
Setelah selesai berbincang dengan James Alex pun menghampiri sang ayah.
Alex melihat sebuah senyuman yang merekah di bibir sang ayah saat sedang bercengkrama dengan Anna yang sudah lebih dulu menghampiri tuan Abraham,(Ayah alex).
Sudah cukup lama Alex tidak melihat sebuah senyuman di wajah sang ayah sejak kejadian di masa lalu.
FLASH BACK ON (15 Tahun yang lalu)
Kemarahan dan Kebencian Seolah sudah melekat dalam jiwa seseorang Alexander lorin sejak masih berusia remaja (Lima belas tahun).
Sang ibu pergi meninggalkan dirinya dan kedua adik nya James lorin adik pertama nya yang hanya berjarak tiga tahun dengan Alex dan Evan lorin adik bungsu nya yang masih ber usia empat tahun saat itu.
Sang ibu meninggal kan tiga anak malang tersebut Setelah sebelumnya ayah alex telah lebih dulu pergi untuk selamanya karena tragedi pembunuhan.
Demi kehidupan mewah Ibu Alex lebih memilih hidup bersama seorang pria kaya dan meninggalkan Alex bersama kedua adik nya.
Di usia Remaja Alexander harus bertanggung jawab untuk kedua adik laki-laki nya.
dengan tenaga seorang anak remaja yang di buat seperti orang dewasa Alex Bekerja keras untuk menghidupi diri dan kedua adik nya.
Berkat jasa dari salah satu temannya, Alex bisa Bekerja di sebuah pabrik senjata ilegal.
Hidup tanpa orang tua membuat Alex kecil harus menjadi seorang yang tangguh, harus siap berteman dengan siapa saja. Berteman dengan para orang dewasa, bahkan penjahat sekalipun.
Hingga suatu hari seorang aktor ternama yang menjadi pelanggan di tempat alex bekerja, Tertarik dengan ketangguhan yang dimiliki Alex.
__ADS_1
"siapa nama mu nak,!" tanya Jose Abraham seorang aktor ternama.
"nama saya Alexander Tuan" jawab Alex
" jam berapa kamu selesai bekerja?"
" jam 5 sore tuan"
" baiklah, nanti sore anak buahku akan menjemputmu untuk ke rumahku,"
" tapi untuk apa Tuan?" tanya Alex kecil heran
" tidak apa-apa, Aku hanya ingin mengenalmu."ucap pria tersebut.
"baiklah,! sampai jumpa di rumahku nanti sore"
"baik Tuan" ucap Alex sebelum pergi untuk melanjutkan pekerjaannya.
Pukul lima sore para pekerja bersiap untuk pulang, Setelah selesai bersiap Alex pun keluar dari gudang pembuatan senjata tersebut, Alex melihat sebuah mobil mewah yang sudah terparkir di depan gudang dengan seorang pria bertubuh tegap yang berdiri di samping nya.
Pria tersebut pun menghampiri Alex.
"Apa Anda yang bernama Alexander," tanya pria tersebut.
"Iya saya Alexander, Apa Anda orang dari tuan Jose Abraham," Tanya Alex
__ADS_1
"Iya.Masuklah" Ujar pria tersebut dan membukakan pintu mobilnya untuk Alex.
Pria tersebut pun membawa Alex pada sebuah mansion besar yang bertuliskan Jose Abraham pada pintu gerbangnya.
Melihat sebuah mansion besar Alek teringat dengan masa kecilnya. Yang sempat hidup dalam kemewahan, Namun semuanya hilang.
Kematian sang ayah membuat kehidupan Alex berubah 180 derajat. Seluruh kekayaan milik sang ayah pun lenyap tanpa jejak karena penghianatan dari orang orang kepercayaan sang ayah.
Pria itu pun membawa Alex pada suatu ruangan dalam mansion tersebut.
Tuan Jose Abraham pun sudah duduk menunggu Alex.
"Selamat datang di rumahku nak" ucap Jose Abraham yang mempersilahkan Alex untuk duduk.
"terima kasih Tuan," Dengan banyak pertanyaan dalam benak Alex pun duduk di dekat tuan Abraham.
"Sebenarnya,ada keperluan apa tuan meminta saya untuk datang ke sini." Ujar Alex
"Tidak ada apa apa. Aku hanya ingin lebih mengenal mu." Jawab tuan Abraham
Alex hanya mengerut kan dahinya kare merasa heran dengan tuan Abraham.
"Jangan terlalu tegang, Aku hanya ingin sedikit berbincang saja dengan mu." ujar pria berusia Tampan berusia empat puluh tahun tersebut dengan sangat lembut.
Tuan Abraham pun banyak bertanya tentang kehidupan Alex. Karena merasa nyaman saat berbincang dengan tuan Abraham. Alex pun menceritakan segala kisah hidupnya yang harus bekerja keras untuk menghidupi kedua adik nya, hingga akhirnya harus bekerja di tempat senjata ilegal tersebut.
__ADS_1