Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 95


__ADS_3

"Ini sisa uang hasil penjualan arloji milikmu." Di sela-sela makan, Alana mengeluarkan sisa uang di dalam tasnya.


"Kau simpan saja untuk membeli keperluan yang lainnya." Jawa Alex sambil terus makan.


"Baiklah." Jawab Alana dan melanjutkan makannya


Selesai makan, Alana mengobati luka di kepala Alex. "Lukanya sudah mulai mengering" Ujar Alana setelah selesai mengoleskan obat pada luka Alex.


"Apa kau hanya tinggal sendiri?" Alex malah bertanya hal lain.


"Ya." Jawab Alana sembari pergi menyimpan kotak obat miliknya.


"Dimana orang tuamu?" Alex kembali bertanya


"Ibuku meninggal saat usiaku Lima belas tahun." Anna kembali menjawab


"Lalu ayahmu?" Alex


"Entahlah! Ibuku bilang, Dia pergi meninggalkan kami saat aku masih bayi." Jawab Alana dengan wajah datar.


Alex pun tidak bertanya apapun lagi.


Membuat mereka kini hanya saling diam satu sama lain.


"Apa kau tidak bosan hanya di rumah sejak kemarin?" Alana pun kembali membuka pembicaraan


"Tidak, Aku memang sedangkan ingin menyendiri." Jawab Alex

__ADS_1


"Apa yang terjadi padamu? Kau seorang aktor ternama dan memiliki banyak kekayaan. Aku pikir kau tidak akan mendapatkan masalah." Akhirnya Alana mengatakan apa yang ingin ia katakan sejak kemarin.


Alana ingin tau, Apa yang terjadi dengan Alexander Abraham.


"Jadi kau tau siapa aku?" Alex


"Tentu saja, Di negri ini tidak ada yang tidak tau siapa dirimu." Alana


"Apa kau frustasi dengan perceraian dengan istrimu?"


"Maaf untuk pertanyaanku tadi." Alana kembali meralat ucapannya.


"Apa kau tidak memiliki benda elektronik di rumahmu? Pendingin ruangan misalnya?" Alex mencoba mengalihkan pembicaraan


"Awal aku pindah ke rumah ini, Aku memilikinya. Tapi semuanya habis terjual karena aku harus memenuhi kebutuhan hidup ku." Jelas Alana.


Baru saja Alex membuka mulutnya untuk kembali bertanya, Tapi terdengar suara ketukan pintu dari luar


Alana pun bergegas membukakan pintu


"Aku membawakan makanan untukmu. Apa kau sedang menerima tamu." Ucap nyonya Margaretha yang langsung memasuki rumah Alana.


Nyonya Margaretha adalah satu-satunya tetangga yang perduli pada Alana.


Mungkin usianya sama seperti ibunya, Karena itulah nyonya Margaretha memperlakukan Alana seperti anaknya sendiri.


"Apa dia kekasihmu?" Tanya nyonya Margaretha saya melihat keberadaan Alex.

__ADS_1


"Bu- Bukan! Dia hanya temanku." Jawab Alana agak gugup.


Beruntung penglihatan nyonya Margaretha sudah agak Rabun, Sehingga ia tidak menyadari kalau Pria itu adalah Alexander Abraham.


"Baiklah, Aku pulang dulu. Ingat! Kau masih gadis, Jadi harus pintar menjaga kehormatan dirimu." Pesan nyonya Margaretha.


"Iya, Nyonya. Aku Akan selalu mengingat pesanmu." Jawab Alana saat mengantarkan nyonya Margaretha keluar.


Karena Alana sudah makan. Ia menyimpan makanan yang di berikan nyonya Margaretha kedalam lemari pendingin.


"Siapa dia? Sepertinya dia galak sekali." Tanya Alex.


"Dia adalah nyonya Margaretha, Tetanggaku. Walaupun kata-katanya seperti galak Tapi dia satu-satunya orang yang cukup perduli padaku." Jawab Alana.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Di Rumahnya, Pieter dan Anna sedang berkumpul dengan Alicia.


Seperti biasa mereka akan membawa Alicia ke kamar mereka sebelum tidur.


Alicia yang berbaring dengan botol susu di mulutnya.


Sementara Pieter sedang asik dengan mainan kenyalnya.


Pieter pun mengikuti bagaimana cara Alicia menghisap botol susunya. Hingga membuat Anna tertawa terkekeh-kekeh karena geli melihat kelakukan Pieter.


Entah kenapa, Pieter menjadi candu dengan benda kenyal milik Anna.

__ADS_1


"Belakangan ini aku sangat sibuk. Jadi aku tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk terus berdekatan denganmu di saat aku di rumah." Pieter terus menempelkan dirinya pada Anna seolah tidak ingin jauh walaupun hanya satu jengkal.


Saat ini Pieter sedang menikmati buah manis hasil dari kesabaran dan cinta tulusnya kepada Anna.


__ADS_2