Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 47


__ADS_3

"Ah, Aku lelah sekali." Ucap Anna dan menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu.


Sementara Alex menyusul dengan belanjaan di tangannya lalu meletakkannya di meja.


"Aku tadi membeli stiker dinding, Lihatlah! Motifnya sangat bagus." Anna mengeluarkan beberapa gulung stiker yang di belinya.


"Aku juga membeli beberapa bingkai, Aku akan memajang foto kita disini." Anna kembali mengeluarkan barang belanjaan.


"Ya, Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan." Jawab Alex sambil ikut duduk di sofa.


Sementara Anna antusias mengeluarkan barang belanjaan, Alex lebih memilih untuk berbaring di sofa panjang.


Anna membereskan semua barang yang di belinya, Dan membiarkan Alex yang sudah tertidur pulas di sofa.


Setelah selesai beberes Anna kembali duduk di sofa.


Anna menatap Alex sesaat, Dan mendekatinya.


"Hei, Bangunlah! Sebaiknya kau pindah ke kamar." Anna mencoba membangunkan Alex


Alex mengerjapkan matanya perlahan.


"Apa aku tertidur?" Ucap Alex saat ia sudah setengah sadar.


"Maaf, Aku tidak bermaksud mengganggu. Aku membangunkan agar kau tidur di kamar." Jawab Anna


"Hem, Baiklah." Jawab Alex sambil setengah mengantuk.


Alex pun Bangkit dari sofa, Tapi ia tidak pergi ke kamar melainkan ke kamar mandi.


Alex membasuh wajahnya agar ia tidak mengantuk.


Alex pun kembali ke sofa dan mendapati Anna yang masih menonton film sambil memakan camilan.


"Kau menonton apa?" Tanya Alex sambil duduk di sebelah Anna.


"Aku menonton film yang di perankan oleh Pieter. Dia sangat hebat dalam film ini." Jawab Anna sambil terus menonton.


Alex pun ikut menonton sambil memakan camilan dari tangan Anna.


"Aku masih jauh lebih hebat dari dia. Buktinya Aku mendapatkan Penghargaan Sebagai Aktor terbaik." Ujar Alex tidak terima saat Anna memuji Pieter.


"Ya, Terserah kau saja." Jawab Anna singkat karena tidak ingin berdebat.


"Ayo kita pergi ke kamar, Nontonnya nanti saja." Ajak Alex, Ia merasa bosan karena Anna hanya fokus pada filmnya.


"Kau tidur saja lebih dulu, Nanti Aku menyusul." Jawab Anna.


"Tapi Aku ingin bersamamu." Rengek Alex sambil menaruh kepalanya di pangkuan Anna.


"Iya, sebentar lagi filmnya selesai." Anna masih tetap fokus menonton.

__ADS_1


Karena merasa di abaikan Alex pun memiliki inisiatif sendiri.


Alex menyingkap baju Anna hingga ia bisa melihat penutup dada Anna.


Alex menggeser penutup dada Anna ke atas hingga kini ia bisa melihat benda kenyal itu secara langsung.


Alex mengusap perlahan-lahan benda kenyal tersebut.


Tapi Anna masih asyik menonton dan tidak menghiraukannya.


Alex pun langsung melahap benda kenyal itu dan terus bermain di sana.


Anna menyadari itu, tapi ia membiarkannya.


Anna hanya sesekali mendorong kepala Alex saat Alex terlalu kuat menghisap dadanya.


"Jangan terlalu kuat, pelan-pelan saja." Ucap Anna


Alex tidak menggubris perkataan Anna karena sudah terbawa birahinya ya g terlanjur menggebu.


Alex kini benar-benar melepaskan pakaian Anna hingga ia bisa leluasa menyapu seluruh permukaan kulit Anna.


Pertahanan Anna yang semula kokoh, Akhirnya tumbang.


Tubuhnya tidak bisa lagi menolak sentuhan yang di berikan Alex.


Tubuh Anna melemas saat Alex mulai bermain di Organ intinya.


"Apanya yang cukup? Ini baru pemanasan sayang!" Bisik Alex.


