
"Kenapa kau menangis?" Tanya Alex yang tiba-tiba datang Dan melihat Anna menangis.
"Ah tidak, aku tidak menangis." Jawab Anna Sambil mengusap pipinya kasar.
"Kau pikir aku buta!" Jawab Alex yang kini sudah berbaring di kasur yang sudah rapi.
"Sungguh, aku tidak menangis. Aku hanya mengingat ibuku." ucap Anna Sambil memutar duduknya ke arah Alex.
Anna menghela nafasnya yang terasa berat.
"Kau tau? ibuku itu sangat cerewet. Apalagi kalau sudah tau kalau aku membeli poster-postermu, dia pasti akan memarahiku." jawab Anna Sambil tersenyum sedih.
"Kenapa ibumu memarahimu?" Tanya Alex penasaran.
Karena tertarik dengan ucapan Anna, Alex pun duduk dari tidurnya dan menyandarkan kepalanya di kepala ranjang.
"Ya, karena aku membeli poster-postermu dari jatah makan siang ku di sekolah. Ibu takut aku sakit kalau terlalu sering melewatkan makan." jelas Anna.
"Whatt!!!. Jadi kamu rela tidak makan hanya demi membeli poster ku?" Ucap Alex terkejut.
Anna menjawab dengan anggukan malu.
"Jadi kau sudah terobsesi padaku sejak masih sekolah?"
"Heemm.." Anna menjawab dengan deheman, dan meneruskan membersihkan foto-foto yang ada di mejanya.
"Aku ingin tau, apa alasanmu begitu terobsesi padaku.?" Tanya Alex yang kini sedang berada di belakang Anna.
"Entahlah!" Jawab Anna singkat.
"Apa karena ketampananku?" Ujar Alex bangga.
"Ah sudahlah. lama lama kau bisa sangat besar kepala kalau terus-terusan di puji." Anna pun berdiri dan hendak pergi meninggalkan kamarnya.
__ADS_1
Belum sempat Anna membalikan tubuhnya, Alex sudah menarik tangannya dan membawanya tidur berbaring di ranjang.
"Hei, lepaskan aku." Ucap Anna menolak.
"Jawab Dulu pertanyaan dariku. Apa kau sering berkhayal bercinta denganku?" Tanya Alex Sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Anna.
"A-Apa yang kau katakan. Mana mungkin aku berkhayal seperti itu." Jawab Anna gugup.
Melihat Anna gugup Alex semakin mendekatkan wajahnya.
"Sudah. Mengaku saja." Desak Alex.
"Tidak. Aku tidak pernah berkhayal seperti itu." lagi-lagi Anna mengelak.
melihat Anna yang semakin salah tingkah Alex kembali mendekatkan wajahnya pada Anna, dan kini hidung mereka sudah beradu.
"Aku akan mewujudkan impian mu girls." bisik Alex di telinga Anna.
Anna semakin berdebar dibuatnya.
"Apa maksudmu?"
"Ssstttt,!! kali ini aku akan membayar segala pengorbananmu. Aku akan mewujudkan segala mimpimu dengan ku." Ucap Alex, meletakan jati telunjuknya di bibir pink Anna.
Anna hanya diam mematung melihat perlakuan Alex padanya.
Anna memejamkan matanya saat bibir Alex menyentuh bibirnya.
Anna membiarkan Alex merasuk kedalam mimpinya, kalau seandainya apa yang terjadi saat ini adalah sebuah mimpi.
Anna begitu menikmati ketika wajahnya di hujani kecupan lembut oleh Alex.
"Ahh.." Anna mendesah ketika Alex telah menghujani tubuhnya dengan kecupan.
__ADS_1
Melihat Anna begitu menikmati perlakuannya, Alex merasa terpacu untuk melanjutkan aksinya.
Satu persatu pakaian mereka tanggalkan, malam yang belum terlalu larut terasa begitu panas.
Annapun di buat begitu kewalahan dengan ke gagahan Alex.
Meski ini bukan yang pertama untuk Anna dan Alex. Tapi ini kali pertama mereka menyatu dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan.
Mereka begitu terlena dengan hangatnya malam ini, peluh yang bercucuran tak menghentikan permainan mereka.
Hingga akhirnya dua insan tergolek lemas dengan nafas yang saling tidak beraturan.
Alex merapikan rambut Anna yang sudah tak beraturan.
CUP..
Sebuah kecupan lembut kembali Alex darat kan di pipi Anna.
"Tidurlah. Maaf kalau aku terlalu membuatmu lelah."Ucap Alex
Anna tak berminat untuk menjawab ucapan Alex, tubuhnya terlalu lelah untuk bereaksi.
Anna pun terlelap dalam dekapan Alex.
""""""
Seriusan ini ngga ada yang mau komentar???
Yasudah lah. Tapi jangan lupa like ya.
dan jangan ragu untuk memberikan vote di karyaku ini.
Thank you....
__ADS_1