Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 62.


__ADS_3

Malam ini Anna dan Pieter sedang menikmati makan malam di sebuah restoran untuk merayakan kesuksesan film baru yang di dapatkan Pieter.


"Apa kau menyukai suasana kampusmu" Tanya Pieter di sela makannya.


"Ya." Jawab Anna


"Baguslah kalau kau menyukainya." Balas Pieter lagi.


"Untuk beberapa hari kedepan aku akan pergi ke luar kota. Aku harap kau jaga dirimu baik-baik." Kata Pieter lagi


"Aku akan baik-baik saja." Jawab Anna singkat.


Walaupun sering mendapatkan pengabaian Pieter tetap membuka obrolan dengan Anna.


Setelah semua yang terjadi, Anna Memulai hidup barunya, Walaupun dengan sosok yang berbeda. Kalau dulu ia seorang yang ceria dan terbuka, Kini menjadi lebih pendiam dan tertutup.


Demi janji kepada kedua orang tuanya, Anna bangkit dan melanjutkan pendidikannya untuk menjadi seorang dokter.


Pieter mendaftarkan Anna di sebuah universitas kedokteran yang bagus.


Ia sangat mendukung ketika Anna berniat melanjutkan pendidikannya.


Semenjak Anna berkuliah, Anna dan Pieter menjadi jarang bertemu, karena Pieter sering mendapatkan pekerjaan di luar kota dan pulang setelah beberapa hari.


Sementara Anna Lebih banyak menghabiskan waktu di kampus.


"Kalau kau butuh sesuatu hubungi aku saja." Kata Pieter lagi


Dan hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Anna


🍁🍁🍁🍁


Pagi hari....


Seperti sebelumnya, Setiap pagi Anna sudah harus bersiap-siap untuk pergi ke kampus.


"Pergilah bersamaku, Kebetulan kita satu arah." Ternyata Pieter sudah siap dan menunggu Anna di bawah.


"Baiklah." Jawab Anna setuju.


Pieter pun mengantarkan Anna ke kampusnya dan setelah itu ia akan pergi ke luar kota.


"Jaga dirimu Anna. Mintalah sopir untuk menjemputmu." Ucap Pieter saat dalam perjalanan mengantarkan Anna


"Tidak perlu. Aku lebih nyaman pulang dan pergi sendiri." Ujar Anna menolak.


"Baiklah. Jika itu keinginanmu." Pieter mengantarkan Anna sampai di depan gerbang kampus dan langsung pergi.


Pieter memacu mobilnya untuk pergi ke luar kota.


Walaupun sudah beberapa bulan ia mencoba mengubur perasaannya pada Anna, Tetap saja perasaannya pada Anna sebagai pria bukan sebagai kakak.


Tapi Pieter tidak ingin egois. Melihat Anna semakin membaik saja Pieter sudah bahagia.


Di kelasnya Anna benar-benar belajar dengan serius. Ia ingin menggapai cita-citanya yang sempat tertunda.


"Anna, Lihatlah." Ujar teman yang duduk di sebelah Anna memanggil.


"Apa?" Jawab Anna berbisik, Karena Mereka masih dalam jam pelajaran.

__ADS_1


"Lihatlah. Alexandre Abraham akan segera menikah." Ucap temannya sembari menyodorkan ponsel.


Anna melihat sekilas, Sebuah artikel berita tentang pernikahan Alex, Yang di gadang-gadang akan di rayakan dengan sangat mewah.


"Aku senang akhirnya pasangan serasi itu akan segera menikah." Ujar teman Anna lagi.


"Anna tersenyum sedikit. Ia mencoba menghargai antusias dari temannya itu.


Di kampus Anna menutup segala hal tentang dirinya.


Terlebih tentang masa lalunya.


Anna benar-benar membuka lembaran baru, Dan melupakan semua yang terjadi.


Hingga selesai kelas teman Anna masih larut dalam antusias dengan pernikahan Alex.


"Anna apa kau tidak mengagumi Alexander? Dia sangat tampan. Cassandra adalah wanita paling beruntung karena bisa meluluhkan seorang Alex" Teman Anna Terus bercerita tentang Alex sepanjang jalan menuju gerbang kampus.


"Apa kau sangat mengaguminya?" Anna balik bertanya.


"Tentu saja! Selain Tampan dia juga pria paling setia." Ujar teman Anna


Langkah kaki Anna seketika terhenti saat mendengar ucapan teman perempuannya itu.


"Memangnya kau tidak tau, kalau Alex dan Casandra itu sudah berhubungan Sebelum mereka menjadi aktris besar seperti sekarang ini. Dan yang lebih mengagumkan Alex bisa setia dan bertahan dengan satu wanita, Yaitu Cassandra." Ujar teman Anna dengan antusias yang menggebu.


