Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 68


__ADS_3

Kejadian kemarin malam, benar-benar membuat Anna syok.


Sehingga ia memutuskan untuk cuti beberapa hari.


Setelah lima tahun Anna berjuang untuk terbebas dari masa lalu. Alex tiba-tiba kembali hadir tanpa rasa bersalah.


Anna menguatkan hatinya agar tidak kembali porak poranda.


Sepanjang hari Anna hanya berdiam diri di apartemen.


Anna sangat takut kalau harus bertemu lagi dengan Alex.


Anna termenung memikirkan bagaimana cara untuk tidak bertemu lagi dengan Alex.


Tapi suara bel pintu membuatnya sedikit panik.


Percaya atau tidak Anna merasa sangat trauma atas perbuatan Alex pada malam itu.


Ragu-ragu Anna berjalan mendekati pintu.


Ia tidak langsung membukanya, Anna takut kalau Alex yang ada di balik pintunya itu.


Tapi tiba-tiba ponselnya berdering. Ternyata Emi yang menelponnya.


"Cepat buka pintunya! Sampai kapan kau akan membiarkanku berdiri di depan pintu apartemenmu?" Terdengar suara Emi yang langsung memarahi Anna


Anna merasa sedikit lega saat tau kalau Emi yang ada di luar sana.


"Kenapa lama sekali?" Kata Emi saat Anna membukakan pintu


"Maafkan aku." Jawab Anna


"Aku dengar kau mengajukan cuti untuk beberapa hari, Apa kau sakit?" Tanya Emi yang langsung duduk di kursi.


"Ya. Aku sedang kurang sehat." Jawab Anna berbohong


Emi menelisik sesaat.


"Apa kau ada masalah?"


"A-apa? A-aku tidak apa-apa." Jawab Anna gugup. Bukan bermaksud untuk berbohong.


Tapi Anna tidak ingin masa lalunya kembali terkuak.


"Sudah ku bilang kalau aku hanya sedang kurang sehat." Jelas Anna

__ADS_1


"Baguslah kalau tidak masalah." Balas Emi


"Minggu ini Aku ada urusan yang tidak bisa di tinggalkan. Kalau tidak keberatan apa kau mau menangani pasienku sementara waktu?" Kata Emi


"Tentu saja. di ruangan mana pasienmu di rawat.?" Tanya Anna


"Dia tidak di rawat di rumah sakit. Pasienku itu meminta untuk di rawat di rumahnya. Sudah satu bulan ini kondisi ginjalnya semakin memburuk, Jadi Aku harus merawatnya secara intensif." Jelas Emi


"Kenapa kau tidak membawanya ke rumah sakit saja." Tanya Anna


"Dia selalu menolaknya. Bahkan dia rela membeli peralatan untuk mencuci darah dan di taruh di rumahnya."


"Sepertinya dia sangat kaya. Sampai membeli alat medis sendiri." Kata Anna


"Kau benar Anna. Dia bisa di katakan sangat kaya. Tapi kenyataannya hidupnya seperti tidak bahagia." Ujar Emi


"Aku sampai lupa. Kalau aku membawakan makanan kesukaanmu. Emi menyerahkan bungkusan yang di bawanya.


"Terimakasih." Ucap Anna saat menerimanya


"kalau begitu aku harus pergi lagi. Aku datang hanya untuk memastikan tidak terjadi apa-apa padamu." Emi kembali pamit


"Baiklah. Terimakasih untuk makanannya."Jawab Anna


Anna mengantarkan Emi sampai di pintu keluar, dan segera mengunci kembali pintu tersebut.


"Kenapa Emi kembali lagi?" Batin Anna


Anna segera membukakan kembali pintu apartemennya.


"Ada ap-," Bibir Anna seketika terbungkam saat melihat Alex berdiri sembari menyilangkan tangannya di dada.


"Kenapa kau begitu terkejut?" Ujar Alex


Anna langsung menutup pintu, Tapi tentu saja Alex mencegahnya.


