Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 73


__ADS_3

"Apa maksud dari semua ini,Alex?" Cassandra langsung mengambil handuk dan membungkus tubuh polosnya.


"Jadi, Selama ini kau menghianati pernikahan kita, Dengan perempuan murahan itu? Jawab Alex!" Teriak Cassandra


Alex Hanya diam.


"Jadi alasan yang kau bilang, Kita berpisah sesaat untuk mendinginkan kepala hanya sebuah kebohongan untuk menutupi hubunganmu dengan perempuan itu?" Ujar Cassandra lagi.


Dengan terburu-buru Cassandra kembali memakai pakaiannya.


matanya memerah, Ia mencoba membendung air matanya yang ingin tumpah.


"Aku kesepian, Cassandra. Kau terlalu sibuk dengan hidupmu. Kau selalu saja membantahku." Akhirnya Alex angkat bicara


"Aku menyadari itu, Dan aku minta maaf. Tapi, Kau harus tau. Aku sengaja mencarimu sampai ke tempat ini karena benar-benar ingin memperbaiki semuanya. Bahkan aku sudah bersedia untuk memiliki anak."Ucap Cassandra dengan nada yang lebih rendah


"Ternyata pernikahan ini memang harus berakhir." Cassandra mengambil tasnya dan pergi meninggalkan Alex


Alex tidak mencegah kepergian Casandra.


Ia memilih duduk di sofa sembari memijat pelipisnya yang serasa pening.


"Anna" Ucapnya yang seketika teringat pada Anna


Alex langsung memakai pakaian dan bergegas menemui Anna di kamar apartemennya.


Alex menekan tombol untuk membuka kunci pintu apartemen Anna.


"Anna! Dimana kau? Aku bisa menjelaskan segalanya, Anna!" Alex berteriak sembari berkeliling ruangan untuk mencari Anna


Tapi Alex tidak menemukan Anna. Ia hanya mendapati rumah yang berantakan dan tetesan darah yang masih segar di lantai.


"Kemana dia? Dan ini darah apa?" Alex menjadi sangat khawatir pada Anna


Alex mencoba menghubungi ponsel Anna, tapi tidak ada Jawaban.


Panik bercampur kesal. Itulah yang sedang di rasakan Alex.


Alex mengusap kepalanya dengan kasar.


Dia kesal, kenapa ini semua terjadi.


Kenapa Cassandra harus datang ke apartemennya? dan kenapa Anna harus menyaksikan semuanya?


Alex benar-benar merutuki dirinya.


Di tempat lain....


Dengan wajah berantakan Anna pergi dari apartemennya.


Dia tidak tau harus pergi kemana?


Anna hanya ingin menjauh dari Alex.


Anna tidak ingin lagi bertemu Alex.


Anna berjalan gontai di tepi jalan.


Rambutnya yang berantakan, Wajah yang lusuh dan sembab serta darah yang mulai mengering di tangan.


Dengan pikiran kosong, Anna berjalan cukup jauh.


Hingga akhirnya ia hampir saja tertabrak mobil.


"Apa yang kau lakukan Nona? Ini sudah sangat larut, Sebaiknya aku mengantarmu pulang." Ucap seorang sopir taksi yang hampir menabrak Anna


Dengan wajah datar dan tidak banyak bicara, Anna menaiki taksi tersebut.

__ADS_1


"Antar aku ke mansion xx" Ucap Anna singkat.


"Baiklah." Jawab sang sopir dan melajukan mobilnya


Sepanjang jalan Anna hanya diam. ia seperti mati rasa.


Bagaimana tidak.


Ia seperti di angkat setinggi-tingginya, Lalu di hempas sekuat-kuatnya.


"Apa yang terjadi padamu nona?" Sopir taksi tersebut mencoba bertanya.


Tapi Anna tidak merespon apapun.


Dengan tatapan kosong Anna terus diam Tanpa sepatah kata pun.


Sang sopir pun tidak lagi bertanya, Ia melajukan mobilnya agar cepat sampai di tempat yang Anna sebutkan tadi.


"Turunkan aku disini" Ucap Anna sebelum sampai di tempat yang ia tuju sebelumnya.


Sebenarnya tadi Anna berpikir untuk datang ke rumah Pieter.


Tapi entah kenapa ia mendadak ragu


"Biarkan aku mengantarmu sampai di rumahmu nona!" Ujar sang sopir taksi


"Turunkan saja aku di sini." Anna tetap bersikukuh


Anna merogoh tasnya dan mengambil lembaran uang tanpa melihat nominalnya, Dan memberikannya pada pak sopir.


Anna kembali berjalan gontai tanpa tujuan.


Entahlah suatu kebetulan atau memang ini cara Tuhan untuk menolong Anna.


Pieter yang baru saja pulang melihat Anna berjalan kaki dengan penampilan berantakan.


Pieter Langsung meminta sopirnya untuk berhenti.


