Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 54


__ADS_3

Enam bulan setelah kepergian Anna, Hidup Alex sudah kembali berjalan seperti biasanya.


Niat untuk berhenti dari dunia keartisan pun ia urungkan.


Alex semakin menyibukkan diri dengan kegiatan syuting yang padat.


Hubungannya dengan Cassandra pun kembali dekat.


Jauh di dalam lubuk hatinya masih belum bisa melupakan Anna.


Tapi mau bagaimana?


Anna sudah bahagia dengan lelaki pilihannya. Pikir Alex


Hari ini Alex hendak mengunjungi ayahnya.


Belakangan Alex jarang sekali menemui Ayahnya Karena ia bosan kalau Terus menerus di tanyai tentang Anna.


"Bagaimana kabarmu Alex?" Tanya tuan Abraham pada Alex yang baru datang.


"Aku baik, Ayah." Jawab Alex.


"Duduklah, Nak. Ayah ingin berbicara sebentar denganmu." Pinta tuan Abraham.


Alex pun duduk di Sofa yang dekat dengan kursi roda yang digunakannya tuan Abraham.


Ya. Beberapa bulan terakhir keadaan tuan Abraham semakin membaik.


Sehingga yang tadinya hanya berbaring di ranjang kini bisa duduk walaupun di kursi roda.


"Alex untuk kali ini dengarkanlah Ayah! Carilah Anna. Ayah khawatir terjadi sesuatu yang buruk padanya." Lagi-lagi Tuan Abraham meminta Alex untuk mencari Anna.


"Aku harus mencari kemana Ayah? Bahkan Aku tidak tau dia pergi kemana bersama pria itu." Jawab Alex kesal.


"Setidaknya carilah informasi dari manapun itu." Desak tuan Abraham.


"Sudahlah, Ayah. Jangan lagi membahas tentang perempuan itu. Mungkin saja perempuan itu sudah berbahagia sekarang." Jawab Alex.


"Aku pergi dulu." Alex pun langsung pamit pergi dengan terburu-buru Hingga tidak sengaja ia menabrak Livia yang sedang membawa nampan berisi makanan, air dan obat untuk tuan Abraham.


Ya. Sudah Tiga bulan Livia bekerja di rumah tuan Abraham.


Livia adalah seorang terapis kesehatan.


Tapi di tempat ini ia tidak hanya menjadi seorang terapis melainkan mengurus semua keperluan tuan Abraham.


Semenjak Anna pergi. Alex menjadi sangat jarang menemui ayahnya.


Sementara Jose pun memiliki kegiatan sehingga ia tidak bisa terus menerus menjaga Ayahnya.


Hingga akhirnya Jose pun mencari seorang untuk menjaga dan menemani Ayahnya.


Dan bertemulah dengan Livia.

__ADS_1


Livia tersungkur. Membuat semua isi nampan yang ia bawa tumpah berserakan.


Sementara Alex langsung pergi tanpa memperdulikan Livia yang tersungkur di lantai.


"Alex Apa yang kau lakukan?" Tuan Abraham sedikit murka.


Tapi Alex tetap pergi tanpa memperdulikan kemarahan tuan Abraham.


Jose yang mendengar keributan di kamar Ayahnya langsung menghampiri.


"Apa yang terjadi?" Ucap Jose saat melihat Livia terduduk di lantai dengan makanan yang berserakan."


"Jose tolonglah dia. Sepertinya kakinya terluka." Ujar tuan Abraham meminta Jose untuk menolong Livia.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Jose pada Livia.


"Iya! Aku baik-baik saja. Tapi Kaki ku sakit sekali." Jawab Livia.


"Jose cepat obati kakinya. Biarkan pelayanan yang membereskan ini." Ujar tuan Abraham.


Karena melihat Livia kesakitan dan sulit untuk berdiri, Jose pun memangku Livia. Dan membawanya ke sofa depan untuk di obati.


Jose mendudukkan Livia di sofa dan pergi mengambil obat.


"Tunggu sebentar! Aku akan kembali." Ucap Jose


Livia meringis kesakitan karena kakinya memar akibat terbentur meja.


Jose duduk di sebelah Livia dan menaruh kaki Livia di pangkuannya.


"Apa yang kau lakukan?" Ujar Livia saat Jose mengobati lukanya.


"Diam lah Lyly. Biar aku obati lukamu." Jawab Jose Sambil mengoleskan Krim pada kaki Livia yang memar.


Entah kenapa Jose lebih suka memanggil Livia dengan sebutan Lyli.


Mungkin agar mereka menjadi lebih akrab.


Livia meremas bahu Jose saat krim yang di oleskan Jose mengenai luka memarnya.


"Aku heran dengan kakakmu itu. Setiap datang kesini selalu saja marah-marah." Ucap Livia kesal pada Alex.


"Apa aku tidak salah dengar?" Ucap Jose


"Maksudmu?" Livia pun tidak mengerti


Jose menaruh kembali Krim yang tadi ia gunakan kedalam kotak.


"Kau tau kan kalau dia itu artis?" Tanya Jose


"Ya. Aku tau kalau kakakmu itu artis terkenal di negeri ini. Dan banyak digandrungi para gadis-gadis" Jawab Livia


"Dan kau tidak mengidolakannya?" Jose kembali bertanya dengan wajah heran.

__ADS_1


"Tidak!" Jawab Livia Sambil menggelengkan kepala.


"Lyly kau memang gadis langka!" Ucap Jose sembari memeluk Livia.


Livia pun berteriak kesakitan karena Jose tidak sengaja memegang luka di kakinya.


"Apa maksudmu?" Ujar Livia yang masih belum mengerti dengan Ucapan Jose.


"Kau adalah satu-satunya gadis yang tidak mengidolakan Kakakku." Jawab Jose bersemangat.


"Benarkah? Memangnya semua gadis mengidolakan kakakmu?" Jawab Livia


"Ya, Bahkan pernah ada gadis yang berpura-pura ingin menjadi kekasihku padahal tujuannya untuk mendekatkan kakakku." Jawab Jose.


Livia pun seketika terbahak-bahak mendengar pengakuan Jose.


"Benarkah!" Ujar Livia Sambil terus tertawa


"Ya." Jawab Jose


"Kasihan sekali kau ini." ucap Livia Sambil menahan agar tidak tertawa lagi.


Sebenarnya saat Livia baru memasuki rumah ini, Sikapnya tidak seperti ini.


Seperti pegawai pada umumnya Livia segan untuk berbicara berlebihan dengan Jose maupun tuan Abraham.


Tapi sikap Jose yang humble dan humoris membuat Livia semakin akrab dengan Jose.


Tidak jarang mereka berbagi candaan dan terbahak-bahak bersama karena mereka dua sosok yang sama sama humoris dan menyenangkan.


Di lain tempat....


Dengan keadaan kesal Alex langsung meninggalkan kediaman tuan Abraham.


Ia langsung memacu mobilnya dan pergi.


Alex mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Hingga ia menghentikan laju mobilnya saat di jalanan sepi.


Alex berteriak dan memukuli Gagang kemudinya.


Ia berteriak sangat kuat. Seolah ingin meluapkan kemarahan, dan rasa kecewanya.


Sekuat apapun Alex mencoba melupakan Anna dengan mencari kesibukan. Tetap saja, bayang-bayang tentang Anna enggan untuk pergi dari kehidupannya.


Terlebih Ayahnya selalu membahas tentang Anna.


Membuat Alex semakin frustasi.


Bersambung....


Astaga Alex gue sendiri yang bikin karakter lu, Tapi Malah gue yang Gedeg sendiri Ama Elu.

__ADS_1


__ADS_2