
Sudah enam bulan Anna terkurung di rumah Pieter.
Hari-hari berat pun berhasil Anna lewati sampai kehamilannya membesar.
Hampir setiap hari Anna memohon kepada Pieter agar melepaskannya dan membiarkannya pergi.
Tapi Pieter tidak pernah menggubris keinginannya.
Memang, Pieter memperlakukannya dengan sangat baik. Tapi tetap saja Anna menginginkan kehidupannya yang dulu bersama Alex.
Anna seperti sudah kehabisan cara dan kata-kata untuk membujuk Pieter, Sehingga Anna memilih berdamai dengan keadaannya saat ini.
Setiap pagi Anna rutin melakukan olahraga untuk ibu hamil.
Ia pun lebih memperhatikan nutrisi untuk bayi dalam kandungannya.
Bayi ini adalah satu-satunya teman untuk Anna.
Setiap hari Anna mencoba bercengkrama dengan berbicara sambil mengusap-usap perutnya.
"Bagaimana keadaanmu"? Ucap Pieter.
Anna menoleh sesaat, Tapi tidak menjawab pertanyaan Pieter.
"Sampai kapan kau akan bersikap seperti ini padaku?" Kata Pieter lagi.
"Dan sampai kapan kau akan mengurungku di sini?" Jawab Anna
"Ayolah Anna. Asal kau tau, Alex tidak pernah perduli Dengan keadaanmu. Di saat kau bersedih menangisinya dia sedang bersenang-senang di luar sana." Pieter mulai kesal.
"Cukup! Jangan pernah katakan hal buruk tentang Alex." Bentak Anna.
"Baiklah. Aku tidak akan mengatakan apapun lagi tentang dia." Jawab Pieter mengalah
"Aku akan pergi Untuk beberapa hari kedepan.
Aku harap kau tidak melewatkan makan dan minum obatmu. Jadilah perempuan penurut." Kata Pieter sembari menyelipkan anak rambut Anna yang menutupi wajahnya.
"Kalau kau menginginkan sesuatu minta saja pada anak buahku." Ucap Pieter lagi.
Walaupun Anna terus mengabaikannya Pieter selalu perhatian terhadap Anna.
"Dan satu lagi. Jangan pernah berpikir untuk keluar dari tempat ini, Karena itu akan membuatku marah." Ucap Pieter Sebelum pergi.
Anna berjalan ke arah kaca dan memandangi suasana luar Sambil mengelus perutnya.
Belakangan ini Anna sudah semakin jarang menangis.
Ia menuruti perkataan dokter untuk menjaga emosinya untuk kesehatan janin dalam kandungannya.
🍂🍂🍂🍂🍂
"Baby, Aku senang sebentar lagi kita akan bertunangan. Aku sempat sedih saat kau menjauhiku Waktu itu. Aku pikir kau menyukai perempuan kampung itu." Ujar Cassandra sembari membelai rambut Alex.
Setelah selesai syuting semalam, Alex memilih pulang ke tempat Cassandra.
Sejak Anna tidak ada lagi di kehidupannya. Alex kembali menjalin hubungan dengan Cassandra.
Bagaimanapun, Cassandra adalah satu-satunya perempuan yang menemaninya sejak lama.
__ADS_1
Untuk itu Alex tidak menolak saat Ayah Cassandra meminta mereka untuk segera bertunangan.
Casandra ikut berbaring di sisi Alex.
Alex pun tidak menolak saat Cassandra menciumi pipinya.
"Aku ingin acara yang mewah untuk pertunangan kita nanti. Aku yakin kita akan menjadi pasangan paling serasi di negeri ini." Ujar Casandra Sambil berangan-angan.
"Oh, Iya. Kalau boleh tau sejak kapan kau memberhentikan gadis kampung itu sebagai asistenmu?" Tanya Cassandra.
"Sudahlah! Jangan bicarakan tentang dia lagi." Ucap Alex sembari bangkit dari tempat tidur , Dan pergi ke kamar mandi.
Senyum simpul pun hadir di wajah Cassandra.
Ia senang kalau Alex sudah benar-benar lepas dari Anna.
🍂🍂🍂🍂🍂
Livia menyuapi tuan Abraham dengan sangat telaten.
