Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 80


__ADS_3

Anna mengerjapkan matanya. Samar-samar Anna mendengar seseorang sedang mengerang kesakitan.


Anna terkejut saat melihat Pieter tidak ada di ranjangnya.


Ia pun bangkit dari tempat tidur dan mencari sumber suara.


"Pieter! Apa yang terjadi padamu?" Anna segera menghampiri Pieter yang sedang mengerang kesakitan dengan wajah pucat


"Anna, Rasanya sakit sekali." Ucap Pieter


Anna menjadi panik.


"Baiklah. Aku akan menghubungi ambulans." Anna segera berlari ke kamar untuk mencari ponselnya.


"Ya, Tuhan. Dimana tasku?" Ucap Anna sembari terus mencari ponselnya yang ia simpan di dalam tas.


"Aku tidak bisa menemukan tasku." Anna kembali menghampiri Pieter dan menjadi semakin panik.


"Ponselku ada di atas meja." Ucap Pieter sembarangan terus mengerang kesakitan


Anna kembali berlari ke kamar, Dan mengambil ponsel Pieter.


Anna segera memberi ponsel tersebut kepada Pieter untuk segera membuka kode ponselnya.


Anna langsung menghubungi rumah sakit setelah Pieter menyerahkan ponselnya kembali.


Ambulans pun tiba tanpa menunggu lama.


Anna memakai jas pengantin yang di gunakan Pieter semalam, Untuk menutupi pakaiannya yang terlalu terbuka.


Ambulans pun membawa Pieter ke rumah sakit pusat, Dimana ia biasa di rawat.


"Kau tahan sebentar ya. Kita akan segera sampai di rumah sakit." Ucap Anna yang terus menemani Pieter


Tapi di tengah perjalanan Pieter tiba-tiba tidak sadarkan diri.


"Pieter! Bangunlah. jangan membuat aku takut." Ucap Anna sembari menepuk pipi Pieter


Anna meminta sopir ambulans untuk berjalan lebih cepat, Karena kondisi Pieter yang semakin kritis.


Setelah sampai di rumah sakit, Pieter pun segera di tangani.


Walaupun juga Anna seorang dokter. Tapi Anna di minta untuk menunggu di luar, Karena ini bukan rumah sakit tempat ia bekerja.

__ADS_1


Anna masih sangat panik. Ia pun mencoba menghubungi Emi. Sedikit banyak, Emi tau tentang kesehatan Pieter.


Satu jam kemudian Emi pun sampai di rumah sakit.


"Bagaimana keadaan Pieter?" Tanya Emi


"Entahlah. Saat dalam perjalanan Pieter tiba-tiba tidak sadarkan diri." Jawab Anna


"Kau tenangkan dirimu. Semuanya pasti akan baik-baik saja." ucap Emi lagi.


"Apa mungkin ini karena pesta semalam, Dan terlalu kelelahan." Gumam Emi


"Tapi kenapa kau ijinkan dia untuk mengadakan pesta semalam. Seharusnya kau melarangnya, Emi." Ucap Anna


"Aku tidak memiliki kuasa untuk menghentikan keinginannya, Anna." Emi


"Sekarang kita berdoa saja. semoga Pieter baik-baik saja." Emi mencoba menenangkan Anna


Dokter yang menangani Pieter pun keluar dari ruangan UGD.


"Bagaimana dokter?" Emi langsung sigap bertanya


"Sepertinya malam ini juga kita harus segera melakukan transplantasi." Jawab sang dokter


"Tapi bagaimana dengan keadaan Pieter?" Anna ikut bertanya.


"Kami akan segera melakukan persiapan untuk operasi malam ini." ujar dokter lalu pergi meninggalkan Anna dan Emi


Anna terduduk lemas di kursi ruang tunggu.


Tapi Emi tidak bisa terus menemani Anna, karena ia ada pekerjaan penting.


Seharian Anna hanya duduk di depan ruangan Pieter.


Pieter masih berada di ruang IGD dan belum bisa di temani.


Anna memeluk tubuhnya karena merasa dingin. Tapi tiba-tiba ponsel Pieter yang semalam ia kantongi di dalam jas berdering.


Anna pun menerima panggilan tersebut tanpa bersuara, Karena seseorang di sana langsung berbicara


"Tuan. Keadaan Anak ini sudah membaik, Dokter pun sudah memperbolehkan untuk di bawa pulang ." Ucap seorang pria di lain telpon


"Ini Aku, Anna. Bawa saja anak itu ke rumah sakit pusat kota. Karena Pieter sedang kritis." Jawab Anna

__ADS_1


"Baik Nona." Jawab pria dalam telpon tersebut.


Anna pun kembali menaruh ponsel tersebut kedalam saku jas yang ia kenakan.


Tiga orang pria bertubuh kekar menghampiri Anna. Dan salah satu dari mereka mengendong anak dari sahabat Pieter yang telah tiada.


Anna langsing berdiri, melihat anak tersebut.


"Gadis kecil. Syukurlah kau sudah baik-baik saja." Ucap Anna sembari memangku anak tersebut.


"Bagaimana keadaan tuan, Nona?" Tanya anak buah Pieter


"Dia sedang kritis. Dan akan melakukan operasi malam ini." Jawab Anna


"Apa kami bisa membantu sesuatu? Maksudku mau di belikan makanan atau apapun untukmu, Nona.?" Tanya anak buah Pieter lagi.


"Ya. Belikan aku beberapa pakaian yang longgar. Belikan juga makanan untuk anak ini." Ucap Anna


Salah satu dari mereka pun pergi untuk membeli sesuatu yang di inginkan Anna.


Sementara dua orang lainnya tetap menemani Anna.


Hingga malam hari tiba, Pieter tak kunjung sadarkan diri.


"Bawalah anak ini pulang. Dan bawa dia kemari besok pagi." Suruh Anna


"Baik, Nona." Jawab anak buah Pieter


Satu jam lagi Pieter akan segera di operasi, Emi pun terlihat datang untuk ikut dalam pengerjaan transplantasi yang akan di lakukan Pieter.


"Tenanglah Anna, Semuanya akan baik-baik saja." Ucap Emi yang menemani Anna sebentar.


"Emi, Tolong selamatkan Pieter." Ucap Anna lirih.


"Bukankah seorang dokter sudah di sumpah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pasiennya." Jawab Emi


Anna kembali terdiam.


"Baiklah, Operasi akan segera di lakukan. Doakan saja agar semuanya berjalan seperti yang kita harapkan." Kata Emi sebelum meninggalkan Anna


Lagi-lagi Anna duduk sendirian.


Ia semakin khawatir saat operasi sedang berjalan.

__ADS_1


Anna duduk tertunduk sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Ribuan doa ia berikan untuk keselamatan Pieter.


__ADS_2