
"Bangunlah, Aku sudah membuatkan sarapan untukmu." Alex mengusap wajah Anna yang masih terlelap.
Anna menggisik matanya yang masih mengantuk.
Pertempuran semalam benar-benar membuat Anna lelah.
"Aku harus syuting ke luar kota, Jadi kita tidak akan bertemu untuk beberapa hari. Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu, Anggaplah saja sebagai ucapan terimakasih untuk malam ini." Kata Alex lagi sembari memberikan kecupan di dahi Anna
"Jaga dirimu, Aku pasti akan merindukanmu." Ucap Alex sebelum meninggalkan apartemen Anna.
Anna masih terdiam di ranjangnya.
Ia tidak menyangka dengan apa yang baru saja terjadi.
Anna kembali terhanyut dengan pesona Alex untuk kedua kalinya.
Karena sadar kalau dia harus pergi bekerja, Anna segera bangkit dari tempat tidur dan mandi.
Seperti biasa Anna mengenakan pakaiannya yang sopan.
Ia pun teringat dengan ucapan Alex yang membuatkannya sarapan.
Anna kembali meletakkan tas kerjanya dan berjalan ke dapur.
ia menemukan segelas coklat yang sudah tidak terlalu hangat dan sepiring sandwich yang di buatkan Alex. Dengan wajah berbinar Anna menikmati sarapan pagi yang terasa spesial baginya.
Aura sumringah tidak dapat di sembunyikan dari wajahnya.
Rumah sakit...
Dengan telaten, Anna memeriksa pasiennya yang di rawat di rumah sakit.
"Hari ini kau terlihat Sangat cantik dokter Anna. Wajahmu seperti berbinar." Puji seorang pasien yang sedang ia rawat
"Apa selama ini aku tidak terlihat cantik?" Jawab Anna sembari memasang wajah cemberut manja.
Anna sangat akrab dengan para pasiennya, Ia akan menganggap pasiennya sebagai teman jika usia pasiennya setara dengannya.
Dan dia akan menganggap sebagai orang tua sendiri jika pasiennya berusia paruh baya.
"Bukan begitu maksudku. Aku melihat wajahmu di penuhi binar-binar kebahagiaan hari ini." jelas wanita paruh baya itu.
__ADS_1
"Nyonya bisa saja." Elak Anna sembari tersenyum.
"Aku ikut senang, jika kau sedang berbahagia." Ujar pasien Anna lagi
"Aku juga ikut senang jika pasien-pasienku merasa senang." Timpal Anna lagi.
"Kalau begitu aku tinggal dulu." Pamit Anna
Hari sudah sore, waktu untuk pulang pun tiba.
Anna langsung memesan taksi untuk sampai di rumah Pieter.
Hari ini Anna cukup terkejut saat sampai di rumah Pieter.
Karena berbeda dengan hari-hari kemarin, Yang biasanya Pieter berada di ranjang kamarnya.
Hari ini Pieter sudah duduk manis di sofa ruang tengah dengan pakaian rapih.
"Selamat datang Anna." Ucap Pieter menyambut kedatangan Anna
"Kau, Apa kau sudah lebih baik?" Ucap Anna yang terkejut
"Ya. Aku sudah jauh lebih baik. Jadi hari ini aku akan mengajakmu makan malam di luar." Ucap Pieter
"Ayolah Anna. Aku merasa sangat bosan, Jadi jangan tolak permintaanku ini." Pinta Pieter
Karena hari ini, Anna pun sedang berbahagia. Anna mengabulkan permintaan Pieter untuk makan di luar
"Baiklah!" Jawab Anna
Dengan wajah yang masih terlihat pucat, Pieter pun pergi.
Kali ini Pieter meminta sopir untuk mengantarkan mereka.
"Sepertinya hari ini suasana hatimu sedang bagus?" Tanya Pieter saat dalam perjalanan
"Ya. Aku senang karena keadaan pasien-pasienku membaik." Jawab Anna
"Benarkah? Aku tidak heran jika semua pasienmu membaik. Kau mengobati dan mengurus mereka dengan sepenuh hati." Pieter
"Itu sudah menjadi kewajibanku." Jawab Anna
__ADS_1
Pieter dan Anna pun menikmati makan malam di restoran yang tidak terlalu jauh.
Setelah selesai makan malam, Pieter mengantarkan Anna ke apartemennya.
"Terimakasih untuk makan malamnya." Ucap Anna sebelum turun dari mobil Pieter.
Anna pun turun dan meninggalkan Pieter.
Seperti biasa Anna menaiki lift dan berjalan menuju kamarnya.
Seorang pria sudah berdiri di depan pintu apartemen Anna.
"Kenapa kau pulang larut sekali?" Alex langsung memeluk Anna
"Kau bilang akan pergi beberapa hari." Anna balik bertanya.
"Aku tidak bisa menahan rinduku Anna." Bisik Pieter. Membuat hati Anna berbunga
"Berhentilah menempel padaku. Biarkan aku masuk kedalam." Ucap Anna dengan nada sedikit ketus karena ia tidak ingin Alex tau kalau ia senang saat Alex menggombalinya.
"Baiklah." Alex melepaskan pelukannya dan ikut masuk kedalam apartemen Anna.
"Sekarang kita sudah di dalam. Apa aku sudah boleh memelukmu lagi?" Ucap Alex
"Pergilah. Aku harus mandi dan beristirahat." Anna pura-pura menolak
"Apa kau mengusirku?" Tanya Alex
"Menurutmu?" jawab Anna sambil berjalan ke dapur untuk mengambil minum
"Ayolah, Anna. Aku datang jauh dari luar kota karena aku sangat merindukanmu. Tapi kenapa kau malah mengusirku?" Rengek Alex sembari terus mengikuti Anna
"Lalu aku harus Apa?" Anna
"Peluklah aku. Apa kau tidak merindukanku?" Alex merentangkan kedua tangannya
"Ayo, Cepat peluk aku." Alex menarik tangan Anna untuk memeluknya.
"Sudah. Sampai kapan kau akan memelukku begini?" Anna melepaskan diri dari dekapan Alex.
Sebenarnya Anna sangat senang, karena Alex telak kembali padanya. Tapi di sisi lain Anna masih merasa takut.
__ADS_1
Terlebih ia tau kalau hubungan antara Alex dan Casandra belum benar-benar berakhir.