Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 101


__ADS_3

Hingga malam datang, Hujan masih setia menyirami hutan yang gelap.


Alana menyalakan kompor kecil yang di bawanya, Ia akan memasak masakan instan yang ia simpan di ransel.


Sementara Alex mencoba mendirikan tenda untuk mereka berlindung dari dinginnya malam.


Ya malam ini mereka akan bermalam di tenda.


Tenda sudah terpasang dan makanan pun sudah tersedia.


Mereka pun langsung menyantapnya selagi hangat.


Selesai makan mereka duduk di dalam tenda, Dengan pencahayaan seadanya dari lampu kecil yang di bawa Alana mereka mengobrol sesaat.


"Kenapa kau terus mengikutiku? Aku yakin kau memiliki kehidupan yang lebih menyenangkan daripada ini." Alana membuka suara


"Entahlah. Belakangan ini Aku seperti orang yang bingung. Aku bingung harus menjalani hidup dengan cara seperti apa lagi. Apa kau merasa tidak nyaman saat bersamaku? " Alex


"Bukan begitu. Hanya saja aku takut." Jawab Alana


"Takut jatuh cinta padaku? Atau jangan-jangan kau sudah jatuh cinta padaku?"


"Aku tidak akan seberani itu." Jawab Alana pelan


"Kenapa? Tapi kau harus tau. mencintaiku hanya akan membawa penderitaan untukmu."Jawab Alex sembari menenggelamkan bayangan Anna dalam benaknya.


Alana diam sejenak, Mencoba mencerna ucapan Alex


"Penderitaan macam apa lagi yang akan aku dapatkan?"


Alex tidak langsung menjawab.


"Hidup denganku tidak sebahagia yang di bayangkan." Akhir Alex menjawab


"Apa kau pernah menyakiti banyak wanita?" Alana


"Ya. Entah kenapa orang-orang yang mencintaiku hidupnya menjadi tragis." Alex menjawab sembari berbaring.


Alana duduk sembari memeluk lututnya.


Dinginnya malam mulai menyeruak ke dalam rongga tubuh.


"Tidurlah! Kau tenang saja. Aku tidak akan melakukan apapun." Ucap Alex saat Alana tetap terjaga


Awalnya Alana mengabaikan ucapan Alex karena ia cukup tegang, Takut takut Alex berbuat yang tidak-tidak padanya.


Tapi lama kelamaan rasa kantuk pun tidak tertahankan lagi.


Walau ragu-ragu, Alana mencoba berbaring


dan berusaha membuat jarak dengan Alex.


Dengan selimut seadanya Alana Mencoba menyelimuti tubuhnya.


Sementara Alex sudah terlelap.


Alana pun ikut terlelap.


Saat terlelap, Alana seperti mendengar seseorang merintih.


Alana membuka matanya.

__ADS_1


Ia melihat Alex merintih dan mengigil.


"Apa yang terjadi padamu?" Alana seketika panik


"Aku kedinginan." Jawab Alex yang mengigil


Alana langsung memberikan selimut yang tadi dipakainya.


"Pakailah ini!" Alana menyelimuti Alex


"Tapi ini masih sangat dingin." Kata Alex


"Tunggu sebentar! Aku akan membuat air hangat." Alana langsung menyalakan kompor untuk memasak air


Alana membuka jaketnya dan memakaikannya pada Alex.


"Pakailah ini."


Alex tidak menolak saat Alana memakaikan jaket


Walaupun sudah menggunakan dua jaket , Alex masih saja kedinginan.


Alana segera memberikan minuman hangat yang baru di buatnya.


"Minumlah ini" Alana membantu Alex untuk minum


Air hangat seperti tidak membantu sama sekali.


Alana membuka sarung tangannya dan sarung tangan Alex.


Alana menggosokkan tangannya pada tangan Alex.


"Ya Tuhan, Apa yang harus aku lakukan? Sepertinya kau terkena hipotermia." Ujar Alana semakin panik


"Alana Tolonglah aku." Ucap Alex terus merintih


"Apa yang harus aku lakukan?" Alana semakin panik dan bingung.


