
Setelah cuti selama dua hari, Akhirnya Anna kembali kepada rutinitas sehari-harinya.
Dengan tergesa-gesa Anna segera turun dari kamarnya yang ada di lantai atas.
Anna segera pergi untuk mencari taksi, Tapi sudah hampir sepuluh menit ia menunggu belum juga ia dapatkan taksi.
Hingga mobil mewah berwarna hitam metalik berhenti tepat di hadapannya."Naiklah! Aku akan mengantarkanmu."Ucap Alex yang menurunkan kaca mobilnya.
Anna mundur tiga langkah, Untuk menjauh dari Alex.
"Tidak. terimakasih!." Tolak Anna
"Ayolah dokter Anna. Pasienmu pasti sudah menunggu." bujuk Alex
Anna tidak menghiraukan Alex. Anna pergi dari tempat ia berdiri menuju jalanan yang lebih ramai.
Tapi Alex terus saja mengikutinya.
"Tolong pergilah. Jangan mengangguku terus." Ketus Anna
"Aku akan terus mengikutimu Anna."Alex tetap bersikeras
Anna terus melangkahkan kakinya sampai ia menemukan taksi, dan segera memberhentikannya.
Anna segera menaiki taksi tersebut dan pergi meninggalkan Alex dan mobilnya.
Alex sedikit menggerutu saat Anna meninggalkannya.
"Aku akan mendapatkanmu lagi Anna." Kata Alex bermonolog
Setelah sampai di rumah sakit Anna segera masuk dan berjalan menuju ruangannya.
"Hei, Aku senang kau sudah kembali bekerja." Kata Emi yang kebetulan berpapasan.
"Ya. Aku sudah merasa lebih baik." Jawab Anna
Emi mengikuti Anna ke ruangannya.
__ADS_1
"Baguslah! Jadi besok kau sudah bisa mengurus pasienku."
"Besok? Bukankah kau bilang pekan depan?" Anna
"Awalnya begitu. Tapi Acara keluargaku di majukan." Jelas Emi
"Memang kau ada acara apa?" Tanya Anna
"Entahlah. Ibuku memaksaku untuk mengambil cuti dan ikut ke luar kota selama satu pekan ini." Emi
"Baiklah." jawab Anna setuju
"Nanti sore Aku akan mengantarmu, ke rumah pasienku." Kata Emi lalu keluar dari ruangan Anna
Anna duduk sejenak dan teringat kejadian tadi.
Kejadian dimana Alex terus saja menganggunya.
"Melihatnya benar-benar membuatku takut. Ya Tuhan. kenapa kau pertemukan lagi aku dengan dia." Ucap Anna dalam hati.
Anna menarik nafas dalam-dalam lalu membuang bayang-bayang Alex bersama hembusan nafasnya.
Sore hari, Anna pulang bersama Emi.
Emi mengantarkan Anna pergi ke tempat pasiennya.
Saat dalam perjalanan, Sesekali Anna dan Emi berbincang.
Tapi Anna tertegun sejenak saat melewati jalan yang tidak asing menurutnya.
Anna hanya diam. Ia tidak bertanya apapun pada Emi.
Mungkin hanya dekat saja? Pikir Anna
Tapi pikirannya benar-benar salah, Saat Emi berhenti di depan sebuah rumah megah.
"Ada apa? Ayo cepat turun?" Emi kembali memanggil Anna yang terdiam di dalam mobil.
__ADS_1
"Baiklah." Anna mengikuti Emi yang berjalan mendekati pintu rumah besar tersebut.
Kalau dulu rumah ini di jaga oleh banyak penjaga, Tapi sekarang tidak ada. hanya ada beberapa penjaga saja yang berjaga di pintu gerbang.
Banyak pertanyaan dalam benak Anna.
Siapa yang sakit? Bukankah rumah ini hanya di huni oleh Pieter. Apakah Pieter sakit?
Seorang maid membukakan pintu.
"Tuan sudah menunggu Bu dokter di kamarnya." Ujar maid yang membukakan pintu
"Baiklah, Aku akan segera ke kamarnya." Jawab Emi
Anna berjalan gontai saat mengikuti Emi berjalan menuju kamar Pieter.
Emi mengetuk pintu kamar Pieter.
"Masuklah, Dokter Emi." Ujar Pieter dari dalam kamar
Anna masih bungkam sembari mengekor di belakang Emi.
Pria tampan nan bugar kini terlihat lemah dengan wajah pucat, Namun masih sibuk dengan laptopnya.
"Aku kira kau tidak dat--" Pieter tidak melanjutkan ucapannya saat menyadari keberadaan Anna.
"Aku pasti datang. Perkenalkan! Ini dokter Anna. Dia akan menggantikanku saat aku cuti." Ucap Emi yang memperkenalkan Anna
Anna pun sedikit membungkuk memperkenalkan diri.
Anna sengaja melakukan ini. Bukan apa? Anna hanya belum siap menjelaskan segalanya jika Emi tau kalau dia mengenal Pieter.
Pieter pun mengerti dan menjulurkan tangannya untuk berjabatan.
"Senang berkenalan dengan anda dokter Anna." Ucap Pieter
Anna hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Pieter.
__ADS_1
Anna hanya diam dan memperlihatkan Emi saat memeriksa keadaan Pieter.