Sementara Anna hanya menanggapinya dengan seutas senyum yang berusaha tampakkan.


"Kalau begitu aku pulang duluan." Anna berpamitan Setelah mereka keluar dari gerbang kampus.


Anna segera memberhentikan taksi dan pulang.


Hingga Tangis pun tumpah ketika ia sudah di dalam kamarnya.


Berbulan-bulan ia mencoba menghapuskan segala hal tentang Alex.


Tapi tetap saja berita pernikahan Alex membuat dadanya sesak.


Anna melemparkan semua benda yang tertata rapi di mejanya.


Anna sangat marah.


Ya, Anna sangat marah pada dirinya. Setelah apa yang di lakukan Alex padanya ia tetap saja tidak bisa melupakan Alex.


Sesulit itukah melupakan Alex?


Hingga Anna pun mengambil sebuah gunting dalam laci. Lalu memotong rambutnya dengan penuh kemarahan. Hingga ia menyadari kalau rambutnya sudah berserakan di lantai


Setelah beberapa saat tidak dapat mengendalikan diri, Anna pun terduduk lemas di lantai. Ia segera menyeka air matanya dan memunguti potongan rambutnya dan membuangnya ke tempat sampah.


Perlahan Anna kembali merapikan kamarnya yang sangat berantakan itu.


Dengan sisa Air matanya yang sesekali masih menetes Anna terus menyapu sisa-sisa rambut di lantai kamarnya.


Setelah selesai merapikan kamarnya, Anna segera mandi dan berganti pakaian lalu pergi.


Anna memilih naik taksi untuk sampai di tempat yang ia tuju.


Sebuah salon kecantikan.

__ADS_1


Ya! Anna akan pergi ke salon untuk memperbaiki potongan rambutnya yang tidak beraturan.


"Tolong rapikan rambutku." Ujar Anna pada seorang pegawai salon yang ia datangi.


Sang pegawai pun sudah mengerti dan langsung memberikan pelayanan untuk Anna.


Setelah hampir satu jam Anna pun sudah selesai dengan treatment rambutnya.


"Kau terlihat sangat cantik nona." puji pemilik salon saat Anna hendak membayar.


Anna pun mencoba sedikit tersenyum untuk menghargai pujian yang di dapatnya.


"Terimakasih." Ucap Anna


"Tersenyumlah, Nona. Maka kecantikanmu terpancar sempurna." Balas pemilik salon.


Anna mencoba menarik senyuman di wajahnya.


Yang sebenarnya sangat sulit untuk di lakukan saat ini.


"Baiklah. Terimakasih atas pelayanannya." Ucap Anna lalu pergi meninggalkan salon kecantikan tersebut.


🍂🍂🍂🍂🍂


Pesta mewah sudah berlangsung selama tiga hari.


Kini, Alex dan Cassandra sudah mengikat janji suci yang di saksikan langsung oleh jutaan penggemar mereka.


Kiriman bunga pun tidak berhenti sejak hari pertama pesta di gelar.


Banyak manusia yang ikut berbahagia dengan pernikahan mereka.


Bagaimana tidak. Sepasang aktris ternama menikah setelah sekian lama menjalin hubungan.


"Belilah rumah yang besar Alex. Aku tidak bisa tinggal di rumah kecil seperti ini. Lagipula Aku butuh banyak maid untuk melayaniku." Ucap Cassandra


Alex mengajak Cassandra tinggal di rumahnya untuk beberapa hari.


"Cari saja rumah yang pas menurutmu. Nanti aku belikan." Jawab Alex yang masih di tempat tidur.


"Kalau kau mau tinggal saja di orang tuaku. Disana sudah sangat luas dan banyak maid untuk melayaniku." Cassandra


"Tidak. beli saja, Aku tidak suka tinggal dengan terlalu banyak orang." Ujar Alex sembari berjalan ke kamar mandi.


Cassandra tersenyum smirk.


Ia berpikir kalau suaminya itu hanya ingin menghabiskan waktu berdua saja. Tanpa ada yang mengganggu.


Alex mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin di shower.


Tapi tiba-tiba Cassandra memeluknya dari belakang.


"Apa kau tidak ingin ada yang menggangu bulan madu kita?" Ujar Cassandra Sambil terus memeluk Alex sehingga tubuhnya yang hanya di balut kain seksi pun ikut basah kuyup.


Alex tidak menggubris. Ia terus mengusap rambutnya yang di penuhi busa shampoo.


Tapi Cassandra tidak menyerah. Dia memutar tubuh Alex sehingga menghadap ke arahnya.


Cassandra pun menggoda Alex dengan kemolekan tubuhnya.

__ADS_1


Sehingga Alex pun kembali tergiur dan tenggelam dalam panasnya gairah Cassandra.


__ADS_2