Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 58


__ADS_3

Cassandra sedang berbaring nyaman di lengan Alex, dengan Jemari memutar-mutar manja di dada bidangnya


"Kau lihat. Akulah pemenangnya, Dari banyaknya gadis yang mendekatimu tetaplah aku yang memilikimu." Ujar Cassandra sembari terus membelai dada Alex


Alex hanya diam. Dia hanya menatap langit-langit kamar.


"Aku teringat dengan gadis kampung itu. Kenapa dia tau tentang pesta kita Apa kau mengundangnya?" Ujar Cassandra tiba-tiba.


"Tidak!" Jawab Alex Singkat.


"Kalau tidak salah aku melihat dia seperti sedang mengandung. Apa dia sudah menikah?" Cassandra bertanya lagi.


"Aku tidak tau dan tidak perduli." Jawab Alex sembari bangun dari tempat tidur


Cassandra tersenyum sumringah melihat Alex benar-benar sudah tidak perduli pada Anna.


Alex berjalan menuju dapur dan mengambil sebotol minuman.


Ia pun langsung menenggaknya sampai tandas.


Pikirannya seketika memanas saat mengingat Anna.


"Dasar ******!!!" Ujar Alex sembari melemparkan botol bekas minumnya tadi.


Entah kenapa Alex menjadi merasa jijik pada Anna.


Gadis yang ia pikir polos dan menggemaskan ternyata wanita murahan yang tega mengkhianatinya dengan pria lain.


"Ada apa? Apa ada masalah?" Tanya Cassandra yang tiba-tiba datang.


"Tidak! Tidak ada apa-apa." Jawab Alex yang kembali meninggalkan Cassandra.


🍂🍂🍂🍂🍂


Pieter memacu mobilnya untuk segera sampai di rumah.


Ya. dia ingin segera bertemu dengan Anna.


Pieter ingin memberikan sebuah dres yang ia beli tadi pada Anna.


Pieter menatap paper bag berwarna hitam yang ia simpan di kursi sebelahnya.


Ia membayangkan betapa cantiknya Anna saat mengenakan dress bermotif bunga-bunga itu.


Pieter tersenyum sesaat, Ia berharap Anna bersedia menerima pemberiannya.


Setelah sampai di rumah dan tanpa menghiraukan siapapun Pieter langsung berjalan menuju kamar Anna dengan paper bag di tangannya.


Pieter mengetuk pintu dan masuk setelah mendapatkan jawaban dari Anna.


"Kau sedang apa?" Tanya Pieter basa-basi


Dan bukan hal yang aneh kalau Anna mengabaikannya.


"Tadi Aku melihat dress bagus. Dan aku pikir ini akan sangat cocok kalau kau memakaikannya." Pieter kembali bicara walaupun tidak mendapatkan tanggapan dari Anna.


"Aku harap kau mau memakainya. Dan setelah itu kita akan pergi berjalan-jalan. Aku menunggumu di bawah, Jika kau tidak turun dalam waktu satu jam. Itu berarti kau menolaknya." Ucap Pieter sembari meletakkan paper bag tersebut di kasur.


Pieter memutar tubuhnya untuk keluar dari kamar Anna.


"Tapi Aku tidak memaksa. Kalau kau menolak pun aku tidak akan marah." Ucap Pieter Sebelum pergi.


Pieter pun menunggu di bawah.


Ia sangat berharap Anna menerimanya walaupun kemungkinannya sangat kecil.


Pieter berniat mengajak Anna berjalan-jalan sebentar.


Sudah cukup lama Anna tidak menikmatinya suasana luar.


Untuk kesekian kalinya Pieter melihat jam di tangannya.


Sudah empat puluh menit Pieter menunggu, Tapi Anna belum datang menemuinya.

__ADS_1


Tapi Pieter bersikeras untuk tetap menunggu hingga waktu yang ditentukannya berlalu.


hingga Akhirnya satu jam pun berlalu tapi Anna tidak kunjung turun.


