
Hari ini Anna sedang tidak ada jadwal di kampus.
Seperti biasa, Ia akan menghabiskan banyak waktu di kamarnya.
Anna membuka gawai-nya untuk sekedar melihat berita atau hiburan. Dan benar saja.
Topik trending dalam pemberitaan adalah tentang Alex dan Cassandra yang sedang berbulan madu.
Mungkin karena sudah mulai bisa menerima kenyataan, Anna pun tidak lagi bereaksi apapun saat melihat berita tentang Alex dan Casandra.
"Apa kau sedang mencari informasi tentang dia?" Ujar Pieter yang tiba-tiba berdiri di samping Anna.
Anna yang terkejut segera menyembunyikan ponselnya.
"Maaf, Aku mengejutkanmu. Aku sudah mengetuk pintu beberapa kali, Tapi Tidak mendapatkan jawaban." Ucap Pieter lagi.
"Tidak apa-apa." Jawab Anna sedikit gugup.
"Apa kau masih terus mengingatnya?" Tanya Pieter sembari duduk di kursi.
"Tidak. Tadi aku hendak menelpon temanku tapi tidak sengaja melihat berita mereka." Jawab Anna mengelak
"Santai saja. Aku datang ke kamarmu untuk mengajakmu makan siang dan berbelanja. Belakang ini kita jarang sekali memiliki waktu luang seperti ini." Kata Pieter.
"Baiklah. Aku akan bersiap-siap." Jawab Anna
"Aku tunggu di bawah." sahut Pieter Sambil berjalan menuju pintu.
Tapi Pieter menghentikan langkahnya saat hendak membuka pintu.
Pieter berbalik badan dan kembali mendekati Anna.
"Aku hampir saja tidak menyadarinya" Ujar Pieter yang membuat Anna heran
"Aku suka gaya rambutmu yang baru. Kau terlihat sangat cantik Anna." Ucap Pieter sembari mengusap rambut Anna
__ADS_1
Anna hanya diam mematung saat Pieter mengusap rambutnya.
"Aku senang, Anna yang dulu sudah mulai kembali." Kata Pieter lagi setelah memperhatikan kalau tubuh Anna sudah mulai kembali berisi.
Setelah beberapa waktu lalu mengalami depresi sehingga berat tubuhnya turun drastis.
Setelah Pieter meninggalkan kamarnya, Anna menatap pantulan dirinya di cermin.
Ia tidak tau, Bagaimana perasaannya saat ini.
Belakangan ini ia menjalani hidup tanpa rasa sedih mau pun senang.
Semuanya seolah berjalan biasa saja, Tanpa perasaan.
Anna menyisir rambutnya dan pergi menemui Pieter yang sudah menunggu.
Mereka pun pergi ke sebuah pusat perbelanjaan.
Pieter membawa Anna ke sebuah restoran cepat saji untuk makan sebelum pergi berbelanja.
Pieter sangat menyukai pemandangan ini.
Dengan refleks Pieter mengusap mayonaise yang tersisa di ujung bibir Anna. Sehingga membuat Anna seketika menjadi canggung.
"Maaf, Tadi Ada mayonaise di ujung bibirmu." Pieter segera meminta maaf karena sudah lancang.
"Tidak apa-apa." Jawab Anna sembari mengusap bibirnya dengan tisu, Takut masih ada sisa mayonaise di bibirnya.
"Beberapa hari terakhir aku sudah mencari pekerjaan, Tapi Aku Belum mendapatkan yang pas dengan jadwal kuliahku." Ujar Anna tiba-tiba.
Pieter meletakkan sendok makan yang ia pegang lalu mengelap bibirnya dengan tisu.
Ia pun mulai menanggapi ucapan Anna tadi.
"Pekerjaan? Untuk siapa?" Tanya Pieter
__ADS_1
"Untukku. Aku tidak mungkin selamanya menjadi benalu di rumahmu." Jawab Anna
"Benalu? Apa maksudmu?" Pieter benar-benar tidak mengerti.
"Tinggal dan di biayai oleh orang lain tanpa kontribusi apapun, Apalagi kalau bukan benalu?" Anna
"Kenapa kau berpikir seperti itu? Ayolah Anna, Aku bahkan tidak sampai berpikir begitu." Pieter
"Tapi Pieter, Setidaknya biarkan aku memiliki harga diri dengan tidak bergantung padamu." Anna
Pieter terdiam. Dia tidak tau harus menjawab apa?
"Apa kau tidak ingin tinggal di rumahku? lalu kau akan tinggal dimana? Dan bagaimana dengan pendidikanmu?" Pieter
"Aku hanya tidak terbiasa bergantung pada orang lain seperti ini." Jawab Anna
"Baiklah. Kita bicara ini di rumah. Sekarang kita pergi belanja kebutuhanmu." Pieter pun menutup pembahasan mereka.
Pieter berkeliling di pusat perbelanjaan untuk membeli segala kebutuhan Anna.
Tinggal bersama dengan waktu yang cukup lama membuat Pieter tau apa yang ana pakai dan butuhkan.
"Ambilah apa yang kau butuhkan lagi." Suruh Pieter.
Tapi Anna hanya berjalan mengikuti Pieter tanpa mengambil apapun.
Setelah selesai berbelanja mereka kembali pulang.
Suasana pun hening saat mereka berada di mobil saat perjalanan pulang.
Pieter menepikan mobilnya lalu berhenti. Pieter menatap Anna yang menghindari kontak mata dengannya.
"Anna tolong dengar kata-kataku. Untuk saat ini kau jangan memikirkan apapun. Fokuskan saja hidupmu untuk meraih cita-citamu menjadi seorang dokter hebat."Ujar Pieter
Anna hanya diam.
__ADS_1
"Jangan pikiran apapun sebelum kau berhasil menjadi dokter. Kalau kau sudah menjadi dokter, Aku akan mengijinkan kau untuk tinggal di manapun." Sambung Pieter lalu kembali mengemudikan mobilnya.