Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 85


__ADS_3

Setelah Satu bulan pasca operasi, Keadaan Pieter menjadi jauh lebih baik.


Ia seperti terlahir kembali dengan kondisi lebih bugar.


Hari ini, Pieter akan mulai beraktivitas seperti biasa. Yaitu meeting dan melakukan syuting film yang sempat tertunda.


"Anna, Kenapa kemejaku menjadi sempit begini? Sepertinya berat badanku bertambah banyak." Ucap Pieter saat sedang bersiap-siap untuk pergi.


"Nanti Pulang dari rumah sakit, Aku akan mampir ke pusat perbelanjaan untuk membeli kemeja baru untukmu." Jawab Anna sembari berdandan.


"Sepertinya aku harus rutin nge-Gym lagi, Supaya berat badanku kembali stabil." Ucap Pieter lagi


"Kau harus ingat, Walaupun kau sudah bisa beraktivitas. Tapi kau tidak boleh terlalu lelah." Jawab Anna


Pieter mengurungkan niatnya untuk memakai kemeja, Ia pun memilih memakai kaos berwarna abu-abu polos dan celana jeans hitam.


Sementara Anna berpakaian sederhana seperti biasanya.


"Kau sudah siap?" Tanya Pieter


"Ya. Sebentar lagi." Jawab Anna lalu mengoles lipstik di bibirnya.


Setelah bermanja-manja dengan Alicia sebentar, Mereka pun berangkat.


Pieter mengantarkan Anna ke rumah sakit sebelum ia pergi bekerja.


"Jaga dirimu baik-baik. Mintalah sopir untuk menjemput." Pesan Pieter lalu pergi.


"Wajahmu terlihat berbinar-binar setelah menikah. Apa kau sangat bahagia Anna." Ucap Emi saat mereka makan siang bersama


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Anna


"Aku penasaran saja. Sepertinya menikah menyenangkan juga" Kata Emi lagi


"Pernikahan akan terasa menyenangkan jika kau menikah dengan orang yang tepat." Jawab Anna lagi


"Memangnya kau pernah menikah dengan orang yang tidak tepat? Kenapa kau bisa memiliki kesimpulan seperti itu." Emi


Anna yang sedang menyedot minumannya seketika tersedak.


"Bukan begitu. Kau bayangkan saja, Jika menikah dengan orang yang tidak pernah mencintaimu. Dia bisa berbuat sesuka hatinya tanpa memikirkan perasaanmu." Ujar Anna Dengan sederet luka yang masih tersimpan di kepalanya


"Intinya, Menikahlah dengan seseorang yang sangat mencintaimu." Timpal Anna

__ADS_1


Emily pun mengangguki ucapan Anna.


"Setelah pulang bekerja, kau mau kemana?" Tanya Anna.


"Tidak kemana-mana. Mungkin aku akan langsung pulang." Jawab Emi


"Kalau begitu, Antar aku ke pusat perbelanjaan. Aku ingin membeli pakaian untuk Pieter." Ajak Anna


"Baiklah." Emily langsung setuju


Setelah pulang dari rumah sakit dan berbelanja. Anna langsung kembali pulang di antar Emi.


Secara kebetulan, Pieter pun baru sampai saat mobil Emi berhenti di rumah Pieter.


"Terimakasih, Telah mengantarkan Anna. Sebaiknya kau mampir dulu untuk makan malam bersama kami." Pinta Pieter.


"Tidak tuan Pieter. Aku tidak ingin mengganggu suasana honeymoon kalian." Ucap Emi


"Aku pergi dulu." Emi pun memacu mobilnya untuk keluar dari pekarangan rumah Pieter


Dengan sigap, Pieter mengambil paper bag yang cukup besar dari tangan Anna.


"Biar aku saja yang bawa." Ujar Pieter


Mereka pun memasuki rumah bersama-sama.


Anna membuka jas lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sementara Pieter duduk di sofa untuk menunggu giliran mandi.


Setelah lima belas menit Anna pun keluar dengan dress rumah yang biasa ia pakai.


"Setelah mandi, Langsung saja ke bawah untuk makan malam." kata Anna pada Pieter yang hendak memasuki kamar mandi


"Baiklah." Jawab Pieter


Anna langsung pergi ke bawah untuk menemui Alicia dan meminta maid untuk menyiapkan makan malam untuk dirinya dan Pieter.


Pieter dan Anna pun menyantap makan malam bersama-sama.


"Bagaimana harimu? Apakah berjalan baik?" Tanya Pieter setelah mereka sama-sama sudah di ranjang.


"Semuanya berjalan baik. Lalu bagaimana dengan hari pertamamu? Apakah kesehatanmu baik?" Anna balik bertanya

__ADS_1


"Ya. Aku baik-baik saja. Entahlah, Aku merasa tubuhku lebih sehat daripada sebelum aku sakit." Jawab Pieter.


Setelah mengobrol, Pieter pun menyuruh Anna untuk tidur.


Pagi hari.....


Setelah dirinya siap dan rapi, Anna menyiapkan pakaian untuk di pakai Pieter hari ini.


"Ini pakaianmu, Semoga saja kau suka dengan pakaian yang ku belikan untukmu." Kata Anna pada Pieter.


"Walaupun pakaian yang kau belikan kebesaran atau kekecilan, Aku akan tetap memakainya Anna." Pieter meraih pakaian yang di sodorkan Anna.


sebuah kemeja berwarna abu-abu polos ternyata begitu pas di tubuh Pieter.


"Syukurlah, Ternyata pas." Kata Anna yang membantu mengancingkan kemeja tersebut.


Setelah siap dan sarapan mereka pun pergi beraktivitas masing-masing.


Mengantarkan Anna ke rumah sakit pun sudah menjadi aktivitas wajib sebelum Pieter pergi bekerja.


Anna melakukan pekerjaannya seperti biasa.


Sesekali ia menelpon rumah untuk menanyakan keadaan Alicia.


Anna duduk sebentar untuk sekedar beristirahat.


Anna duduk termenung di ruangannya.


Tiba-tiba ia teringat Pieter.


Sudah satu bulan lebih ia menikah, Tapi belum terjadi apapun antara ia dan Pieter.


Anna tiba-tiba merasa takut terjadi sesuatu lagi pada Pieter. Karena sampai saat ini ia belum menepati janjinya.


Ia takut tuhan marah padanya, Karena tidak menepati janjinya.


Tapi bagaimana? Pieter tidak pernah meminta hal itu padanya.


"Tidak mungkin aku yang memintanya duluan." Batin Anna


Anna menyandarkan kepalanya di kursi.


Ia pun berpikir sesaat.

__ADS_1


Ide cemerlang pun terlintas di kepalanya.


"Baiklah tuan Pieter, Malam ini benteng pertahanan MU akan runtuh" Ucap batin Anna lagi.


__ADS_2