Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 53


__ADS_3

Anna membuka matanya setelah tadi tidak sadarkan diri.


Ia mendapati dirinya terbaring dengan selang infus terpasang di tangan.


Anna mengedarkan pandangannya dan mendapati Pieter sedang terlelap di sofa.


Anna menghela nafas.


Sampai kapan ia akan berada di tempat ini?


Bagaimana caranya ia bisa pergi, Sementara peluangnya sangat kecil.


Tidak lama Pieter pun terbangun dan langsung menghampiri Anna.


"Kau sudah bangun? Bagaimana keadaanmu?" Ucap Pieter sembari mengusap pipi Anna.


Anna membuang wajah.


Rasanya ia tidak Sudi saat Pieter menyentuhnya.


"Kau tunggu sebentar. Aku akan memanggil kembali dokter untuk memeriksa keadaanmu." Kata Pieter dan pergi.


Sembari menatap langit-langit Anna mencoba berpikir dengan tenang.


Akhirnya ia menemukan cara bagaimana ia bisa keluar.


Ya. Anna akan mencoba meminta bantuan pada dokter yang akan memeriksanya.


Anna berharap, Dokter tersebut mau berbaik hati membantunya untuk memberi tau Alex kalau dia terkurung di tempat ini.


Pieter pun kembali masuk dengan dokter wanita yang memeriksa Anna semalam.


Sang dokter mendekati Anna dan memeriksa keadaannya.


Sementara Pieter berdiri agak jauh.


Anna bersyukur karena dokter yang memeriksanya seorang perempuan. Anna pun mengumpulkan keberanian untuk menjalankan rencananya.


"Dokter, tolong katakan padanya aku ingin berganti pakaian." Ucap Anna pada sang dokter


"Baiklah." Setelah mengganti infusan yang habis dokter itupun menghampiri Pieter.


"Gadis ini meminta untuk berganti pakaian tuan." Ucap dokter tersebut.


"Benarkah!" Pieter pun mendekati Anna.


"Apakah kau ingin berganti pakaian. Kau ingin pakaian yang seperti apa? Biar anak buahku membelikannya." Ujar Pieter

__ADS_1


"Aku hanya butuh pakaian yang nyaman." Anna menjawab dengan ketus.


"Sebaiknya belikan dia pakaian yang longgar dan nyaman." Dokter memberikan saran.


"Baiklah." Kata Pieter


Pieter pun langsung meminta anak buahnya untuk membeli pakaian yang di maksud.


"Sekarang kau bisa pergi." Suruh Pieter pada dokter.


Hati Anna mulai tegang saat Pieter menyuruh dokternya untuk pergi.


"Aku harap Bu dokter tetap di sini untuk membantuku mengganti pakaian." Ucap Anna


Sang dokter tidak berani menjawab. Ia hanya menatap Pieter untuk meminta jawaban.


"Baiklah. Kau tetap di sini untuk membantunya berganti pakaian. Dan setelah itu baru pergi." Ujar Pieter.


Anna sedikit lega, Langkah pertama dari rencananya berjalan mulus.


Semoga saja langkah berikutnya juga berjalan lancar.


Tiga puluh menit kemudian Anak buah Pieter datang dengan beberapa paper bag di tangannya.


"Ini tuan. Kami membeli sesuai yang tuan katakan." Ucap Anak buah Pieter


Pieter pun memberikan semua paper bag itu pada Anna.


"Bisakah kau keluar saat aku berganti pakaian!" Ujar Anna


Pieter diam sejenak.


"Baiklah. Tapi jangan pernah berpikir kau bisa keluar dari tempat ini." Ucap Pieter seolah tau apa yang sedang Anna pikiran.


Pieter pun meninggalkan ruangan Anna.


"Kau akan memakai yang mana Nona?" Ucap Bu dokter yang membantu memilihkan untuk Anna.


Anna memegang tangan Bu dokter itu.


" Bu kau tau kan kalau aku di sekap di tempat ini. Bu bantulah aku untuk keluar dari tempat ini. Agar aku bisa kembali kepada suamiku,Aku yakin suamiku akan memberikan banyak untuk padamu jika kau membantuku untuk keluar dari tempat ini." Ucap Anna memohon


"Maafkan aku Nona malang. Sama sepertimu hidupku juga seperti di sekap. Gerak gerik ku di awasi. Dan jika aku melakukan kesalahan keluargaku yang akan menjadi korbannya." Jawab Bu dokter


Anna sangat kaget mendengar ucapan dokter itu.


"Aku tidak bisa membantumu keluar dari tempat ini. Saranku, Jagalah kesehatan. Agar kamu bisa berlari dengan kuat jika mendapatkan kesempatan untuk kabur dari tempat ini" Ujar Bu dokter sembari membantu Anna mengganti pakaian.

__ADS_1


Anna terdiam. Ternyata rencananya gagal total.


Anna tidak menyangka kalau Pieter adalah manusia jahat.


"Kenapa lama sekali?" Pieter yang tidak sabar pun memaksa masuk ke ruangan Anna.


Beruntung Anna sudah selesai berganti pakaian.


"Sudah selesai Tuan" Bu dokter menelan salipannya untuk menghilangkan rasa tegangnya.


Hampir saja Pieter mendengar ucapan mereka.


"Kau bisa pulang." Suruh Pieter pada Dokter


Pieter kembali mendekati Anna


"Aku sengaja membelikan pakaian cukup banyak untukmu. Agar kau bisa berganti pakaian setiap hari. Nikmatilah hari-harimu di sini." Ucap Pieter


Anna hanya diam dan tidak ingin menggubris perkataan Pieter.


"Apa kau berpikir Alex akan mencarimu? Tidak. Pria seperti dia tidak akan pernah bisa mencintai wanita dengan tulus. Secepatnya dia akan melupakanmu." Sambung Pieter.


Anna membuang wajahnya ke arah lain. Anna mencoba menyangkal ucap Pieter barusan.


Anna sangat yakin kalau Alex sangat mencintainya.


"Sebentar lagi Makanan untukmu akan datang. Aku harap kali ini kau tidak akan membuang makanan itu lagi." Jelas Pieter.


Benar saja. Maid pun datang membawakan makanan untuk Anna.


"Makanlah!" Suruh Pieter


Anna Dian sesaat.


Ia pun mulai menyendok makanan tersebut dan melahapnya.


Anna memikirkan ucapan dokter tadi.


Yang di ucapkan dokter itu ada benarnya.


Bagi bisa Anna kabur dari tempat ini kalau fisiknya saja lemah.


Suapan berikutnya pun masuk ke mulut Anna.


Pieter yang merasa senang akhirnya Anna mau makan, Langsung menghampiri dan berdiri di dekat Anna.


"Gadis pintar. Habiskan makananmu." Ucap Pieter sembari mengusap rambut Anna.

__ADS_1


"Ini obat dan vitamin yang harus kau minum setiap hari." Pieter pun memberikan obat yang di berikan Dokter


Anna tidak menjawab setiap ucapan Pieter. Tapi ia menurut untuk meminum obat yang di sodorkan Pieter.


__ADS_2