
Alex membawa Anna ke sebuah restoran,
Ia memesan lumayan banyak menu makanan.
"Kenapa banyak sekali?" Tanya Anna saat melihat meja mereka di penuhi makanan.
"Makanlah yang banyak, Karena Setelah ini kau akan membutuhkan banyak energi." Jawab Alex sambil mengunyah makanannya.
"Untuk Apa? Setelah ini aku akan tidur nyenyak." Jawab Anna
"Jangan berharap kau bisa tidur nyenyak, Sebelum kau membayar hutangmu padaku." Jawab Alex lagi.
"Hutang apa? Perasaan Aku tidak pernah memiliki hutang apapun." Kata Anna
"Kau lupa! Tadi kau sudah sampai puncak berkali-kali sementara aku belum sampai sama sekali." Ucap Alex, Dengan suara lebih pelan.
Uhuk.... Uhuk.. Anna Ter-batuk-batuk mendengar ucapan Alex yang terdengar fulgar di telinganya.
"Kenapa berbicara hal itu di tempat seperti ini. Kalau ada yang mendengarkan aku jadi malu." Ucap Anna.
"Kadang Aku merasa heran, Kenapa dalam waktu selama itu kau belum sampai. Padahal badanku sudah sangat lemas." Sambung Anna.
"Entahlah! Mungkin itu kelebihanku. Tapi tunggu dulu. Aku kan satu-satunya manusia yang tidak punya kekurangan." Jawab Alex sambil tergelak.
"Dasar! Mulai lagi besar kepala." Gerutu Anna
"Buka mulutmu. Kau ini, makan saja lambat sekali." Kata Alex sembari menyodorkan sendok yang di penuhi makanan.
"Itu terlalu penuh, Mana bisa masuk di mulutku." Ucap Anna
"Sudah buka saja mulutmu." Suruh Alex.
Anna pun membuka mulutnya dan membiarkan Alex menyuapinya.
"Tapi ini terlalu banyak. Mulutku sampai susah untuk mengunyah." Ucap Anna dengan mulutnya penuh.
Beberapa kali Alex menyuapkan makanan pada Anna, Anna pun menolak saat dia benar-benar sudah merasa sangat kenyang.
Setelah selesai makan mereka langsung meninggalkan restoran.
__ADS_1
"Ya tuhan, Perutku rasanya mau meledak." Ucap Anna sembari mengusap perutnya yang sangat penuh.
Anna menyandarkan kepalanya di kursi mobil. Rasanya ia sangat tidak nyaman karena terlalu kenyang.
"Sebelum pulang kita mampir dulu ke supermarket untuk membeli keperluan rumah dan camilan untukmu." Ujar Alex
"Kau saja yang turun. Aku Malas kemana-mana, Rasanya perutku tidak nyaman." Jawab Anna
"Aku kan tidak tahu apa keperluan yang harus di beli." Alex
"Baiklah-baiklah." Anna tak lagi membantah.
Alex dan Anna pun berhenti di sebuah supermarket.
Alex mengambil sebuah troli Sebelum berbelanja.
"Belilah keperluan rumah dan bahan makanan untuk satu Minggu kedepan." Suruh Alex
Satu persatu barang keperluan rumah Anna letakan di troli.
Alex pun terus mengikuti Anna sembari mendorong troli. Hingga tiga puluh menit lebih Anna berkeliling tapi belum ada tanda-tanda ia akan berhenti, Padahal troli belanjaan mereka sudah penuh.
"Aku belum membeli camilan." Jawab Anna sambil sedikit manja.
"Baiklah, Cepat beli." Suruh Alex
Anna langsung berjalan menuju tempat Snack dengan penuh semangat.
"Dasar,Tadi bilang tidak mau turun. Sekarang malah lupa berhenti." Gerutu Alex saat melihat Anna bersemangat berburu Snack.
Beberapa bulan hidup bersama, Alex tau betul kalau tempat Snack seperti ini adalah surga untuk Anna.
Anna langsung mengambil beberapa bungkus Snack kesukaannya dan Alex.
Tapi Ia masih belum juga menyudahi belanjaannya.
__ADS_1
"Apa Sudah cukup?" Alex kembali bertanya.
"Belum. Ada satu lagi yang belum aku temukan." Jawab Anna sambil kembali berjalan mencari snack kentang favoritnya.
"Nah, itu dia." Akhirnya Anna menemukan Snack kentang yang ternyata ada di rak paling atas.
Anna mencoba mengambilnya tapi tangannya tidak sampai.
Anna pun mencoba berlompat tapi tetap tidak bisa.
Dari kejauhan Alex hanya melihat kelakuan Anna sambil sesekali tergelak.
Hingga Anna menyadari kalau Alex sedang menertawainya.
"Kenapa menertawaiku? Cepat Ambilkan." Ucap Anna
Alex pun berjalan mendekati Anna.
"Ambilkan yang Cheese." Suruh Anna.
"Ambil saja sendiri." Jawab Alex
"Kau kan bisa lihat kalau tanganku tidak sampai." Jawab Anna.
Dan tanpa aba-aba Alex memangku Anna.
"Cepat Ambil, yang kau mau." Suruh Alex sambil memangku Anna.
Anna pun mengambil tiga bungkus Snack potato cheese kesukaannya.
"Sudah turunkan aku." Ucap Anna setelah ia mendapatkan apa yang dia mau.
Alex pun menemani Anna saat membayar.
Mereka sudah kembali duduk manis di mobil setelah memasukkan seluruh barang belanjaan.
"Aku menyuruhmu belanja untuk satu Minggu, Bukan satu bulan" Ujar Alex saat mendapati kursi belakang di penuhi belanjaan.
"Maaf, Aku khilaf" Jawab Anna dengan cengirannya.
__ADS_1
bersambung.....