Anna mengeluarkan seluruh tenaganya untuk mendorong pintu dari dalam.


Namun Anna tetap kalah telak. Sehingga Alex bisa memasuki apartemennya dengan mudah.


"Untuk apa kau datang kemari?" Ujar Anna dengan tatapan marah.


"Tadi aku lewat lorong ini. Dan tidak sengaja aku mendengar suaramu saat kau mengantarkan temanmu tadi." Jawab Alex sembari merebahkan diri d kursi apartemen Anna


"Sepertinya Dunia ini menginginkan kita untuk bersama lagi Anna." Sambung Alex

__ADS_1


"Keluarlah dari apartemenku!" Ucap Anna


"Kenapa? Aku baru saja mengunjungimu. Setidaknya suguhkan dulu teh atau kopi untukku." Jawab Alex dengan santainya


"Ayolah, Alex. Pergilah dari sini, Aku mohon!" Anna benar-benar sudah kehabisan kesabaran


"Mengapa kau begitu terburu-buru. Apa kau tidak ingin mengulangi malam indah denganku?"


"Cukup, Tuan Alexander Abraham! Berhentilah mengusik hidupku!" Teriak Anna


Melihat Anna sangat marah, Alex pun bangkit dari sofa dan berjalan mendekati Anna.


Alex mendekatkan wajahnya pada wajah Anna yang merah padam karena marah.


"Apa kau pikir aku akan takut dengan amarahmu ini? Kau terlihat sangat menggemaskan saat marah seperti ini Anna."Ucap Alex sembari mengusap pipi Anna


"Jauhkan tanganmu!" Anna mengibaskan tangan Alex.


"Baiklah. Jika kau tidak keluar dari tempat ini. Biar aku saja yang pergi.!" Ancam Anna sembari berjalan menuju pintu.


Dengan sigapnya Alex langsung memegangi tangan Anna.


"Kenapa terburu-buru sekali? Jangan berpura-pura Anna. Apa kau lupa? Dulu kau begitu mengidolakanku, kau begitu menginginkan aku menjadi milikmu." Ucap Alex yang terus memegangi tangan Anna.


"Lepaskan aku!" Anna berhasil melepaskan tangannya dari cengkraman Alex.


"Kau harus tau, Tuan Alexander Abraham. Anna yang dulu begitu mengidolakanmu sudah tiada. Dia telah tiada bersama dengan kehidupannya yang porak-poranda." Ujar Anna dengan nafas menderu karena menahan sesak di dadanya.


Alex terdiam menatap netra Anna yang sudah di penuh Bulir bening yang siap tumpah di.


Alex menangkup kedua pipi Anna dengan tangannya.


"Maafkan aku Anna. Ijinkan aku untuk menebus semuanya. Aku berjanji untuk tidak menyembunyikan hubungan kita lagi. Aku akan menunjukkan pada dunia kalau aku sangat mencintaimu." Ucap Alex meyakinkan Anna


"Lalu bagaimana dengan Cassandra? Apa kau akan membuangnya seperti kau membuangku dulu?" Anna


"Kau tidak perlu menghiraukan Cassandra. Hubungan kami sudah tidak baik sejak dua tahun ini." Jawab Alex


"Itu urusan kalian. Jangan pernah melibatkan aku dalam masalah kalian! Biarkan aku hidup dengan tenang." Anna


"Ayolah Anna. Kembalilah padaku! Aku bisa gila kalau hidup tanpamu." Alex


"Cukup Alex. Aku mohon pergilah dari sini." Anna menangkup kedua telapak tangannya sebagai permohonan.


"Baiklah! Aku akan pergi. Tapi bukan berarti aku berhenti." Jawab Alex dan pergi.

__ADS_1


Bersambung.....


Author: Gue tampol lu Alex. Nyebelin banget sih jadi orang.


__ADS_2