
Emi memasuki lobby sebuah hotel bintang lima.
"Untuk apa kau membawaku kesini?" Tanya Anna saat turun dari mobil
Emi tidak menjawab. Ia terus saja berjalan terburu-buru sembari memegangi tangan Anna, Agar mengikutinya
"Jangan-jangan, Kau akan menjualku pada pria hidung belang?" Ujar Anna menghentikan langkahnya.
"Ya Tuhan. Kenapa pikiranmu jahat sekali?" Sahut Emi yang ikut berhenti berjalan
"Sejak tadi aku bertanya. Tapi kau tidak memberi tahuku." Anna
"Ayolah Anna. Untuk kali ini menurut saja padaku. Jangan tanya apapun lagi, Karena nanti kau akan tau semuanya." Jawab Emi
Anna pun berjalan mengikuti Emi dengan rasa penasaran yang semakin besar.
Sebenarnya ia akan di bawa kemana?
Emi pun mengajak Anna menaiki lift untuk sampai di tempat yang ia tuju.
"Kita sudah sampai." Ucap Emi saat di depan pintu sebuah hotel.
"Kenapa kau mengajakku ke hotel seperti ini? Kau tidak sedang merencanakan sesuatu yang buruk kan Emi?" Ujar Anna saat Emi membuka kunci kamar hotel.
Emi dan Anna pun memasuki kamar hotel tersebut.
"Emi, jawab pertanyaanku!" Anna semakin di buat bingung.
"Ya Tuhan., Anna. Cobalah berpikir positif tentangku. Aku pastikan setelah ini kau akan berterima kasih padaku." Jawab Emi
Suara ketukan pintu terdengar saat perdebatan di antara mereka terjadi.
Emi pun meninggalkan Anna dan membukakan pintu.
Lima orang perempuan dengan seragam yang sama, Dan datang dengan membawa tiga buah koper besar.
"Apa kami sudah bisa memulai pekerjaan kami? Karena Tuan Hanya memberikan waktu satu jam saja."Ucap salah satu perempuan
"Tentu saja. Kalian sudah bisa memulainya." Jawab Emi.
Emi menghirup nafas dalam-dalam lalu menghembuskan-nya.
"Sekali lagi dengarkan aku, Anna."
"Biarkan mereka mendandanimu dan jangan membantah." ujar Emi.
"Tapi untuk Apa?"Tanya Anna
"Ayolah Anna!" Emily menjadi sangat jengkel.
"Ikuti saja apa kata mereka. Aku akan segera kembali!" Emi pun meninggalkan Anna dan kelima perempuan tersebut.
Anna pun di minta untuk duduk di sebuah kursi yang menghadap ke sebuah cermin besar.
Lima orang perempuan tersebut langsung melakukan pekerjaan mereka.
__ADS_1
Ada yang orang mengutak-atik wajah Anna.
Satu orang lainnya menangani rambut Anna.
Ada pula yang menangani kuku Anna.
Dan satu orang lainnya terlihat mengeluarkan baju dan perintilannya dari dalam koper besar yang mereka bawa.
Sudah beberapa kali Anna bertanya pada para wanita yang sedang merias dirinya, Siapa yang ada di balik semua ini. Tetapi tidak ada yang memberikan jawaban.
Emi pun tak kunjung kembali. padahal wajah rambut dan kukunya sudah selesai di dandani.
Anna di minta untuk berdiri saat para penata rias hendak memakaikan gaun pada Anna.
Dengan rasa was-was dan bingung. Anna tetap menuruti apa kata para penata rias tersebut, Sesuai permintaan Emi.
Satu jam sudah hampir habis. Dan Anna pun sudah selesai di make over.
Emi pun tiba-tiba kembali, Emi menutup mulutnya dengan telapak tangan, Ia terkejut melihat Anna terlihat begitu cantik dan sangat mempesona dengan gaun dan riasan pengantin.
"Kau dari mana saja? Dan kenapa kau juga memakai pakaian pesta?" Anna langsung menyerbu Emi dengan banyak pertanyaan.
Emi langsung menaruh telunjuknya di dekat bibir Anna, Agar Anna tidak banyak bertanya lagi.
"Sebaiknya kita cepat turun." Ucap Emi pada Anna dan kelima orang yang mendandani Anna.
