
Alex sudah bersiap untuk pergi ke rumah utama untuk mengantar Anna berpamitan pada ayahnya.
"Apa kau sudah siap,?" Tanya Alex.
"Ia,aku sudah siap." Jawab Anna dengan sebuah koper di tangan nya.
"Apa kau yakin," Tanya Alex lagi.
Anna pun menganggukkan kepalanya
Alex memegang tangan Anna sebelum Anna membuka pintu apartemen.
Alex memeluk erat tubuh Anna.
Anna yang merasa kaget karena Alex memeluk nya secara tiba tiba.
Anna pun membalas pelukan Alex.
"Apa aku boleh meminta sesuatu sebelum kau pergi." Tanya Alex.
"Meminta app..."
Belum selesai Anna berucap Alex sudah membungkam bibirnya dengan sebuah ciuman.
Ciuman lembut mendarat di bibir tipis Anna.
Anna benar benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat ini.
Alex memintanya untuk tidak mencintainya., Tapi Alex selalu memberikan tanda seolah Alex pun menginginkannya.
Anna pun turut menikmati permainan bibir Alex.
Anna pun mundur perlahan hingga tubuhnya kini bersandar di sebuah dinding.
Ciuman Alex kini semakin memanas.
Anna mencengkram bahu Alex untuk menahan segala gelora dalam hatinya.
__ADS_1
"Tuan," Ucap Anna dengan nafas tersengal, Anna berusaha melepas ******* Alex yang semakin kasar,
Alex menatap wajah sendu Anna.
"Shiit.." Ujar Alex yang merasa kesal karena tidak bisa mengendalikan dirinya.
Anna mengusap bibirnya yang sedikit terluka.
"Peganglah ini, ada cukup banyak uang di dalamnya. Mungkin kau akan butuh ini." Ujar Alex yang menyodorkan sebuah silver card pada Anna.
"Tidak tuan. Aku punya sedikit tabungan untuk memulai hidupku."
"Kalau begitu ambil ini untuk rasa terima kasih ku karena kau sudah mencintaiku."
"Tidak tuan, aku tidak akan pernah menjual cintaku pada siapapun. Karena perasaan cinta ku murni datang dari hatiku."
jawab Anna sebelum keluar dari apartemen Alex.
Sepanjang perjalanan ke rumah utama mereka tak saling bicara.
Dalam batin Anna ia berharap Alex akan mencegahnya untuk pergi.
Anna pun turun dari mobil dan memasuki rumah besar tersebut untuk menemui tuan Abraham.
"Hei..dari mana saja kalian. Aku kira kau sudah lupa kalau mempunyai keluarga dude." Ucap Jose yang melihat kedatangan mereka.
" Belakangan ini aku sibuk." jawab Alex
Alex mengikuti Anna masuk ke kamar sang ayah.
Senyum sumringah terpancar dari wajah tuan Abraham saat melihat Anna dan Alex menghampirinya.
"Duduklah nak" Ucap tuan Abraham pada Anna.
Anna pun duduk di sisi tuan Abraham.
"Sudah lama sekali kau tak datang kemari" Ucap tuan Abraham lagi.
__ADS_1
"maafkan saya tuan,"ucap Anna
"Kenapa wajahmu sangat murung,apa ada sesuatu."
"Tidak tuan, mungkin ini terakhir kalinya saya datang kemari.
Saya hanya mau berpamitan karena akan pergi dari kota ini."
"Kenapa? Apa Alex menyakitimu? kalau kau sudah tidak nyaman bersamanya. Kau bisa tinggal disini. Kau bisa menjadi putriku disini nak." Ucap tuan Abraham.
"Tidak tuan tuan Alex tidak menyakiti saya. Tapi saya sudah memikirkan ini."Jawab Anna.
"Apa yang kau lakukan padanya dude!" Kata Jose yang mendengar percakapan Anna.
Alex hanya duduk bersandar di sebuah sofa tanpa banyak bicara.
" benar kata ayah Kau bisa tinggal di sini kalau kau mau Anna." Ucap Jose pada Anna.
"Tidak Jose, aku harus pergi." Tolak Anna.
Anna dan Jose sudah sangat akrab sehingga Jose melarang Anna untuk memanggilnya tuan.
"Yasudah. kalau memang ini sudah menjadi keputusanmu nak, kau bisa datang ke sini kapanpun kau mau." ucap tuan Abraham lagi.
"Terimakasih karena tuan sudah sangat baik padaku." Ucap Anna saat tuan Abraham memeluk nya.
Alex tak menyangka akan menyaksikan kejadian menyedihkan seperti ini.
Baru beberapa bulan Anna hadir di kehidupan keluarganya tapi ayahnya sudah sangat menyayangi Anna.
Setelah berpamitan pada semua orang Annapun pergi.
"Aku akan mengantarmu " Ucap Alex yang mengikuti Anna keluar dari kamar ayahnya.
"Tidak perlu tuan, untuk sementara aku akan pulang ke rumah ibuku. Jadi tidak mungkin tuan akan mengantarku kesana.
"Tapi setidaknya ijinkan aku mengantarmu sampai ke station keberangkatan." Ucap Alex memaksa.
__ADS_1
"Hhhmmmm...baiklah." Annapun lagi lagi tidak dapat menolak keinginan Alex.