Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 89


__ADS_3

Dengan tubuh yang di tutupi selimut, Anna sedang mengatur nafasnya yang masih terengah-engah.


Anna tidur terlentang sementara Pieter berbaring menghadap Anna.


"Ini luar biasa, Anna. Aku tidak pernah menyangka ini akan terjadi." Ucap Pieter sembari mengusap wajah Anna


"Kenapa tidak?" Jawab Anna sembari menatap langit-langit


"Aku pikir kau akan selamanya menjadi adikku." Pieter menjawab sembari ikut masuk kedalam selimut yang di pakai Anna.


Pieter memeluk Anna, Tapi ia mendapati tangan Anna sedang mengusap perutnya.


"Kenapa? Apa perutmu merasa sakit?" Tanya Pieter sembari ikut mengusap perut bawah Anna.


"Tidak, Rasanya hanya seperti tidak nyaman saja." Kata Anna


"Apa perlu aku membelikanmu obat?" Pieter


"Tidak perlu, Besok pagi perutku akan kembali baik. Sebaiknya kau istirahat. Bukankah besok pagi kau harus kembali bekerja?" Kata Anna


"Baiklah, Aku akan tidur. bangunkan aku jika butuh sesuatu." Pieter menenggelamkan kepalanya kedalam selimut.


"Apa yang kau lakukan?" Anna terkejut saat Pieter menghisap pucuk dadanya.


"Ayolah Anna. Ijinkanlah aku melakukannya." Ucap Pieter memelas.


"Baiklah, Tapi hanya kali ini." Jawab Anna


Anna pun mengubah posisi tidurnya menjadi miring, Anna membiarkan Pieter melakukan keinginannya.


Tanpa basa-basi Pieter langsung melahap pucuk benda kenyal tersebut.


Sambil sesekali meringis Anna mengusap-usap kepala Pieter


Anna seperti seorang ibu yang sedang meng-asihi bayinya.


Setelah hampir satu jam bibir Pieter berada di benda kenyalnya.


Anna pun mencoba melepaskan bibir Pieter dari dadanya karena Pieter pun sudah tidur dengan lelap.


Tapi bukannya terlepas Pieter malah semakin menguatkan hisapannya.


Akhirnya Anna pun membiarkannya dan ikut tidur, Karena sudah sangat mengantuk.

__ADS_1


Mereka pun terlelap dengan sangat nyenyak.


🍂🍂🍂🍂


Pieter perlahan membuka matanya, Ia cukup terkejut saat mendapati wajahnya menempel di dada Anna.


Ingin rasanya ia kembali melahap benda tersebut. Tapi mau bagaimana? Ia harus segera bersiap-siap untuk pergi ke lokasi syuting.


Dengan berat hati Pieter memaksa tubuhnya untuk bangkit dari tempat tidur, Dan segera mandi.


Setelah mandi, Pieter langsung memakai pakaian dan bersiap-siap.


Sebenarnya ia ingin membangunkan Anna, Tapi ia melihat Anna begitu pulas.


Pieter pun mengurungkan niatnya, Ia mencium kening dan pipi Anna, lalu mencium dada Anna sebelum ia tutupi dengan selimut.


Pieter pun pergi ke lokasi syuting untuk kembali bekerja.


Pukul sepuluh pagi Anna baru bangun dari tidurnya, Ia menggeliatkan tubuhnya dan terasa pegal.


Anna melihat jam dinding karena tidak mendapati Pieter di sampingnya.


"Ternyata ini sudah sangat siang. Pantas saja dia sudah tidak ada." Gumam Anna


Dengan tubuh yang hanya di bungkus selimut Anna berjalan menuju sofa, untuk mengambil ponselnya untuk menghubungi Pieter.


Tapi belum sempat ia menghubungiku Pieter, Pieter sudah lebih dulu mengirimkan banyak pesan suara padanya.


Sambil duduk di sofa, Anna mendengarkan semua pesan suara yang di kirimkan Pieter.


"Kau sudah bangun istriku yang cantik, Terimakasih untuk malam ini."


"Aku sengaja tidak menggangu tidurmu, karena kau terlihat sangat lelah. Kau jangan pergi kemana-mana karena aku akan kembali ke sana setelah selesai syuting. Kau istirahat saja, Karena aku akan mengajakmu berjalan-jalan sebelum kita pulang."


"Aku mencintaimu, Istri kecilku."


"Dan satu lagi, Aku suka dengan caramu menggodaku."


Anna hanya tersenyum tipis menanggapi pesan suara dari suaminya.


Ia pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah sisa pergulatan semalam.


Anna melepaskan selimut yang membungkus tubuhnya dan berjalan dengan tubuh polosnya.

__ADS_1


Anna membiarkan air shower mengguyur tubuhnya beberapa saat sebelum ia menyabuni tubuhnya.


Setelah selesai mandi, Anna mengenakan handuk yang di sediakan hotel dan duduk di sisi tempat tidur.


Anna pun beralih ke meja rias.


Ia mengeringkan rambutnya yang basah.


Sudah pukul dua siang, Tapi Pieter tidak kunjung datang.


Anna pun memilih berdiri di dekat jendela, Ia menatap suasana yang masih alami. Ia pun masih belum percaya kalau hubungannya dengan Pieter akan sampai di titik ini.


"Apa yang sedang kau lakukan?" Ucap Pieter yang tiba-tiba memeluk Anna dari belakang.


"Kapan kau datang?" jawab Anna terkejut dengan kedatangan Pieter


"Maaf membuatmu menunggu. Tadi saat menuju penginapan aku mampir membeli pakaian untukmu." kata Pieter sembari memberikan paper bag yang di bawanya.


"Pakailah, Sebelum pulang aku akan mengajakmu berjalan-jalan dan makan malam." suruh Pieter


"Baiklah. Aku akan mengganti pakaianku."


Pieter berbaring di ranjang sesaat, Sembari menunggu Anna bersiap-siap.


Mereka pun segera meninggalkan penginapan dan segera pergi.


"Kita akan pergi kemana?" Tanya Anna. Saat mereka dalam perjalanan


"Entahlah, Aku belum tau akan mengajakmu kemana, Aku hanya ingin berjalan-jalan berdua denganmu." Jawab Pieter sembari mengemudi.


"Baiklah, Aku ikut saja." Ucap Anna pasrah.


Mereka pun sudah sampai di pinggir kota,


"Ini kenapa? kenapa ramai sekali?" Tanya Anna saat mereka melewati sebuah tempat yang dikerumuni banyak orang.


"Sepertinya akan ada pasar malam." Jawab Pieter


"Kita berhenti di sini saja! Sudah lama sekali aku tidak pergi ke pasar malam" Pinta Anna antusias.


Pieter pun langsung menepikan mobilnya.


"Baiklah. Aku akan memarkirkan mobilku." Jawab Pieter menuruti keinginan Anna

__ADS_1


Setelah memarkirkan mobilnya Pieter pun memasuki keramaian, mereka berbaur dengan orang-orang yang sedang menikmati hari libur mereka.


__ADS_2