Emi dan satu orang lainnya menggandeng Anna sementara yang lainnya memegangi gaun Anna yang sangat panjang tersebut.
Setelah menaiki lift dan berjalan sebentar, Mereka pun sampai di sebuah ruangan, dan berdiri di depan sebuah pintu yang cukup besar.
Dua orang yang menggunakan dress code yang sama seperti Emi pun datang dan membukakan pintu besar tersebut.
Hingga akhirnya satu persatu lampu-lampu menyala. Menyuguhkan pemandangan yang luar biasa.
Anna begitu takjub melihat pemandangan yang tersaji di hadapannya.
Terlebih saat semua lampu menyala dengan sempurna.
Taman buatan dengan lampu-lampu indah terhampar dengan sangat indahnya di hadapan Anna.
Membuat Anna terpaku sesaat.
Para tamu undangan pun menyoraki sambil bertepuk tangan saat tiba-tiba terdengar suara merdu Pieter menyenandungkan sebuah lagu romantis untuk Anna dari ujung sana.
Sambil bernyanyi Pieter berjalan perlahan menghampiri Anna.
Anna benar-benar di buat berkaca-kaca oleh apa yang di lakukan Pieter untuknya.
"Kau sangat cantik, Anna." Ucap Pieter dengan pengeras suara di tangannya
__ADS_1
"Hari ini, Aku akan memperkenalkanmu pada seluruh isi bumi, Anna."
Suara sorak dari tamu mengiringi setiap kata cinta yang di ucapkan Pieter untuk Anna
Akhirnya para tamu bisa menyaksikan sesosok wanita yang selama ini begitu di rahasiakan Pieter.
Bahkan di kartu undangan pun Pieter tidak menulis nama Anna.
selama ini Pieter tidak pernah terlihat memiliki kekasih.
Sebagai aktor yang cukup besar Pieter sangat jarang mengekspose kehidupan pribadinya ke media atau khalayak umum.
Tapi kali ini, Ia ingin memperkenalkan Anna kepada seluruh dunia
Anna hanya bisa tersipu saat Pieter tidak segan-segan memujinya di hadapan umum.
"Nona Anna Quinzza, Sekali lagi aku bertanya. Apakah kau bersedia menjadi pendampingku untuk menemaniku sepanjang hidup?" Pieter kembali melamar Anna di depan semua orang dan deretan kamera yang meliput acara pernikahan mereka
Anna tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya bisa mengangguk untuk mengatakan kalau dia bersedia.
Pieter pun menggandeng tangan Anna untuk berjalan ke tempat dimana mereka akan mengikat janji suci.
Di hadapan sang pencipta dan di tengah para tamu undangan. Pieter dan Anna pun mengikrarkan ikatan suci pernikahan.
Pieter tidak dapat menahan air matanya setelah mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri.
Pieter merasa sangat terharu karena sampai di titik ini.
Pieter memeluk Anna.
Anna pun mengusap air mata yang membasahi wajah Pieter.
Suasana hening seketika menyelimuti tempat pesta tersebut.
Para tamu yang terdiri dari teman Anna dan Pieter pun ikut merasakan haru.
Mereka menyaksikan sebuah pasangan yang merasa beruntung setelah mendapatkan satu sama lain.
Pieter merasa sangat beruntung mendapatkan Anna.
Anna pun merasa sangat beruntung bisa di cintai aku luar biasa, setelah banyak hal buruk yang terjadi padanya.
Suasana haru berganti menjadi suka cita. Ketika teman-teman satu pekerjaan mereka memberikan selamat.
Anna tidak menyangka teman satu profesinya pun banyak yang datang.
Emi yang sejak tadi tak berhenti menangis terharu pun memeluk Anna.
Emi merasa bahagia atas pernikahan Anna.
"Thank you Emily." Ucap Anna saat mereka berpelukan
Emi pun bergantian menyelamati Pieter yang berdiri di samping Anna.
"Terimakasih dokter Emily. Aku berhutang banyak kepadamu." Ucap Pieter
__ADS_1
"Maaf, Aku terlalu banyak menyusahkanmu untuk kejutan ini." Sambung Pieter
"Kau tau. Aku hampir saja gagal membawa Anna ke tempat ini." Jawab Emi sembari tertawa.