"Mendekatlah padaku." Pinta Alex


"Untuk Apa?" Alana tidak mengerti


"Apa kau ingin menolongku?" Alex


"Ya, Aku ingin menolongmu. Tapi aku tidak tau harus berbuat apa." Alana


"Cukup mendekat padaku." Ucap Alex


Dengan ragu, Alana duduk mendekati Alex.


"Lebih dekat lagi Alana." Alex menarik Alana kedalam dekapannya.


"Tapi..,'' Belum sempat Alana berbicara, Alex Sudah memeluk erat-erat tubuh Alana.


"Aku membutuhkan Suhu tubuhmu, Alana." Ujar Alex dengan suara parau karena benar-benar kedinginan


Alana membisu dalam dekapan Alex.


Tapi tiba-tiba Alex membuka dua jaket yang di pakainya.


"Apa yang kau lakukan? Bukankah kau sedang kedinginan?" Alana terheran-heran saat melihat Alex bertelanjang dada.

__ADS_1


"Aku membutuhkan panas dari tubuhmu." Alex kembali memeluk Alana


Alex menelusup kan tangannya dan mengusap kulit punggung Alana.


"Apa yang kau lakukan?" Alana memberontak


"Tolong Aku Alana! Mungkin Hanya ini yang bisa menyelamatkan-ku." Ucap Alex


"Tidak, Tuan. Jangan lakukan ini padaku." Alana terus meronta mencoba melepas diri


"Lihatlah aku. Aku bisa mati." Kata Alex yang sudah mengeluarkan darah dari hidungnya.


"Aku tidak perduli!" Alana terus mengamuk


Karena terus mengamuk, Alex pun membuka paksa pakaian Alana.


"Lepaskan aku!." Teriak Alana


"Tolong jangan lakukan ini padaku." Kini Teriakannya berubah menjadi sebuah tangisan.


Alex tidak perduli. Ia terus saja membongkar paksa pertahanan Alana.


Alana mencoba menutupi area intinya ketika Alex berhasil melucuti pakaiannya.


"Jangan, Tuan. Kumohon jangan lakukan ini." Iba Alana saat Alex mengekang tubuhnya yang sudah lemas karena terus mengamuk.


Entah setan apa yang sedang ada di dalam diri Alex. Teriakan dan Tangisan Alana benar-benar tidak di dengar sama sekali.


"Jangan, Tuan. Jangaaaaannn!" Alana berteriak kencang saat milik Alex menerobos lepas, Merusak mahkota kebanggaan yang selama ini di jaga Alana.


Alex mengerahkan seluruh kekuatannya saat melakukan penyatuan.


Semakin Alana berteriak semakin terbakar pula birahi Alex.


Alana benar-benar di ruda paksa tanpa jeda.


Tubuhnya sudah lemas.


Sementara Alex yang mulai mendapatkan rasa hangat terus memompa birahinya.


Rasa dingin yang semula seperti membeku kini menjadi buih buih keringat yang perlahan menetes.


Kini wajah Alana yang memucat, Merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Sementara Alex mengerang puas saat ia mencapai puncak birahinya.


"Shitt!!!" Gerutu Alex saat ia sadar dan melihat tubuh Alana tidak berdaya.


Alana pun menangis tersedu-sedu.


"Maafkan aku, Alana. Aku benar-benar di luar kendali." Alex menutupi tubuh polos Alana.


"Menjauh dariku!" Saat Alex menutupi tubuhnya


"Baiklah." Alex


Alex memakai kembali pakaiannya dan pergi ke luar tenda. ia berteduh di pos yang ada di dekat tendanya dan membiarkan Alana menenangkan diri.


Alex mengusap wajah menyesali kebodohan yang baru saja di lakukannya.


Sementara Alana masih menangis sesenggukan di dalam tenda.

__ADS_1


__ADS_2