Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 93


__ADS_3

Malam ini Alana benar-benar tidak tidur sama sekali.


Padahal pagi harinya ia harus tetap pergi ke kantor walaupun hanya akan mendapatkan rutukan dari bosnya.


Karena tidak tau apa yang harus di lakukan Alana pun duduk di ruang tengah, Tepatnya bersebrangan dengan kursi yang di tiduri Alex.


Alana menatap Alex yang masih terbaring.



"Kalau aku pergi bekerja, Bagaimana dengan Tuan Alex? Ya Tuhan, Kenapa semuanya menjadi semakin rumit saja." Gumam Alana sembari memegangi kepalanya.


"Baiklah, Akan aku biarkan dia sendirian di sini. Karena karirku akan semakin terancam kalau aku tidak pergi bekerja." Akhirnya Alana memutuskan untuk tetap bekerja


Alana pun segera pergi ke dapur.


Ia membuka lemari es untuk melihat apakah ada bahan makanan untuk ia masak hari ini.


Kalau saja nanti Alex terbangun ia tidak akan mati kelaparan.


Alana menyiapkan makanan seadanya. Lalu ia pun bersiap-siap untuk segera pergi ke bekerja.


Setelah selesai bersiap-siap Alana membawa makanan yang ia masak ke meja yang ada di dekat Alex.


Alana pun membuat secangkir teh dan membalurkan selai blueberry pada sehelai roti untuk ia sarapan pagi ini.


Alana berkali-kali melihat ke arah Alex, Berharap ia segera bangun dan pergi dari rumahnya.


Tapi hingga selesai ia sarapan Alex tidak kunjung.embuka matanya.


Alana pun pergi bekerja dan meninggalkan Alex di rumahnya walaupun dengan perasaan khawatir.


Saat sudah sampai di kantor tempat ia bekerja, Alana pun bergabung dengan teman-teman yang lain.


"Kalau sampai akhir bulan ini kita tidak mendapatkan berita besar, Tamatlah riwayatku" Ujar teman Alana saat mereka istirahat siang


Sejak pagi, Pikiran Alana terus tertuju pada Alex.


Bukan apa. Ia memikirkan apa yang akan terjadi padanya jika Alex mati di rumahnya.


Sebenarnya Alana ingin membawa Alex ke rumah sakit, Tapi ia tidak punya uang sama sekali.

__ADS_1


Uangnya benar-benar sudah mepet untuk kebutuhannya sampai akhir bulan nanti.


"Al. Alana? Kenapa kau melamun begitu?" Teman Alana menepuk pundak Alana yang sedang melamun.


"Ada apa? Kau mengagetkanku saja" Jawab Alana


"Sejak tadi aku berbicara padamu. Tapi sepertinya kau sedang tidak fokus. Ada apa?" kata teman Alana lagi.


"Tidak apa-apa. Semalaman aku tidak bisa tidur, Jadi Sekarang aku sangat mengantuk." Jawab Alana


"Bagaimana nasib kita nanti, Kalau kita tidak bisa mendapatkan apa yang di inginkan perusahaan ini." Keluh teman Alana.


"Entahlah." Jawab Alana pasrah


Sebenarnya Alana ingin menceritakan apa yang terjadi semalam pada teman seperjuangannya itu.


Tapi untuk saat ini ia belum dapat memastikan apakah Alex yang ada di rumahnya itu adalah Alexander Abraham yang artis terkenal atau hanya seseorang yang hanya mirip saja.


Setelah selesai bekerja Alana bergegas untuk pulang.


Bahkan Alana menolak ajakan temannya untuk pergi setelah pulang bekerja.


Setelah sampai, Ia langsung membuka kunci pintu rumahnya.


Alana berjalan perlahan menuju ruang tengah dimana Alex berbaring.


Tapi Alana terkejut saat tidak mendapati Alex di kursi tempat ia berbaring.


"Tuan! Kau dimana? Tuan!" Alana memanggil Alex hingga beberapa kali, Tapi Tidak ada jawaban.


Alana pun mencari Alex ke seluruh penjuru rumahnya.


Hingga akhirnya ia pun mengetuk pintu kamar mandi, Berharap Alex ada di rumahnya.


Karena tidak ada jawaban, Tanpa aba-aba Alana pun langsung membuka pintu kamar mandi dan.


"Aaaaa...." Alana pun berteriak saat mendapati Alex sedang buang air di kamar mandi.


"Apa yang kau lakukan?" Ujar Alana dengan nada galak


"Seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan. Mengapa kau menggangguku buang air." Jawab Alex tidak kalah galak.

__ADS_1


"Ini rumahku, Jadi aku bisa melakukan apapun yang aku mau." Ujar Alana sembari pergi dari kamar mandi.


Alana pun menghempas tubuhnya ke kursi, Sembari terus menggerutu.


Dengan perban di kepala dan luka-luka di wajahnya, Alex pun keluar dari kamar mandi.


Alex pun duduk di kursi yang ia gunakan tidur.


"Sekarang kau sudah sadar. Jadi, Sebaiknya kau segera pulang." Ucap Alana Tanpa basa-basi


"Kau mengusirku?" Jawab Alex sembari kembali berbaring seolah tidak memperdulikan usiran Alana.


"Aku bukan mengisirmu. Aku hanya tidak bisa berlama-lama menampungmu di sini. Hidupku sudah sangat susah, Jadi jangan membuatku menjadi semakin susah." " Jelas Alana


"Kau tenang saja. Keberadaanku tidak akan menyusahkanmu." Jawab Alex dengan mata terpejam.


"Tapi aku benar-benar tidak bisa membiarkanmu tetap di sini." Alana tetap dengan pendiriannya


"Kau ini kejam sekali. Kepalaku masih sangat sakit, Jadi biarkan aku di sini untuk beberapa hari lagi." Alex pun tetap bersikukuh


"Terserah kau saja. Tapi aku tidak akan memberikan makanan untukmu, Biarkan saja kau mati kelaparan." Alana pun pergi ke kamarnya dengan raut wajah kesal.


Setelah Alana pergi ke kamarnya, Alex pun membuka kembali matanya.


Ia memperhatikan setiap sudut rumah Alana.


Sempit sederhana bahkan cenderung lapuk.


Itulah penilaian Alex untuk rumah Alana.


Alex merogoh saku celananya dan mengambil dompet.


Alex mencoba mencari uang di dompetnya tapi tidak satu lembar pun ia temukan.


"Uangku benar-benar sudah habis." Gumam Alex.


Ia pun mengingat kejadian semalam.


Dimana ia benar-benar menghabiskan seluruh uangnya di casino.


Bahkan saat ini ia tidak tau ponselnya ada dimana? Semalam Alex benar-benar mabuk berat, Sehingga ia tidak mengingat apapun.

__ADS_1


__ADS_2