Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 100


__ADS_3

Tok... tok...


Alex mengetuk pintu kamar Alana.


"Apa kau masih di dalam?" Teriak Alex


"Ya." Sahut Alana


"Apa kau tidak pergi bekerja?" Alex kembali berteriak


Karena Alex terus berteriak, Alana pun membukakan pintu dan keluar dari kamar.


"Ada apa?" kata Alana


"Tidak apa-apa. Kenapa kau tidak pergi bekerja? Apa kau sakit?" Tanya Alex


"Mulai hari ini aku tidak bekerja lagi." Jawab Alana pelan, Sembari duduk di kursi.


"Kenapa?" Alex


"Aku sudah di berhentikan dari pekerjaanku." Kata Alana lagi.


Alex hanya mengangguk.


"Kalau begitu buatan aku sarapan." Seperti biasa Alex semena-mena saat menyuruh Alana.


"Kau buat saja sendiri. Aku sedang sibuk!" Kali ini Alana menolak


"Mau sibuk apa? aku yakin kau hanya sedang berleha-leha saja" Alex tidak percaya


"Aku sedang sibuk berkemas. karena hari ini aku akan pergi mendaki." Jawab Alana


"Mendaki? mendaki kemana?" Alex


"kau pikir mendaki apa? tentu saja.endaki gunung." Alana


"Kalau begitu aku ikut." Jawab Alex


"Tidak. Aku sedang ingin menenangkan diri, Jadi tolong jangan menggangguku." Kata Alana


"Aku tidak akan mengganggumu." Alex


"Aku bilang tidak! memangnya kau tidak ada pekerjaan lain selain membuntuti diriku?" Alana

__ADS_1


"Beberapa hari kedepan aku sedang tidak ada pekerjaan. Jadi apa salahnya?" Alex tetap ingin ikut


"Jangan memaksa. Bahkan kau tidak memiliki persiapan apapun." Alana


"Persiapan apa? kita hanya akan mendaki, Bukan berperang!" Alex


"Terserah kau saja." Alana pun menyerah.


Alana kembali masuk ke kamar dan melanjutkan persiapannya.


Alana pun keluar dengan Sebuah tas besar yang ia bawa.


"Kau mau kemana? Apa kau akan pindah rumah?"


"Ini adalah persiapan mendaki. Mendaki tidak semudah yang kau pikirkan." Alana menaruh tasnya di kursi, Dan pergi ke dapur untuk membuat sarapan.


Alana membuat dua buah sandwich untuk dirinya dan Alex.


"Kita harus segera pergi, Agar bisa sampai puncak gunung sebelum gelap." Alana


"Bawa ini." Alana memberikan sebuah jaket tebal kepada Alex.


Karena cuaca akan sangat dingin saat di gunung nanti


"Kita naik mobil saja." Ajak Alex saat Alana hendak menghampiri motornya


Walaupun tidak terlalu tinggi tapi gunung tersebut memiliki pemandangan indah saat berada di puncaknya.


Alana meminta Alex memarkirkan mobilnya di tempat biasa orang-orang memarkirkan kendaraan sebelum mendaki.


Entah kenapa kali ini tidak ada kendaraan lain yang terparkir? Mungkin karena ini bukan hari libur, Pikir Alana.


Alex dan Alana pun mulai berjalan perlahan untuk mendaki.


"Apa kau sering melakukan pendakian?" Tanya Alex sambil terus berjalan


"Tidak, sering. Hanya pernah beberapa kali saja." Jawab Alana


"Memangnya kau tidak takut?" Alex


"Tidak. Karena kita akan bertemu orang-orang di atas sana."


"Tapi sepanjang perjalanan aku tidak melihat satu orang pun." Alex

__ADS_1


Alex dan Alana berjalan sembari sesekali mengobrol.


Hingga mereka pun sampai di pos satu.


Mereka beristirahat sejenak sembari menenggak air mineral yang di bawa.


"Kita tidak biasa istirahat terlalu lama. Karena perjalanan masih cukup jauh." Alana kembali meraih ranselnya untuk siap berjalan kembali.


"Biarkan aku membawanya." Alex meraih ransel yang di bawa Alana


"Ternyata ini sangat berat." Ujar Alex Saat memakai ransel di punggungnya


sudah beberapa jam mereka mendaki, Akhirnya mereka sampai di pos terakhir yaitu pos tiga. Dimana mereka akan segera sampai di puncak dalam perjalanan kurang dari satu jam.


"Aku sudah tidak kuat. Kita istirahat disini." Alex menaruh ransel yang di bawanya di sebuah pos pemberhentian.


Alana pun menurut.


Padahal jauh dalam hatinya ia ingin segera sampai di puncak untuk menikmati suasana.alqm di sana.


"Istirahat sebentar, Memangnya kau tidak lelah?" Ucap Alex dengan nafas yang masih terengah-engah.


"Tentu saja lelah. Tapi rasa lelah ini akan segera terbayarkan dengan ketenangan alam yang di dapatkan saat sudah di puncak." Jawab Alana


Alana pun duduk di sebuah bangunan yang di peruntukan untuk para pendaki beristirahat sejenak


"Ayo kita lanjutkan perjalanan lagi." Ajak Alana yang masih bersemangat


"Tunggu, Alana. Apa kau tidak lihat? Langit menggelap begitu cepat." Ujar Alex sembari memandangi langit yang semakin menggelap.


"Kau benar, Tapi kalau kita terlalu lama di sini kita tidak akan sampai puncak sebelum malam tiba." Alana tetap bersikukuh


Belum sempat Alana melangkahkan kakinya, Hujan deras pun benar-benar turun.


Sehingga menghentikan niat Alana untuk melanjutkan pendakiannya


"Mungkin kita bisa melanjutkan perjalanan perlahan-lahan." Alana


"Tapi akan sangat berbahaya jika mendaki dalam keadaan hujan deras seperti ini." Jawab Alex


Alana pun terdiam. Karena apa yang di ucapkan Alex memang ada benarnya.


Sembari menunggu hujan reda, Alana membuka ranselnya.

__ADS_1


Ia mengambil makanan ringan untuk mengganjal perut.


Sudah hampir satu jam mereka berteduh, Hujan tak kunjung reda.


__ADS_2