Itu pertanda bahwa Anna menolaknya.


Pieter pun bersandar di kursi sembari memijat pelipisnya.


Dan tanpa Ia sadari Anna sudah berdiri di hadapannya dengan dress yang Ia berikan.



Pieter terdiam sesaat, Ketika menyadari Anna sudah ada di hadapannya.


Ia benar-benar tidak menyangka Anna akan menerima ajakannya.


"Ka-- Kau menerima ajakanku?" Tanya Pieter


Anna mengangguk samar.


"Ba- Baiklah. Kita pergi sekarang." Ujar Pieter yang masih tidak percaya.


Anna dan Pieter pun pergi.


Pieter berinisiatif mengajak Anna untuk mencari perlengkapan bayi.


Karena kurang dari dua bulan Anna akan segera melahirkan.


Saat sampai di sebuah pusat perbelanjaan Pieter membantu Anna untuk keluar dari mobil.


Setelah di dalam pusat perbelanjaan Anna benar-benar tidak berminat untuk bertanya kepada Pieter tentang tempat dan tujuan mereka.


Anna hanya benar-benar mengikuti Pieter.


Hingga akhirnya pieter mengajaknya pada sebuah toko yang menyiapkan berbagai macam perlengkapan bayi.


"Sebentar lagi kau akan melahirkan. Jadi kau harus mulai membeli perlengkapannya." Ucap Pieter seolah tau dengan apa yang Anna pikiran


"Aku sengaja mengajakmu langsung, Karena Aku tidak tau warna dan model seperti apa yang kau sukai." Sambung Pieter


Pieter pun dengan setia mengantar Anna di setiap stand.


"Beli saja semua yang kau butuhkan." Ucap Pieter


"Aku rasa ini sudah cukup. Aku merasa lelah dan ingin beristirahat." Jawab Anna


"Baiklah. Kita Pergi ke restoran, Disana kau bisa beristirahat dan makan." Kata Pieter


Pieter pun pergi setelah membayar semua belanjaan Anna.


Mereka berkeliling sebentar untuk menentukan restoran mana yang akan mereka pilih.


"Apakah Aku boleh meminta pizza?" Ucap Anna saat mereka berada dekat dengan restoran pizza.


"Tentu saja." Ucap Pieter tanpa basa basi


Mereka pun langsung memesan satu loyang besar pizza untuk dimakan di tempat.


Pieter senang saat melihat mata Anna berbinar ketika pelayanan membawakan pizza yang mereka pesan.


"Makanlah sampai kau benar-benar kenyang. kalau masih kurang nanti aku pesankan lagi." Ucap Pieter.


Tanpa malu-malu Anna langsung mengambil potongan pertama.


Ia melahap pizza-nya dengan tangannya langsung.


Potongan kedua pun sudah masuk kedalam perutnya.


Pieter hanya tersenyum samar melihat Anna makan selahap itu. Tapi Pieter berpura-pura tidak memperhatikan Anna Karena dia tidak ingin Anna menjadi gugup atau risih.


Sedang asik mengunyah tiba-tiba Pieter memberi isyarat kalau di bibir Anna ada saus.


Tapi Anna tidak mengerti dengan isyarat yang di maksud Pieter.

__ADS_1


Hingga Pieter pun berinisiatif membersihkan sisa saus di bibir Anna dengan jemarinya.


"Ada saus di bibirmu Anna." Kata Pieter sembari mengusap ujung bibir Anna.


"Wow, Romantis sekali." Ucap seseorang yang tiba-tiba menghampiri Anna dan Pieter


Pieter segera menjauhkan tangannya dari bibir Anna setelah tau kalau Cassandra dan Alex lah yang menghampiri mereka.


"Baby, Lihatlah. Gadis kampung ini sudah menemukan cinta sejatinya." Ledek Cassandra.