"Anna!" Panggil Pieter beberapa kali.


Anna pun menoleh setelah di panggil beberapa kali.


"Anna, Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau bisa sampai seperti ini?"


Bukannya menjawab, Anna malah langsung manggis histeris.


Pieter pun memeluknya dengan erat.


Setelah tangisan Anna mulai mereda, Pieter pun membawa Anna kedalam mobil, Untuk pulang kerumahnya.


Pieter tidak banyak bicara saat di dalam mobil.


Ia hanya terus merangkul Anna. Membiarkan Anna menumpahkan kesedihannya.


Setelah sampai, Pieter langsung membawa Anna memasuki rumah.


"Ambilkan kotak obat dan kompres air hangat" Suruh Pieter pada maidnya.


Saat dalam mobil, Pieter terkejut melihat punggung Anna terluka.


Dengan cepat maidnya sudah membawa apa yang Pieter minta.


Pieter membasahi handuk kompres dengan air hangat lalu mengusap wajah Anna pelan-pelan. Terlihat ada beberapa luka lebam di wajah Anna.


Pieter mencoba untuk tenang walaupun Hatinya sudah sangat gemas untuk mengetahui siapa yang membuat Anna Seperti ini.


Pieter membersihkan darah kering di tangan Anna. Lalu mengobatinya dan menutupnya dengan plester.

__ADS_1


Pieter pun merapikan rambut Anna yang sangat berantakan.


"Apa kau sudah makan? Biar aku suapi." Ucap Pieter


Anna hanya menggelengkan kepala


"Ambilkan makanan." Pieter kembali menyuruh maidnya


"Aku tidak ingin makan. Aku akan beristirahat saja." ucap Anna


"Kau makan dulu, setelah itu aku akan mengantarmu beristirahat di kamar." Paksa Pieter.


Pieter langsung menyuapi Anna, walaupun beberapa kali Anna menolak.


Akhirnya Anna membuka mulutnya untuk melahap makanan.


Air mata tidak berhenti menetes saat Anna mengunyah makanannya.


Tapi dengan sigap, Pieter mengusap pipi Anna setiap kali air mata jatuh di pipi Anna.


Pieter tidak rela dengan kesedihan yang Anna rasakan saat ini.


"Sudah cukup." Ucap Anna saat Pieter hendak menyuapinya lagi


"Baiklah. Aku akan mengantarmu ke kamar." Pieter memapah Anna ke kamarnya.


Anna dan Pieter duduk di tepi ranjang


"Apa kau belum ingin bercerita?" Pieter sudah tidak sabar menunggu sampai besok.


Ia benar-benar ingin tau siapa yang membuat Anna Seperti ini.


"Alex." Jawab Anna dengan suara yang nyaris tidak terdengar.


"Alex?" Pieter Cukup bingung saat Anna menyebutkan nama laki-laki itu.


"Ya. Alex kembali membohongiku." Anna berusaha menjawab walaupun dengan terbata-bata


"Apa kau bertemu lagi dengannya?" Pieter


Anna mengangguk.


" Lalu, Apa yang dia lakukan sampai kau seperti ini?" Pieter Mencoba berbicara dengan tenang, walaupun tangannya sudah terkepal karena menahan amarahnya.


Anna pun pelan-pelan menceritakan bagaimana ia bertemu lagi dengan Alex, dan apa yang terjadi sampai ia memergoki Alex sedang bercinta dengan Cassandra.


Tangisan kembali tumpah saat Anna menceritakan semuanya.


"Aku bodoh, Aku memang bodoh." Ucap Anna sambil terisak.


Pieter kembali memeluk Anna


"Menikahlah denganku, Aku akan memastikan tidak akan ada yang bisa menyakitimu walaupun seujung kuku." Ujar Pieter dengan penuh emosi.


"Untuk apa kau menikahi wanita murahan Seperti aku." Jawab Anna


"Berhentilah mengatakan dirimu murahan. Kau cukup katakan kalau kau bersedia menikah denganku." Ujar Pieter Sambil terus memeluk Anna.


"Aku tidak tau. Hidupku rasanya sudah kembali berakhir." Jawab Anna


"Tidak, Anna. Kau harus tetap hidup! Pasien-pasienmu pasti selalu menunggumu." Pieter.


"Dan kau harus tau satu hal. Aku sudah mendapatkan donor ginjal untukku. Untuk itu kau harus percaya kalau aku mampu menjagamu." kata Pieter


"Benarkah?" Anna mengangkat wajah ke atas untuk melihat wajah Pieter.


"Iya, Itu benar. Dan aku sudah mengatakannya pada dokter Emily." Pieter

__ADS_1


"Aku senang mendengarnya." Anna kembali tenggelam dalam pelukan Pieter.


Pieter memeluk Anna dengan erat. Ia berjanji, tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Anna lagi.


__ADS_2