
"Lepaskan aku,!!" Anna berusaha melepaskan diri dari dekapan Alex.
"Hey!! Kau ingin kita mati menabrak! Sudah diam."
Akhirnya Anna mengalah, dan terdiam dalam dekapan Alex.
"Jadilah istri penurut." sambung Alex.
Setelah lebih dari dua jam Alex memacu mobilnya, Alex pun memarkirkan mobilnya di halaman rumah sederhana milik orang tua Anna.
Alex Masih sangat hafal letak rumah Anna walaupun ada di sebuah perkampungan.
Anna turun dari mobil dan membuka kunci pintu.
mereka pun masuk.
suasana hening seketika menyeruak saat mereka memasuki rumah tersebut.
"Aku harus segera membersihkan rumah ini." Ujar Anna bermonolog saat melihat rumahnya sudah berdebu karena di tinggal.
"Suruh orang saja, jangan kamu yang membersihkan rumah ini." Sela Alex.
"Tidak apa-apa biar aku saja."
Alex pun mendekati Anna dan menarik tubuh Anna dalam dekapan.
"Jangan membantah!. Kau ini pengantinku kau harus menyediakan tenaga untuk melayaniku nanti."
Anna dibuat terkejut sekaligus malu dengan ucapan Alex.
"Kenapa wajahmu memerah begitu? apa kamu malu? atau mungkin terlalu bahagia karena sudah menjadi istri dari aktris paling tampan sepertiku." Alex mendongkakan wajah Anna agar melihat wajahnya.
"Kau ini, selalu saja membanggakan diri sendiri.". Jawab Anna sambil melepaskan diri dari dekapan Alex.
__ADS_1
Belum sempat Anna menjauh Alex kembali merengkuh tubuh mungilnya kedalam dekapan. "Kamu mau kemana? jangan berpura-pura menolak ku"
Anna melangkah mundur saat mata Alex sudah terlihat berbeda.
"Apa yang akan kau lakukan?" Ucap Anna khawatir saat Alex mengapit tubuhnya.
"Aku akan melakukan tugasku sebagai suami mu"
"A-apa! kau bisa melakukannya nanti. Aku akan membersihkan rumah dulu."
Alex tidak memperdulikan ucapan Anna. Alex menundukkan wajahnya, Alex merasakan nafas Anna yang panas saat wajah mereka sudah sangat dekat.
"Apa kamu gugup? bukannya semalam kita sudah melakukannya."
Anna semakin di buat gugup dengan perlakuan Alex.
Memang benar mereka sudah pernah melakukan hubungan itu, tapi itu terjadi di luar kesadaran Alex.
Anna memejamkan matanya saat bibir Alex menyentuh lembut dahinya lalu beralih di bibirnya.
Anna begitu menikmati permainan Alex.
"Apa kau menikmatinya? tenang saja, aku akan menunda permainan kita karena aku akan beristirahat." Ucap Alex saat ia sudah menyelesaikan ciuman panasnya.
Alex pun pergi meninggalkan Anna yang berdiri mematung.
Anna benar benar di buat malu oleh kelakuan Alex, karena ia ditinggalkan saat begitu menikmati ciuman panas dari Alex.
"Dasar bodoh!" Rutuk Anna pada dirinya sendiri.
Anna pun berjalan ke kamarnya untuk menaruh koper.
Dilihatnya Alex sudah berbaring di ranjang empuk yang dulu di beli Alex.
Anna mengambil seprai yang tergeletak di lantai, mungkin Alex melepasnya karena berdebu.
__ADS_1
Anna duduk di tepian ranjang.
Di tatapnya pria yang sama dengan gambar poster poster yang ber jejer di dinding kamarnya.
Anna tidak pernah menyangka bahwa ini akan terjadi.
Menjadi seorang istri dari idolanya.
Walaupun saat ini Alex memintanya untuk merahasiakan pernikahan mereka,
Entahlah! Anna tidak tau apa alasan sebenarnya Alex merahasiakan pernikahan mereka.
Anna pun pergi meninggalkan kamarnya, Anna memulai membersihkan rumah.
Ruang tamu yang pertama ia bersihkan, lalu beralih menuju dapur.
Anna bekerja keras sampai Tubuh mungilnya sudah di penuhi oleh keringat yang mengucur.
"Ah.. Akhirnya selesai." Anna melemparkan tubuh lelahnya di sofa empuk yang juga di belikan Alex.
Waktu pertama Alex berkunjung kerumahnya di saat orang tuanya meninggal, Alex membelikan Beberapa barang bagus untuk mengganti isi rumahnya.
Anna dan keluarganya hanya keluarga sederhana jadi barang bagus seperti ini tidak ada di rumahnya.
Saat merasa penatnya mulai berkurang, Anna pun bangkit untuk mandi.
Anna kembali ke kamar untuk mengambil peralatan mandi di koper yang tadi ia bawa.
Anna melihat Alex masih terlelap.
Setelah mendapat peralatan mandinya Anna berlalu untuk membersihkan diri.
Setelah sepuluh menit di kamar mandi Anna pun sudah selesai mandi dan mengganti bajunya.
Anna memakai tangtop berwarna hitam dan celana jeans selutut.
__ADS_1
"Ah, segarnya." ucap Anna Sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Anna kembali membaringkan tubuhnya di sofa untuk benar benar beristirahat.