Seperti biasa Cassandra Akan terus menempel pada Alex, Seolah ingin menunjukkan pada Anna kalau dialah pemenangnya.


Pieter mulai mengepalkan tangannya saat Cassandra terus mengolok-olok Anna.


Tapi Anna mencegahnya, Anna tidak ingin Pieter sampai terpancing dan emosi.


Anna tidak berkata apapun. Ia hanya menoleh sesekali kepada Alex yang diam saja saat Cassandra mengolok-oloknya.


"Aku pikir kalian pasangan yang sangat serasi. Gadis kampung dan Artis tidak terkenal." Ujar Cassandra.


Pieter benar-benar sudah tidak tahan. Ia pun berdiri untuk membalas perbuatan Cassandra tapi lagi-lagi Anna mencegahnya, Hingga akhirnya Pieter pun diam sembari menahan amarahnya.


Karena Anna tidak membalas ejekannya Cassandra pun meninggalkan Anna dan Pieter.


Entah sengaja atau kebetulan, Cassandra sengaja memilih meja di samping Anna.


Melihat Cassandra dan Alex bermesraan membuat nafsu makan Anna seketika menghilang.


"Aku ke toilet sebentar." Ucap Anna pada Pieter.


"Biar aku antar." Jawab Pieter.


"Tidak usah. Aku hanya ingin buang air kecil." Tolak Anna.


Pieter pun membiarkan Anna pergi sendiri, Karena toiletnya pun tidak terlalu jauh.


Anna segera berjalan menuju toilet. Anna benar-benar tidak sanggup lagi untuk menahan air matanya.


Anna sangat sedih melihat Alex seketika berubah seperti itu.


Bahkan ketika Ia di hina pun Alex tetap diam.


Di toilet Anna menangis, Walaupun ia sudah mencuci wajah untuk menghentikan tangisannya. Tapi Air matanya terus mengalir.


"Ternyata benar dugaan ku. Ada yang tidak senang melihat kemesraan antara aku dan Alex." Tiba-tiba Cassandra menghampiri Anna ke toilet.


"Kau." Ucap Anna terkejut.


"Ya. Kenapa kau menangis? Apa kau cemburu melihat aku dengan Alex?" Ujar Cassandra


"Kau lihat sekarang. Alex sudah menjadi milikku seutuhnya. Dan itu berarti Akulah pemenangnya." Sambung Cassandra.


Anna menyeka air matanya. Dan menatap Cassandra dengan tatapan tajam.


"Kau pikir kau pemenangnya? Dan kau bangga dengan acara pertunangan yang mewah itu? Asal kau tau! Dari awal aku sudah menjadi pemenang. Dan kau bisa lihat saat ini aku sedang mengandung buah cintaku dan Alex." Ujar Anna dengan tegas.


Cassandra diam sesaat, Mungkin Ia cukup terkejut.


"Perempuan ****** sepertimu bisa menghalalkan segala cara. bahkan kau bisa tidur dengan lelaki lain dan mengatakan itu adalah anak dari Alex." Balas Cassandra


"Cukup, Cassandra! kau sudah sangat keterlaluan!." Bentak Anna


"Kenapa? Kau tidak terima? dasar Perempuan menjijikan. Demi mendapatkan Alex Kau rela mengandung bayi yang tidak jelas siapa ayahnya." Ujar Cassandra dan pergi meninggalkan Anna.


Dada Anna seketika sesak, Anna benar-benar sedang terbakar amarah.


Anna mencengkram dinding saat tiba-tiba perutnya terasa sangat sakit


Anna pun semakin terkejut saat melihat darah mengalir di kakinya.


Anna duduk bersandar di toilet. Ia mencoba berteriak meminta pertolongan saat darahnya keluar semakin banyak.


Tapi sepertinya tidak ada orang di luar.

__ADS_1


Anna mencoba untuk bangkit.


Tapi tiba-tiba pandangannya menjadi kabur dan semuanya menjadi gelap.


__ADS_2