Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 99


__ADS_3

"Bagaimana, Alana? hari ini adalah hari terakhir di bulan ini. Tapi kau tidak memberikan apa yang aku katakan kemarin, Jadi kau tau kan apa konsekuensinya?" Ujar Atasan Alana.


"Iya Pak!" Jawab Alana


"Baiklah, Silahkan ambil surat pengunduran dirimu di ruanganku." Ujar Atasan Alana lagi, lalu pergi.


Dengan perasaan kacau Alana mengurus semua berkas pengunduran dirinya.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Ucap Teman Alana yang mengalami nasib yang sama.


"Entahlah." Jawab Alana


"Apa kau akan langsung pulang, Alana?" Tanya teman Alana


"Entahlah. Mungkin aku akan pergi ke taman untuk sekedar berpikir." Jawab Alana


"Bagaimana kalau kau ikut ke rumahku! Kita makan siang bersama." Ajak teman Alana


"Apa itu tidak merepotkanmu?" Alana


"Tidak!" Teman Alana langsung menarik tangan Alana.


Mereka pun menaiki motor masing-masing untuk sampai di rumah teman Alana.


Alana pun menghabiskan waktu di rumah temannya.


Ibu temannya benar-benar bersikap hangat padanya.


Sehingga Alana merasa seperti patah hati karena teringat pada ibunya.


"Ini sudah sangat sore, Jadi aku harus segera pulang." Ucap Alana Setelah hampir seharian berada di tempat temannya.


"Apa kau tidak menginap saja?" Ucap teman Alana


"Tidak perlu, Hari ini aku sudah terlalu banyak merepotkan kau dan ibumu." Kata Alana


Alana pun pamit pada temannya, Dan tidak lupa berterima kasih pada ibunya.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Pikiran Alana seperti tidak fokus.


Ia benar-benar berfikir apa yang akan di lakukannya esok hari.


Setelah sampai di rumah, Alana menyimpan motornya di tempat biasa ia menyimpan.


Tapi Alana terkejut saat mendapati pintu rumahnya tidak terkunci.


"Kenapa pintunya tidak terkunci? Padahal sebelum berangkat aku menguncinya." Ucap Alana


"Jangan-jangan ada pencuri masuk. Tapi apa yang akan di curi? Bahkan aku tidak memiliki barang berharga apapun" Alana pun berjalan mengendap-endap takut kalau pencuri masih ada di rumahnya.


"Kau sudah pulang?" Tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing untuk Alana


"Kau! Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Alana


"Tidak apa-apa. Aku hanya mampir saja." Jawab Alex


"Kenapa kau merusak kunci rumahku?" Alana


"Tapi caramu seperti kriminal." Alana


"Iya Aku tau." Alex


"Kenapa kau lama sekali? Sampai Bosan aku menunggumu." Kata Alex lagi


"Tidak ada yang memintamu untuk menungguku tuan." Ucap Alana sembari menaruh tasnya.


"Buatkan aku makanan, Aku sudah sangat kelaparan." Suruh Alex


"Berhentilah berlaku semena-mena padaku. Aku sedang lelah dan sangat stres, Jadi jangan menambahkan beban hidupku." Gerutu Alana.


"Memangnya kau tidak lapar?" Tanya Alex


"Ya sebenarnya aku lapar! Tapi aku sedang malas membuat apapun, lagipula aku tidak meminta apapun untuk di masak." Jawab Alana sembari berjalan ke kamarnya.


"Kalau begitu cepat mandi dan bersiap-siap untuk ikut denganku." ucap Alex yang berdiri di pintu kamar Alana

__ADS_1


"Untuk apa?" Alana


"Untuk makan! Kau pikir untuk apa?"


"Kita akan pergi.akan di luar." Kata Alex lagi


"Jadi kau mengajakku kencan?" Kata Alana antusias


"Bukan kencan, Kita hanya pergi untuk makan." Jelas Alex


Flash back.....


Hari ini Pieter baru saja mendapatkan sebuah cek dari hasil kerjanya.


Ia berniat untuk segera menebus kembali mobil kesayangannya yang dulu ia berikan karena kalah berjudi.


Tapi tiba-tiba Alex teringat dengan Alana.


Ia pun menepikan mobilnya sejenak.


"Bagaimana keadaan gadis itu? kenapa tiba-tiba aku teringat padanya." Batin Alex


Alex pun kembali memacu mobilnya menuju rumah Alana.


Hari ini Alex memakai mobilnya yang dulu ia berikan kepada Jose adiknya.


Ia terpaksa meminjamnya kembali, Karena ia membutuhkannya untuk pergi ke lokasi syuting yang cukup jauh.


Sepanjang jalan Alex memikirkan Alana, Ia takut terjadi sesuatu padanya.


Karena semenjak ia pergi dari rumah Alana, Baru kali ini pikirannya terus tertuju pada Alana.


Alex memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju rumah Alana.


Alex melihat rumah Alana terkunci, Dia pun tau kalau Alana belum pulang dari kantornya.


Alex pun berinisiatif membuka paksa kunci rumah Alana dan masuk ke rumah tersebut.

__ADS_1


__ADS_2