
Hari semakin gelap tapi hujan masih mengguyur dengan derasnya,
Anna semakin kebingungan melihat kondisi Alex yang semakin melemas.
Walaupun Anna baru menjalani kuliah kedokteran nya selama dua semester, sedikit banyak Anna tau kalau hipotermia akan sangat berbahaya, Suhu tubuh yang menurun secara drastis bisa menyerang saraf si penderita nya bahkan bisa menyebabkan kematian.
Anna benar benar kebingungan karena jalan satu satunya saat ini adalah berbagai hangat tubuh nya,
Tapi tidak mungkin Anna memberikan nya karena selama ini anna belum pernah memperlihatkan tubuhnya pada siapapun.
"Ck! bagaimana ini,"
" Ya tuhann... apa yang harus aku lakukan, Tidak mungkin aku akan memberikan tubuh ku untuk pria ini, walaupun aku mengaguminya setengah mati, tapi aku tidak akan serendah itu menyerahkan diri ku untuk nya,
Tapi... Dia bisa saja mati kalau terus menerus seperti ini...
Bahkan dia sudah berbaik hati mencari ku ke sini... Tuhan tolong aku ... Tolong aku... Aku harus apa...," ucap Anna dalam hati nya.
"Tuan .." Ucap Anna saat melihat Alex semakin tidak berdaya..
Alex membuka matanya, Wajah nya semakin pucat.
Anna menggenggam tangan Alex yang terasa sangat dingin.
Alex pun mengeratkan kan genggaman nya kerena menemukan sedikit kehangatan dari tangan Anna.
"Tuan maafkan aku, ini semua terjadi karena aku," Ucap Anna merasa bersalah.
Sambil menutup matanya Anna membuka satu persatu kancing kemeja nya,
"Apa yang kamu lakukan?" ucap Alex yang melihat Anna melepaskan kancing kemeja nya.
__ADS_1
"Saat ini hanya ini jalan satu satunya tuan, "
"Apa maksudmu?"
Anna menghembus nafas nya dengan berat.
"Berbagi hangat tubuh, hanya itu satu satunya cara agar tuan bisa bertahan dan mengurangi hawa dingin dalam tubuh tuan," Ucap Anna menundukkan kepalanya.
"Apa kau akan memberikan hangat tubuh mu,?"
Anna tak menjawab pertanyaan Alex,
Karena udara dingin semakin menusuk di tubuhnya Alex pun menarik Anna dalam pelukan nya,
Alex menemukan sedikit kehangatan pada tubuh Anna,
Alex melepaskan kemeja yang di pakai Anna.
Alex mengusap punggung polos Anna yang terasa hangat di tangan nya.
"kulit tubuh kita harus bertemu tuan," jawab Anna pelan.
Alex pun membuka Hoodie yang di pakainya,
Alex memeluk tubuh Anna,Terasa hangat saat kulit tubuh mereka bersentuhan satu sama lain.
Fikiran Anna menjadi sangat kacau, Satu sisi Anna merasa sangat bersalah pada Tuhan karena tidak bisa menjaga kehormatan nya, Tapi di satu sisi Anna tidak mungkin membiarkan Alex mati kedinginan.
Alex terus mencari kehangatan pada tubuh Anna, Tanpa mereka sadari malam dingin pun berubah menjadi panas untuk mereka berdua.
Entah dengan sadar atau tidak,
__ADS_1
Anna menyerahkan mahkota nya pada sang idola,
Alex yang sedikit kesulitan untuk melakukan penyatuan,
"Apa kau belum pernah melakukan nya?" Ucap Alex berbisik.
Ana hanya menggeleng kan kepala nya pelan.
"Mungkin akan terasa sakit di awal," Ucap Alex yang menggenggam tangan Anna.
Lelehan air mata pun tak dapat di tahan saat Alex berhasil mengambil mahkota milik Anna.
Cahaya temaram dari lampu ponsel Anna menjadi saksi penyatuan mereka.
Alex memeluk tubuh polos Anna,
Anna tidak bisa bicara apa pun saat ini,
Karena saat ini Anna merasa sama saja seperti para penggemar jalang nya Alex, yang menyerahkan kehormatan nya untuk sang idola.
Matahari pun menampakkan wajah dengan malu malu,
Seolah menyambut dua insan untuk segera mengakhiri malam panjang mereka,
Alex yang terjaga lebih dulu, Menatap lekat wajah Anna dengan tubuh polos yang ada di hadapannya,
Ada sedikit rasa iba karena mahkota gadis baik seperti Anna harus berakhir pada seorang brengsek seperti dirinya.
Anna yang membuka matanya melihat tatapan dari Alex,
Anna langsung beringsut dari tidurnya, dan mencari pakaiannya yang sudah berserakan.
__ADS_1
Setelah memakai pakaian lengkap, Anna dan Alex pun, keluar dari tempat tersebut dan menuruni bukit yang masih licin karena hujan semalaman.
Budayakan like dan kalau bisa + vote setelah membaca ya guyyss ..