Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 78


__ADS_3

Setelah selesai mengucapkan janji suci.


Acara pun di lanjutkan dengan pesta dansa.


Awalnya Anna menolak untuk berdansa, Karena ia benar-benar tidak ada persiapan sama sekali.


Tapi Pieter meyakinkan Anna kalau dia pasti bisa.


Anna mengalungkan kedua tangannya di leher Pieter agar ia tetap berdiri seimbang, Karena saat ini kakinya berpijak di kaki Pieter.


"Kenapa kau melakukan ini?" Bisik Anna saat ia berdansa dengan Pieter


"Kenapa? Apa kau tidak menginginkan pernikahan ini?" Jawab Pieter


"Bukan begitu, Seharusnya kau tidak perlu melakukan hal sebesar ini. Pernikahan sederhana sudah cukup bagiku." Anna


"Tidak, Anna. Seluruh dunia harus ikut merasakan kebahagiaan yang sedang aku rasakan saat ini." Pieter mengeratkan tangannya di pinggang Anna


"Tapi aku khawatir dengan kesehatanmu. Seharusnya kau berisi total menjelang operasi." Mereka mengobrol sambil terus berdansa.


"Lupakan dulu tentang itu semua Anna. Malam ini kita nikmati pesta pernikahan kita." Pieter menempelkan dahinya dengan dahi Anna sembari terpejam.


"Seandainya Aku mati lebih cepat pun, Aku tidak keberatan. Setidaknya aku mati dalam keadaan bahagia." Sambung Pieter


"Berhentilah berbicara seperti itu." Jawab Anna


Pesta dansa pun selesai. Kini musik sudah berganti dengan musik yang lebih meriah.


Kali ini Pieter dan Anna memilih duduk di kursi pengantin sembari menyaksikan kehebohan yang di buat teman-teman mereka.

__ADS_1


Hingga pesta pun berakhir setelah pukul tiga dini hari.


beberapa orang perias kembali mengantarkan Anna ke kamar hotelnya.


Mereka membantu Anna membuka kembali pakaian dan aksesoris pengantinnya lalu pergi.


Sementara Pieter masih sibuk menyapa teman-temannya di pesta.


Tidak lama Emily datang menemui Anna.


"Aku lupa membawakan pakaian ganti untukmu. Tapi beruntung ada beberapa pakaian di mobilku. Jadi kau bisa memakai ini." Emi menyerahkan paper bag yang di bawanya.


"Baiklah. Terimakasih untuk semuanya." Anna


"Yasudah. Aku harus cepat pulang, Karena Pieter pasti akan segera datang." Emi pun meninggalkan Anna sendirian.



"Kenapa Emi memberikan aku pakaian seperti ini?" Ucap Anna setelah ia memakai pakaian yang di berikan oleh Emi.


Anna memperhatikan dirinya di hadapan cermin.


"Sepertinya Emily sedang mengerjaiku." Gerutu Anna sembari menatap dirinya yang terlihat aneh dengan pakaian seperti ini.


Sedang asik memperhatikan penampilannya, Anna melihat Pieter dari pantulan cermin di hadapannya.



Anna menoleh ke belakang. Dan menjadi salah tingkah.

__ADS_1


"K-Kau! Sejak kapan berada di sana?" Anna menjadi sangat canggung


"Aku baru saja sampai." Jawab Pieter lalu duduk di tepi ranjang dan membuka sepatunya


"I-ini pakaian dari Emi. Sepertinya Emi sengaja ingin mengerjaiku dengan memberiku pakaian seperti ini." Ucap Anna, Sembari meraih handuk kimono untuk menutupi pakaian seksinya.


Pieter tersenyum tipis.


"Tapi handuk itu tidak akan mampu menutupi keindahanmu, Di mataku Anna." Bisik Pieter lalu pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian.


Anna segera duduk bersandar di ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut.


Pieter keluar dari kamar mandi dengan pakaian rumah.


"Kau belum tidur?. Tidurlah! Kau pasti sangat lelah, Karena Belum beristirahat sejak tadi siang." Ujar Pieter sembari ikut duduk di ranjang.


Anna pun berbaring dan berpura-pura memejamkan matanya.


Pieter kembali tersenyum tipis melihat Anna yang seperti salah tingkah.


Kemudian ia pun ikut berbaring dan tidur.


Setelah hening beberapa saat, Anna Perlahan-lahan membuka kembali matanya.


Anna bernafas lega ketika tau kalau Pieter sudah terlelap.


Sesaat Anna memandangi wajah pulsa Pieter.


Ia masih tidak yakin dengan apa yang terjadi hari ini.

__ADS_1


__ADS_2