Setelah selesai memberikan makan, Livia pun memberikan obat untuk tuan Abraham lalu memapahnya ke tempat tidur.
Setelah menyelimuti tubuh tuan Abraham, Livia pun pergi meninggalkan kamar tuan Abraham.
Livia pun duduk sejenak di sofa ruang tengah yang kebetulan sedang sepi untuk beristirahat sejenak.
"Bagaimana keadaan Ayah?" Tiba-tiba terdengar suara Jose.
"Kau sudah pulang,Tuan?" Jawab Livia pun bangkit dari rebahan-nya.
Sudah beberapa hari Jose meninggalkan rumah karena harus mengurus pekerjaan di luar kota.
"Kau mau kemana? Duduk saja." Kata Jose lagi.
"Tuan baru saja makan dan minum obat. Mungkin saat ini sudah tidur." Jawab Livia
"Baguslah!" Jose
"Bagaimana dengan kakimu? Apa masih sakit?" Tanya Jose
"Kakiku sudah membaik tuan." Jawab Livia
"Kalau begitu kau tidak keberatan kan kalau menemaniku makan malam?" Kata Jose
"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi ke dapur dan menyiapkan makanan untukmu." Jawab Livia
"Maksudku makan di luar, Nona LIVIA HUTAMI"
"Makan di luar? Apa tuan tidak salah?" Livia
"Apa kau keberatan?" Jose
"Aku tidak keberatan, Tapi--" Livia
"Kalau kau tidak keberatan, Ayo kita pergi sekarang." ucap Jose Sambil menarik tangan Livia.
"Apa aku tidak perlu berganti pakaian?" Tanya Livia, Karena ia masih menggunakan kostum Maid-nya.
"Tidak perlu, Tidak tidak ada yang salah dengan pakaianmu." Jawab Jose.
Jose pun membukakan pintu mobil untuk Livia.
__ADS_1
"Kau jangan tegang begitu Lyly, Kita ini kan berteman." Ucap Jose saat melihat Livia seperti tegang.
"Apa tuan tidak malu di temani gadis berpakaian maid seperti saya?"
"Tidak, Lily. Kamu tenang saja. Anggap saja makan malam ini sebagai tanda terimakasih dariku karena kau telah merawat ayahku dengan baik." Kata Jose.
Jose pun memilih sebuah restoran untuk mereka makan malam.
Livia menelan salipannya saat memasuki restoran yang sangat mewah menurutnya.
"Kenapa kau diam saja? Ayo cepat!" Jose pun menggenggam tangan Livia."
Livia merasa sangat malu ketika melihat orang-orang menatapnya dengan tatapan aneh.
Mungkin karena Livia masih menggunakan kostum Maid-nya.
"Tuan!" Livia menghentikan langkahnya
"Ada apa?" Tanya Jose
"Saya malu. Lihatlah banyak orang yang memperhatikan Kita." Ujar Livia.
Jose sangat mengerti apa yang di maksud Livia. Mungkin orang-orang merasa aneh ketika melihat seorang pria tampan nan gagah bergandengan tangan dengan seorang maid.
Jose pun membuka Hoodie yang di pakainya dan memakaikannya pada Livia di depan semua orang.
"Masalah sudah selesai, Sekarang kita sudah bisa Makan bukan?" Jose
"B- Baiklah." Jawab Livia
Jose pun memilih sebuah Table dekat jendela yang masih kosong.
Pemandangan kota terlihat jelas dari table mereka.
"Apa kau suka dengan pemandangannya?" Tanya Jose.
"Ya. Pemandangannya sangat indah." Jawab Livia
"Baguslah kalau kau suka." Jose
Jose pun meminta Livia untuk memilih menu yang akan di pesannya.
"Di restoran kaya gini ada gado-gado nggak ya?" Gumam Livia.
"Ada apa Lyly? apakah kau mengatakan sesuatu?"
"Oh. Tidak tuan, Saya tidak mengatakan apa-apa." Jawab Livia Sambil tersenyum.
Livia pun memilih satu menu.
Menurutnya menu ini tidak terlalu aneh seperti menu yang lainnya.
Bersambung....
Next episode kita cari tau dari mana asal muasal si Livia ini.
Kenapa tiba-tiba nyasar di mari.
Oke!
Jangan lupa like dan komentar ya.
__ADS_1
Terimakasih....