Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 11


__ADS_3

Anna masih terisak di tempat pemakaman kedua orang tuanya...


Orang orang pun meninggalkan Anna Setelah mengucapkan Turut berdukacita,


Kini hanya tinggal dirinya yang bersimpuh di antara makam kedua orang tuanya, seorang tetangga dan juga Alex yang sejak tadi berdiri di belakangnya.


"Sudahlah Ann ikhlas kan kedua orang tua mu, Sebaiknya Kita pulang " Ucap salah seorang.


Dengan tubuh yang lemas Anna berusaha bangkit, Alex pun membantu memapah Anna untuk kembali ke rumah ibunya.


Alex memberikan segelas air putih saat sampai di rumah orang tua Anna,


Anna pun meneguk nya hingga tandas, Menangis sejak semalam membuat tenggorokan nya terasa kering.


"Tuan, silahkan kalau tuan mau kembali ke kota, biar saya mengundurkan diri saja dari pekerjaan saya," Ucap Anna lirih.


"Istirahat lah, Besok kita akan kembali ke kota," Ucap Alex datar.


"Tidak tuan, Saya tidak akan kembali," ucap Anna


"Kenapa?" tanya Alex


"Saya pergi ke kota untuk mengejar impian saya untuk menjadi seorang dokter, karena ingin membuat kedua orang tua saya bangga,


Saat ini mereka sudah pergi, Jadi untuk apa lagi saya ke kota," ujar Anna putus asa.


" Bukan kah kamu sudah berjanji, untuk mewujudkan cita-cita mu,? Buatlah mereka bangga di atas sana," jawab Alex dengan mimik yang datar.


Anna hanya terdiam dan mencoba untuk tidur di sisa tangisannya.


Alex yang merasa lelah, membaringkan tubuhnya di atas sofa lusuh di rumah orang tua Anna.

__ADS_1


pagi hari....


Anna bangun pagi pagi sekali,dan bergegas untuk mandi dan merapikan penampilan nya yang berantakan sejak kemarin.


Anna pun segera pergi ke dapur untuk membuat sarapan pagi untuk Alex,


Anna tau Alex tidak makan sejak kemarin.


Semalaman Anna mencoba mencerna apa yang di katakan oleh Alex, Bahwa dirinya harus melanjutkan mimpi nya untuk menjadi seorang dokter.


Anna menyimpan sepiring nasi goreng di meja dekat Alex tertidur, Anna tak berani membangunkan Alex yang sedang terlelap.


Anna duduk di kursi untuk menunggu Alex bangun.


"Tuan sudah bangun, Ini sarapannya, bukankah kita harus bersiap untuk kembali ke kota." Ujar Anna sambil tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa.


Alex merasa heran dengan sikap Anna yang jauh berbeda dari semalam.


🌼🌼🌼


"Terimakasih tuan!" Ujar Anna saat dalam perjalanan kembali ke kota.


"Terimakasih Untuk apa?" Alex balik bertanya


"Untuk.. Untuk segalanya." jawan Anna ragu.


Tapi kali ini Alex tidak menjawab ucapan Anna.


"Dasar manusia aneh, Kemarin dia sangat baik padaku, Tapi sekarang menjawab perkataan ku saja tidak" Anna menggerutu dalam hati.


Keheningan membawa fikiran Anna kembali mengingat kepergian kedua orang tuanya.

__ADS_1


Anna mengambil sebuah figura yang bergambar sebuah foto Anna dan orang tuanya yang ia bawa dari rumah, Anna memandangi dan memeluknya hingga tak terasa dirinya pun terlelap.


Alex sedikit mencuri pandang saat mengemudi, Terlihat jelas raut kesedihan di wajah Anna.


Setelah sampai di parkiran rumah. Alex melihat Anna masih tertidur,


Karena Tak ingin menggangu Anna yang masih terlelap Alex mengurungkan niatnya untuk membangun kan Anna,


Karena tubuh Alex terasa pegal setelah melaksanakan perjalanan cukup panjang,Alex pun sedikit merebahkan kursi kemudinya dan ikut terlelap dalam mobil.


Anna melihat Alex yang ikut terlelap di sampingnya.


Anna membangunkan Alex dengan menyentuh lengan alex dengan telunjuk.


Alex membuka matanya saat merasa ada yang menyentuh,


"Sejak kapan kita sampai tuan?"


Alex melihat arloji yang melingkar di tangan nya,


"Sejak satujam yang lalu," Ucapnya datar


"Kenapa tuan tidak membangun kan saya,?"


Tanpa menjawab,Alex pun keluar dari mobilnya, yang di ikuti Anna.


Alex segera membersihkan diri saat sampai di apartemen, Dan merebah kan tubuhnya yang terasa sangat lelah.


Timbul sedikit rasa iba ketika bayangan Anna sedang menangis tersedu sedu di atas pusara kedua orang tuanya.


Kehilangan orang yang begitu di sayangi memang lah terasa berat.

__ADS_1


Alex pun pernah mengalami kesedihan itu, Kesedihan saat di tinggalkan oleh ayahnya.


__ADS_2