Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 43.


__ADS_3

Anna menghentikan pijatannya saat melihat Alex sudah terpejam.


Anna segera bangun untuk segera kembali ke kamarnya dan mengganti pakaian.


"Kamu mau kemana?" Ujar Alex yang membuat Anna kaget.


Langkah Anna langsung terhenti seketika saat mendengar ucapan Alex


"Aku kira kau sudah tidur. Aku akan ke kamar untuk berganti pakaian." Jawab Anna


"Aku tidak mengijinkan kau pergi, Karena hukuman-mu belum selesai!" Kata Alex lagi.


"Tapi aku sudah lelah." Jawab Anna


"Jangan banyak membantah. Cepat kemari!" Alex


Anna pun kembali berjalan mendekati Alex sambil sesekali menghentakkan kakinya karena kesal.


"Duduk!" Suruh Alex


Anna hanya bisa menurut, dan duduk di tepian kursi yang di tiduri Alex.


"Kenapa kau cemberut seperti itu? Cepat sini!" Kata Alex sembari merentangkan kedua tangannya.


"Apa?" Anna


"Sini!" Alex menepuk dada telanjangnya."


"Tidak mau! Aku mau istirahat di kamar saja " Tolak Anna.


"Sudah sini! Jangan pura-pura." Alex menarik tangan Anna hingga membuat Anna terjatuh dalam pelukannya.


"Lepaskan aku!" Anna mengamuk.

__ADS_1


"Sudah diam! kau pikir tidak berat mengamuk-ngamuk begitu." Ucap Alex sambil mendekap Anna.


Anna sedikit mereda saat Alex mendekapnya.


Kepala Anna kini berada tepat di dada Alex.


"Kau senang kan kalau Aku peluk begini?" Tanya Alex sembari mengusap rambut Anna.


Anna tidak menjawab karena Alex Akan sangat besar kepala kalau ia mengakuinya.


"Maafkan aku kalau tadi aku mengabaikan dirimu. Di sana begitu banyak paparazi sehingga membuatku tidak leluasa. Tapi saat di rumah seperti ini, Aku akan menjadi milikmu seutuhnya." Kata Alex sambil mengelus punggung Anna.


Anna tersenyum mendengar ucapan Alex


"Hei! Apa kau tidur?" Alex menekan-nekan pipi Anna dengan telunjuk karena tidak mendapat jawaban


"Tidak." Jawab Anna pelan karena ia sangat menikmati momen langka seperti ini.


Suasana semakin hening sehingga membuat suasana semakin romantis saat Alex tak berhenti mengusap punggung Anna


"Iya." Jawab Anna dengan sangat lembut


Anna semakin terbawa suasana.


"Anna kau tau tidak?" Alex


"Apa?" Jawab Anna


"Ternyata kau sangat berat." Ucap Alex yang membuat Anna seketika menjadi kesal.


"Sudahlah! Aku akan tidur di kamar saja!" Ucap Anna langsung menjauh dari Alex dengan raut yang sangat kesal.


"Kau selalu saja menyebalkan." Gerutu Anna sembari berjalan ke kamarnya.

__ADS_1


Alex tertawa puas setelah berhasil membuat Anna kesal.


"Entah kenapa Aku sangat suka kalau melihat dia sedang kesal begitu." ucap Alex setelah puas tertawa


Anna langsung memasuki kamarnya dan mengunci pintu agar Alex tidak mengganggunya lagi.


Anna langsung berdiri di hadapan cermin dan melihat pantulan dirinya


"Perasaan tidak ada yang berubah dengan bentuk badanku, Orang itu memang selalu Saja membuatku kesal." Gerutu Anna


_________


Pagi-pagi Anna sudah berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan.


Anna pun membuat secangkir kopi kesukaan Alex.


"Kopi buatanmu memang terbaik, aromanya sampai tercium sampai atas." Ujar Alex yang menuruni anak tangga.


Anna tidak menjawab pujian Alex karena Ia paham Alex pasti akan meledeknya setelah memujinya.


Alex duduk di meja makan dengan makanan yang sudah tersedia.


"Kenapa kau tidak sarapan?" Tanya Alex yang melihat Anna hanya duduk di hadapannya.


"Tidak! Aku sedang diet!" Jawab Anna dengan nada masih kesal.


Alex sedikit tertawa mendengar jawaban Anna.


"Diet? Untuk apa kau diet segala, badanmu sudah kecil begitu."Jawab Alex


"Bukannya kau sendiri yang bilang kalau aku ini berat!" Jawab Anna yang masih kesal.


"Aku hanya bercanda, Apa kau menganggapnya serius?" Alex

__ADS_1


"Seharusnya kau tahu, kalau wanita akan sangat sensitif kalau di ledek tentang berat badannya." Jawab Anna dengan suara agak pelan.


"Sudah, Jangan di pikirkan. Cepat sarapan karena hari ini kita akan kembali pergi ke luar kota." Suruh Alex.


__ADS_2