Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 60


__ADS_3


Sudah seminggu setelah pulang dari rumah sakit.


Tapi Anna masih dalam keadaan depresi.


Anna kehilangan gairah hidupnya.


Ia merasa sudah tidak punya alasan untuk hidup.


Semuanya sudah pergi. Kedua orangtuanya, Suaminya, Dan kini bayinya.


Pieter kembali datang ke kamar Anna untuk melihat keadaannya.


Tapi masih tetap seperti ini.


Anna masih duduk di lantai sembari menenggelamkan wajah di lututnya.


Pieter pun mendekati Anna dan ikut duduk di samping Anna.


"Anna. Pelayan bilang hari ini kau belum makan apapun. Aku harap kau mau makan walaupun sedikit." Bujuk Pieter.


"Kenapa kau tidak melenyapkan diriku saja. Ini semua terjadi karenamu." Ucap Anna dengan penuh kemarahan.


"Karena kau membawaku ke tempat ini, Sehingga Alex melupakan aku. Dan sekarang aku harus kehilangan bayiku." Sambung Anna.


"Anna, Percayalah aku melakukan ini semata-mata untuk menyelamatkanmu." Jelas Pieter


"Kau sudah menghancurkan kehidupanku." balas Anna.


"Tidak Anna. Aku memiliki alasan kenapa aku membawamu ke tempat ini." Pieter mencoba menjelaskan dengan tenang.


"Aku tidak butuh alasan apapun." Jawab Anna


Pieter menyandarkan kepalanya di dinding.


Anna benar. Apapun alasannya, Menculik Anna dan mengurungnya di tempat ini bukan lah perbuatan yang benar.


"Aku memiliki seorang adik perempuan. Mungkin usianya tidak jauh denganmu. Dia begitu tergila-gila pada Alex, Dia mengagumi dan mencintai Alex secara berlebihan. Sehingga dia rela melakukan apapun untuk Alex." Ucap Pieter


"Suatu saat, Adikku merasa senang saat Alex menanggapi cintanya. Ya, Dia bangga bisa menjadi pemenang dari sekian banyak gadis yang menginginkan Alex. Hingga akhirnya Alex mencampakkannya setelah merasa bosan." Sambung Pieter


Pieter terus melanjutkannya ceritanya, Walaupun sebenarnya ini sangat menyakitkan untuknya.


"Adikku tidak menyerah. Walaupun aku selalu memperingatkannya untuk berhenti mengejar Alex, Tapi dia tetap bersikukuh untuk mendapatkan cinta Alex.


Dia tidak pernah menyangka kalau Alex tidak pernah menganggapnya benar-benar ada. Ya, Adiku hanya sebuah hiburan untuk mengisi waktu luang bagi Alex."


"Hingga akhirnya dia merasa putus asa karena di campakkan setelah dia memberikan segalanya untuk Alex. Dia mencoba menghabisi dirinya. Dan fatalnya aku terlambat, Sehingga aku harus kehilangan dia untuk selama-lamanya." Pieter mendongkakkan kepalanya untuk menahan air mata yang hampir menetes.


"Lalu apa hubungannya denganku?" Balas Anna


"Sebelum aku membawamu , Aku bertanya pada Alex Siapa dirimu dan apa hubungan kalian. Dan kau tau apa jawaban Alex?"


"Kau tak berbeda dengan wanita lainnya. Yang rela menyerahkan segalanya untuk mendapatkan cinta darinya." Sambung Pieter lalu terdiam.


Anna menoleh sesaat. Apakah Alex sejahat itu?


Tanya Anna dalam hatinya.

__ADS_1


Apa yang di ucapkan Pieter benar-benar menampar Anna.


Dulu, Anna rela menyerahkan kehormatannya demi menyelamatkan Alex dari hipotermia.


Ternyata selama Alex salah menilainya.


Alex menyamakan Anna dengan gadis lainnya.


Anna bungkam.


Ia tidak tau harus bicara apa lagi.


"Aku tidak ingin kau mengalami apa yang di alami adikku. Aku tidak ingin kehilangan seseorang yang aku sayangi untuk kedua kalinya." Pieter kembali bicara


"Aku menyayangimu Anna" Pieter pun memperjelas ucapannya.


"Tapi kau tenang saja. Aku tidak akan pernah memaksakan perasaanku. Bagiku mencintaimu sudah sangat menyenangkan, Jadi aku tidak akan lara saat kau tidak membalas perasaanku." Ucap Pieter


Pieter bangkit dari duduknya dan berjalan ke dekat jendela.


"Lanjutkan hidupmu Anna, Setidaknya untuk dirimu sendiri. Aku tidak rela kalau hidupmu berhenti hanya karena Alex." Ucap Pieter lagi.


Anna hanya diam. Tapi dia mendengar semua Ucapan Pieter.


"Aku akan meminta pelayanan untuk mengambil makanan untukmu."Kata Pieter Sebelum ia meninggalkan kamar Anna.


