
Seperti malam kemarin Anna langsung pergi ke kamar dan mandi setelah pulang bekerja.
Anna langsung memakai baju dinas berwarna coklat muda yang transparan.
Ia sengaja tidak mengenakan penutup dada, Agar Pieter bisa melihat benda kenyalnya secara langsung.
Pieter pun bisa melihat lingerie yang kenakan Anna, karena pakaian Anna sangat transparan.
Berbeda seperti malam kemarin, malam ini Pieter pulang terlambat.
Hingga pukul sebelas malam Anna menunggu, Pieter belum juga datang.
Beberapa kali Anna melihat ke jendela, Pieter tak kunjung datang.
Anna sudah mencoba menghubungi Pieter, Tapi ponselnya tidak aktif.
Anna pun memilih untuk tidur, Karena Pieter tak kunjung datang.
Pukul satu dini hari Pieter baru sampai di rumah.
Lagi-lagi Pieter mendapati Anna menggunakan pakaian seksi, Bahkan malam ini lebih seksi dari malam sebelumnya.
Pieter duduk di samping Anna.
Pieter menatap wajah Anna yang sudah terlelap.
Pieter pun tidak dapat menghindari untuk tidak melihat benda kenyal di dada Anna.
Bahkan Pieter sempat menelan Saliva saat ia melihat pucuk dada Anna yang berwarna merah muda yang mencuat seolah sedang menantangnya.
"Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan gadis kecilku? Apa kau sedang menggodaku?"
"Tanpa kau melakukan ini pun aku sudah sangat kesulitan mengendalikan birahiku." Ucap Pieter sembari mengusap anak rambut Anna yang menutupi wajahnya.
Pieter pun mengusap pipi Anna sampai leher.
Ia begitu mengagumi keindahan yang ada di hadapannya.
benda berwarna merah muda pun seperti sedang menggodanya.
Pieter mengusap bahu mulus Anna.
Lingerie di bawah sana pun seolah memanggilnya untuk segera di sentuh.
Tapi Pieter segera menyadarkan dirinya agar tidak terbawa oleh birahi.
Pieter segera menutup tubuh Anna dengan selimut dan beranjak menjauhi Anna.
__ADS_1
Pieter berganti pakaian dan meninggalkan kamar.
Pieter pun pergi ke kamar Alicia.
Dan secara kebetulan Alicia sedang terbangun saat ia memasuki kamar Alicia.
"Kau terbangun rupanya. Apa kau menginginkan ini?" Pieter mengambilkan botol susu yang terjatuh.
"Aku buatkan yang baru saja ya." Ucap Pieter
Setelah membuatkan susu untuk Bayi Alicia, Pieter memangku Alicia dan membiarkan Alicia menyusu dalam pelukannya.
Anna menggeliatkan tubuhnya yang baru saja bangun dari tidur lelapnya.
Anna sangat terkejut ketika tidak mendapati Pieter di kasurnya.
"Apa Pieter tidak pulang? Tapi kenapa dia tidak mengabariku?" Ucap Anna sembari bersandar di ranjang.
Anna kembali kecewa, Karena usahanya lagi-lagi gagal.
Anna berjalan gontai menuju kamar mandi.
Tapi dia melihat ada pakaian kotor Pieter di ranjang laundry.
"Tapi pakaiannya ada. Dimana dia?" Gumam Anna
"Ponselnya juga ada." Ucap Anna saat melihat ponsel Pieter tergeletak di atas meja.
Anna melihat ponsel Pieter yang ternyata mati.
"Pantas saja aku tidak bisa menghubunginya semalam, Ternyata ponselnya mati." Kata Anna lagi sembari mengisi Baterai ponsel Pieter
Dengan menggunakan handuk kimono Anna segera turun menuju kamar Alicia, Untuk memastikan apakah Pieter ada di sana.
Dan benar saja, Pieter Sedang tertidur pulas dengan Alicia.
Anna duduk di dekat Pieter dan Alicia.
"Ternyata kau ada disini? Aku pikir kau tidak pulang." Ucap Anna sembari mengusap lengan Pieter.
Merasa ada yang menyentuhnya, Pieter pun membuka matanya.
"Anna! Sejak kapan kau di sini?" Ucap Pieter sembari mengerjapkan matanya.
"Baru saja. Aku pikir kau tidak pulang?" Jawab Anna
__ADS_1
"Semalam aku pulang terlambat. Dan aku melihat Alice terbangun, Aku menemaninya dan ternyata aku tertidur juga." Jelas Pieter sembari memindahkan Alice ke kasurnya.
"Baiklah. Aku kembali ke atas untuk bersiap-siap." Ucap Anna
Pieter pun menyusul Anna ke kamar, Karena dia pun harus bersiap-siap juga.
Seperti biasa, Pieter mengantarkan Anna ke rumah sakit.
Tapi kali ini Pieter turun dari mobil untuk menitipkan Anna pada dokter Emily.
"Dokter Emi, Apakah nanti sore kau bisa mengantarkan Anna ke rumah. Malam ini aku tidak pulang, Jadi apa kau bisa memastikan istriku sampai di rumah dengan selamat." Ucap Pieter pada Emily.
"Kau tidak perlu khawatir, Tuan Pieter. Aku akan memastikan istrimu selamat sampai rumah."
"Baiklah. Terimakasih dokter Emily." Kata Pieter lagi
Pieter. Anna. Emily.
Setelah menitipkan Anna pada Emi, Pieter bisa bekerja dengan tenang.
Saat di mobil, Pieter sudah berpamitan pada Anna kalau malam ini dia tidak bisa pulang.
Karena ia harus segera menyelesaikan syuting film yang sempat tertunda karena ia sakit.
Sepanjang hari, Hati Anna merasa tidak tenang.
Bagaimana tidak.
Pieter tidak tergoda sama sekali dengan tubuhnya.
Pikiran buruk pun kini timbul di kepalanya.
Anna melamun di ruangannya.
"Apa dia memiliki wanita lain, Sehingga dia tidak menginginkanku." Ucap Anna saat mengalami over thingking.
"Apa yang harus aku lakukan?" Gumam Anna
Emi pun menghampirinya untuk mengajaknya pulang.
"Apa kau sudah siap untuk pulang?" Kata Emi yang datang ke ruangan Anna
"Ya,." Anna mengambil tasnya dan pulang bersama Emi
Seperti yang di katakan Pieter, Emi pun mengantarkan Anna selamat sampai rumah.
__ADS_1