Alex memangku tubuh polos Anna dan di bawanya ke kamar.


Setelah menaruh Anna di tempat tidur Alex langsung membuka kemeja dan pakaian lainnya.


Kali ini Alex tidak mendekati Anna ke tempat tidur, Tapi Dia memilih duduk di sofa besar yang ada di kamar Anna.


"Kalau biasanya Aku yang menguasai permainan, Sekarang giliran kamu yang menguasai permainan ini."Ujar Alex


"Apa maksudnya?" Jawab Anna yang masih duduk di tempat tidur.


"Kemarilah Sayang!" Panggil Alex


"Kau saja yang kesini, biasanya kan di tempat tidur!" Jawab Anna.


"Kita akan mencari suasana baru." Jawab Alex yang akhirnya menghampiri Anna.


Alex kembali memangku Anna dan mendudukkan-nya di sofa.


Karena merasa malu saat tubuh polosnya mendapatkan tatapan tajam dari Alex, Anna menyilangkan kakinya dan menutupi dadanya dengan kedua tangan.


"Kenapa di tutup sayang!" Ucap Alex dengan suara yang semakin erotis.

__ADS_1


"Aku malu." Jawab Anna.


Alex hanya tersenyum dan membuka kedua paha Anna.


Alex pun menatap benda yang belakangan ini selalu membuat dirinya menginginkannya lagi dan lagi.


Tidak menunggu lama Alex langsung melahap benda tersebut dengan rakus.


Anna yang benar-benar kewalahan, hanya bisa menjambak rambut Alex saat tubuhnya seperti mendapat sengatan yang sangat tinggi.


"Sudah cukup! Kumohon sudah." Ujar Anna meminta Alex menyudahi Aksinya.


Alex pun berhenti saat Anna sudah memohonkan ampun dan duduk di samping Anna.


"Kenapa sayang? Apa kamu menikmatinya." Alex terus berbisik di telinga Anna.


Anna tidak menjawab, karena nafasnya masih tersengal-sengal.


"Ayo kita lanjutkan." Kata Alex yang membawa tubuh Anna di pangkuannya.


"Bermainlah sesuka hatimu. Buatlah Aku meminta ampun seperti yang kau lakukan tadi."Sambung Alex


"Tapi Aku tidak bisa." Jawab Anna


"Lakukan saja, Tenggelamkan dia dan Aku akan memberikan bibit unggul di dalamnya." Bisik Alex lagi.


Dengan perasaan gugup Anna mencoba melakukan apa yang di ucapkan Alex.


Alex membantu Anna untuk melakukan penyatuan Mereka.


"Aww.."Anna mengeluh kesakitan saat milik Alex tenggelam setengahnya.


"Aku tidak Mungkin memasukkan seluruhnya, karena Ini sangat sakit." Ucap Anna


"Pelan-pelan saja, mungkin karena kau baru pertama dengan posisi seperti ini jadi terasa sakit."Bujuk Alex.


Anna masih terlalu takut sehingga ia melakukannya perlahan-lahan.


Tapi Alex benar-benar sudah di kuasai birahinya.


Ia mendorong pinggang Anna hingga kini miliknya sudah tenggelam sempurna.


Pada akhirnya Alex pulalah yang kembali menguasai permainan.


Anna menjerit-jerit saat merasa sesuatu seperti menusuk-nusuk isi perutnya.


Bagaimana tidak Alex yang memiliki postur gegap dengan tinggi 180cm, Sementara Anna bertubuh mungil dengan tinggi hanya 150cm.


Tubuh mungil Anna terhempas kesana kemari, hingga semuanya berakhir saat Alex mencapai puncak cintanya.


Anna tidak terlalu pandai dalam memuaskannya, Tapi Alex menggunakan segenap hati dan perasaannya saat menyatu dengan Anna. Sehingga memiliki kebahagiaan tersendiri untuk Alex.

__ADS_1


Astaga.... Bisa-bisanya Aku up beginian, serah kalian dah mau komen apaan.


__ADS_2