang ia tunjukkan untuk Anna.
Dengan sepenuh hati Pieter menyanyikan lagu romantis tersebut, Sehingga penonton pun banyak yang terbawa suasana.
Sementara Anna hanya bisa tersenyum ketika terbawa suasana haru.
__ADS_1
"Kau hebat Tuan Smith. Selain aktor hebat dan bersuara merdu, ternyata kau juga seorang yang sangat romantis." sang vokalis grup musik tersebut kembali memuji Pieter, Setelah Pieter sudah turun dari panggung.
Pieter dan Anna meninggalkan acara musik tersebut karena Anna merasa lapar.
"Aku tidak tau kalau kau pandai bernyanyi." Ucap Anna saat mereka sedang berkeliling untuk mencari makan.
"Suaramu lebih bagus dariku, Anna." Jawab Pieter
"Kata siapa?" Anna
"Aku pernah mendengarmu bernyanyi."
"Hahah, Aku hanya senang bernyanyi. Tapi suaraku sangat buruk." Anna mengelak
Anna berhenti di sebuah gerai camilan.
Tanpa penolakan Pieter langsung membelikan.
Tangan Anna kini di penuhi dengan beberapa makanan yang mereka beli.
"Kita duduk di sana." Anna mengajak Pieter untuk duduk di sebuah tikar sewaan.
"Untuk apa?" Pieter sedikit bingung, Karena ia tidak pernah melakukan ini sebelumnya
"Kita akan duduk di sana sembari makan camilan ini." Ucap Anna
Pieter pun kembali menuruti keinginan Anna.
Sejak hari ini, Pieter seperti melihat Anna dengan versi berbeda dari Anna yang ia kenal sebelumnya.
Kalau dulu ia mengenal Anna sebagai sosok yang kaku dan pendiam.
Kini ia melihat Anna menjadi sosok yang manja dan ceria.
__ADS_1
Dengan perasaan bahagia, Pieter tidak bosan menatap wajah saat ia sedang berbicara dengan antusias sembari mulutnya terus mengunyah.
Pieter berjanji pada dirinya untuk membuat Anna selalu bahagia seperti ini.
Pieter akan memperjuangkan agar senyuman Anna tidak memudar dari wajahnya.
"Ada apa? Sejak tadi kau hanya diam dengan terus menatapku. Apa ada yang salah dengan wajahku?" Anna mengusap-usap pipinya takut kalau ada sesuatu menempel atau apapun itu
Pieter memegangi wajah Anna dengan kedua tangannya.
"Tidak ada yang salah dengan wajahmu, Sayang. Aku hanya sedang menikmati pemandangan indah yang tidak pernah aku lihat seumur hidupku." Ucap Pieter
"Pemandangan apa? Aku tidak melihat pemandangan apapun. Aku hanya melihat kerumunan saja di sini." Anna terus saja berbicara.
"Senyum ini, Aku benar-benar terpana dengan senyuman-mu." Ucap Pieter sembari mengusap lembut bibir Anna
Anna pun mematung sesaat lalu tersipu-sipu Karena pujian Pieter.
"Jangan pernah hilangkan senyuman ini dari wajahmu, Anna." Ucap Pieter lagi
"Kau berlebihan." Jawab Anna sembari mengalihkan pandangannya Karena ia seperti salah tingkah.
Pieter terkekeh saat mendapati wajah Anna memerah karena malu.
"Kenapa kau menertawakan aku." Anna sedikit merajuk
"Aku tidak menertawakan-mu. Aku senang saja melihat wajahmu memerah seperti itu." Pieter
"Sudahlah, Jangan meledekku terus." Anna menjadi semakin salah tingkah
"Baiklah, Baiklah. Habiskan makananmu. Kita akan mencari restoran untuk makan malam." Kata Pieter
"Tapi aku sudah kenyang." Jawab Anna
"Tapi kau hanya makan camilan saja." Pieter
__ADS_1
Anna dan Pieter kembali berjalan menuju tempat parkir mobil mereka dan pergi ke restoran.