🍂🍂🍂🍂🍂


Sudah beberapa hari Alex tidak pulang ke rumahnya karena lebih banyak menghabiskan waktu bersama Cassandra.


Belakangan Alex tidak terlalu suka dengan suasana rumahnya.


Alex duduk sejenak di ruang tengah. Ruangan dimana ia sering sekali menghabiskan waktu bersama Anna.


Alex pun memasuki kamar Anna. Ia berniat membereskan semua barang milik Anna dan mengeluarkannya.


Alex sudah tidak ingin lagi teringat tentang hal apapun mengenai Anna.


Ia harus benar-benar melupakan Anna, Karena Alex pikir Anna sudah bahagia dengan kekasih barunya.


Sebenarnya Alex merasa sangat marah ketika melihat Anna bermesraan dengan Pieter saat di restoran pizza Beberapa waktu yang lalu.


Alex membuka lemari pakaian Anna. Ia memasukannya kedalam koper.


Alex pun menemukan kalung berlian pemberian ayahnya untuk Anna.


Alex berniat untuk mengembalikan kalung tersebut pada ayahnya.


Alex tidak lupa mengeluarkan barang-barang Anna yang tersimpan di laci.


Hingga ia menemukan sebuah foto dirinya bersama Anna yang disimpan Anna dalam laci.



Alex menatap foto itu sesaat, Dia masih ingat dengan jelas. Foto ini di ambil saat mereka berbulan madu.


Tidak ingin terlalu lama terbawa suasana Alex langsung memasukkan foto itu kedalam koper Anna.


Alex pun bergegas pergi ke rumah ayahnya Sambil membawa koper yang berisi barang-barang Anna.

__ADS_1


Alex benar-benar menyingkirkan semua hal tentang Anna.


Setelah Sam di rumah ayahnya, Alex langsung mengeluarkan koper Anna.


Dia pun tidak lupa membawa kalung berlian untuk di kembalikan.


Saat memasuki rumah, Alex melihat ayahnya sedang di latih untuk berdiri oleh Livia.


Alex pun menghampiri ayahnya sebentar, Karena Jose mengajaknya keluar untuk bicara empat mata.


Jose langsung menghantam wajah Alex dengan tangannya, Sehingga kotak berlian yang di pegang Alex terlempar dan isinya pun terhambur keluar.


Jose sudah tidak bisa menahan amarahnya.


"Kau keterlaluan Alex. Kenapa kau mencampakkan Anna seperti itu? Bukankah kau tau dia sedang mengandung anakmu!" Ujar Jose


Alex mengusap ujung bibirnya yang terluka.


Ia tidak membalas pukulan dari Jose.


"Jawab aku Alex! Kenapa kau melakukan itu pada Anna?" Jose semakin geram saat Alex tidak menanggapi kemarahannya.


"Lepaskan aku!" Alex melepaskan tangan Jose yang mencengkram kerah bajunya.


"Jangan pernah sebut nama wanita murahan itu di hadapanku." Sambung Alex


"Kenapa kau sebodoh itu Alex? Kau tidak bisa berpikir seperti itu sebelum kau tanyakan langsung pada Anna apa yang sebenarnya terjadi!."Jose


"Sudahlah Jose, Jangan terlalu menghawatirkan dia. Asal kau tau! Dia sudah hidup bahagia dengan kekasih barunya itu." Balas Alex


"Ini barang-barang milik wanita itu." Alex memberikan koper milik Anna peda Jose dan pergi meninggalkan rumah ayahnya.


Tuan Abraham meminta Livia untuk menghampiri Jose dan Alex yang tengah bersitegang.


Tapi Alex sudah pergi saat Livia menghampiri mereka.


Livia melihat kalung dan anting-anting berlian tergelak di lantai.


Livia memungutinya dan menata kembali kedalam kotaknya.


Livia pun menghampiri Jose dan menyerahkan kotak perhiasan tersebut.


"Ini tuan." Kata Livia dan kembali meninggalkan Jose yang masih dalam emosi.


Livia tidak ingin terlalu banyak ikut campur dengan urusan keluarga majikannya itu.


Livia memilih kembali ke kamar tuan Abraham untuk melanjutkan terapinya.


Tidak lama kemudian. Jose Datang ke kamar tuan Abraham.


Tuan Abraham meminta Livia untuk membawanya ke sofa, Tuan Abraham ingin duduk di dekat Jose.


"Apa kalian bertengkar?" Tanya tuan Abraham.


"Entahlah, Ayah. Aku mencoba memperingatinya untuk tidak selalu bermain-main dengan sebuah hubungan." Jawab Jose yang mencoba meredam emosinya.


"Carilah Anna, Ajak dia kemari." Jawab tuan Abraham.


"Aku tidak tahu harus mencari Anna kemana? Tapi aku akan tetap berusaha untuk menemukannya." Jawab Jose

__ADS_1


"Alex mengembalikan ini." Sambung Jose sembari menyerahkan berlian yang dulu mereka berikan.


__ADS_2