
Sang Mentari pagi mulai menunjukan sinarnya. Ia mencari celah untuk memberikan Sinar kehangatan pada semua manusia yang masih terbuai dalam mimpinya.
Anna mulai terjaga dari tidurnya.
Tidur yang terasa lebih nyaman dari biasa nya.
Aroma maskulin menyeruak di Indra penciuman nya.
Perlahan Anna membuka matanya, Sebuah rahang kokoh dengan senyum tipis sudah menyambut nya..
"Tuan Apa yang kau lakukan?" Ucap Anna Terkejut Saat ia terbangun dalam dekapan Alex.
"Aku tidak melakukan Apapun. Aku hanya tidur di tempat tidurku. Seharus nya Aku yang bertanya Sedang apa kau di tempat tidurku.?"
Anna berusaha memberontak dari dekapan Alex.
Tapi Alex semakin mengeratkan dekapan nya.
"Apa kau tak ingat apa yang terjadi semalam?" Ujar Alex dengan senyum Smirk nya.
Anna bernafas lega saat Anna meraba anggota tubuh nya dan pakaian nya masih terpakai dengan utuh.
"Kenapa? Apa kau benar benar berharap aku sentuh."Kata Alex yang membelai lembut rambut Anna.
"Tuan ijinkan saya untuk keluar dari sini." Ucap Anna memohon.
__ADS_1
" Apa kau ingat saat kau mengatakan kau mencintaiku semalam.. " Bisik Alex.
Anna benar benar gugup saat ini. Yang ada dalam benak hanya ingin cepat keluar dari kamar ini.
"Tuan ku mohon biarkan aku keluar dari sini." Ucap Anna lirih.
"Kenapa terburu buru apa kau tidak ingin mendengar jawaban ku." Ucap Alex
Jantung Anna berdebar kencang Anna benar benar dibuat tak berdaya saat Alex mendekatkan wajah Anna pada wajah nya.
"Kau tau Sampai saat ini aku tidak percaya dengan cinta. Karena setiap wanita yang mendekatiku hanya menginginkan ketenaran dan uangku saja.Dan kalau kau menginginkan salah satu yang kusebutkan tadi atau mungkin keduanya katakan saja tanpa perlu memakai alasan cinta. Karena itu sangat menjijikan bagiku" Ujar Alex lembut tapi tajam.
Hati Anna begitu tertusuk mendengar ucapan Alex.
"Apa anda menganggap ku serendah itu tuan!!. Tadinya Aku berfikir masih ada sisi baik dalam dirimu. Tapi ternyata hatimu terlalu rendah untuk menilai sisi baik seseorang." Ucap Anna dengan lelehan Air mata di pipinya.
Anna pun kembali ke kamarnya dengan lelehan air mata dipipi nya.
Alex mengusap wajah nya karena tak pernah menyangka kalau kata katanya begitu menyakiti Anna.
Ada rasa menyesal dalam hatinya.
Tapi hati seorang Alexander terlalu keras untuk meminta maaf.
Setelah cukup lama berkutat dengan fikiran nya Alex pun mandi dan bersiap siap untuk liburan ke kota B seperti rencana nya kemarin.
__ADS_1
Setelah selesai bersiap Alex pun mengetuk pintu kamar Anna
Alex terlihat sangat tampan dan gagah walaupun hanya dengan kaus dan blue jeans yang di kenakan nya .
Anna pun keluar dengan pakaian rapi dan riasan tipis di wajah nya.
Alex yang berdiri gagah menyilangkan tangan nya nya membuat Anna sedikit terpana.
Walaupun saat ini hatinya kecewa tapi tetap saja perasaan Anna tak berubah.
"Apa kau sudah siap?" Tanya Alex
Anna hanya menjawab dengan anggukan.
"Baiklah ayo.." Ajak Alex
Sebelum mereka berangkat ke kota B Alex pun menghentikan mobil nya di sebuah restoran cepat saji dan membeli beberapa menu makanan.
Kali ini Alex tak meminta Anna untuk membeli makanan melainkan dirinya yang turun tangan sendiri.
Dengan sebuah topi yang digunakan untuk menutupi separuh wajah nya. Karena akan menjadi lama kalau sudah banyak yang menyadari keberadaan nya.
Di Dalam mobil Anna terkekeh saat melihat Alex membeli makanan sendiri.
Biasanya dia akan sangat malas kalau harus bertemu banyak orang seperti itu.
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian ya gaesss....
,💖💖💖