
Anna meletakkan tas dan jas putih yang akan ia bawa untuk bekerja.
Setelah setahun bekerja di rumah sakit akhirnya Anna bisa tinggal di apartemen yang tidak terlalu jauh dari rumah sakit tempatnya bekerja.
Anna tinggal seorang diri, Tepatnya hidup seorang diri.
Saat di rumah sakit ia masih bisa tertawa dan bergurau dengan temannya.
Tapi saat di rumah ia benar-benar merasa hampa.
Untuk itu beberapa kali Anna mengajak Emi, teman dokternya untuk menginap di apartemen miliknya.
Beginilah kehidupan Anna setelah keluar dari rumah Pieter.
Setelah selesai bersiap, Anna pun berangkat menggunakan taksi untuk sampai di rumah sakit.
Dengan sepatu pantofel dan jas putih khas para dokter Anna berjalan dengan anggun menuju ruangannya.
Baru saja Anna duduk di kursi kebanggaannya, Emi mendatanginya.
"Hai Anna." Sapa Emi dan duduk di kursi pasien di ruangan Anna.
Emi sudah setahun lebih dulu mengabdi di rumah sakit ini daripada Anna, Tapi Emi tidak besar kepala.
Ia tetap humble kepada Anna. Bahkan mereka berteman Sangat baik.
"Hai, Emi. Ada apa? Tumben sekali pagi-pagi sudah datang ke ruanganku." Jawab Anna
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin memberikan ini padamu. Tadi ibuku membuat makanan banyak, Jadi aku bawakan untukmu."Emi memberikan kotak makan.
"Terimakasih." Anna menerima makanan pemberian Emi dengan raut senang.
"Hari ini, Aku ada jadwal memeriksa pasienku. Kalau Nanti dokter senior mencariku, Katakan padanya aku akan pergi ke rumah pasienku." Kata Emi sembari meneguk kopi yang tersedia di meja Anna
"Kerumah pasien? sejak kapan kau datang ke tempat pasien?" Tanya Anna.
"Sudah beberapa bulan ini." kata Emi
"Tapi Aku tidak pernah tau kau memiliki pasien di luar!" Kata Anna lagi.
"Sepertinya aku lupa menceritakannya kepadamu. Kalau begitu Aku pergi dulu." Ucap Emi lalu meninggalkan ruangan Anna dengan terburu-buru.
Anna membiarkan Emi pergi
Dan dia pun bersiap meninggalkan ruangan untuk memeriksa pasiennya.
Anna duduk bersandar di kursinya. Ia beristirahat sejenak sebelum keluar untuk makan siang.
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu.
"Masuklah." Jawab Anna mempersilahkan.
"Ada pasien korban kecelakaan. Sepertinya dokter Emi sedang keluar, Apa kau bisa menanganinya." Ujar seorang dokter lain.
"Tentu saja." Anna langsung pergi dengan sigap. menangani pasien tersebut.
__ADS_1
Karena terlalu sibuk, Anna tidak menyadari kalau ini sudah larut. Sebenarnya ia sudah mau pulang saat pukul delapan malam tadi. Tapi tiba-tiba keadaan pasiennya memburuk. Jadi Anna harus menanganinya terlebih dahulu.
Pukul sepuluh malam Anna keluar dari rumah sakit, Tentu saja menggunakan taksi.
Tapi saat di perjalanan, Anna tiba-tiba meminta sang sopir untuk menghentikan taksinya.
"Aku berhenti di sini saja." Ucap Anna
Anna sengaja berhenti di sini.
Ia berniat untuk pergi ke sebuah cafe.
Anna merasa sangat lapar. Ia ingin memanjakan perutnya sebentar sebelum pulang.
Lagi pula cafe ini tidak terlalu jauh dari apartemen, Jadi Anna bisa berjalan kaki untuk pulang.
Setelah menghabiskan semua makanan yang ia pesan, Anna pun bergegas untuk pulang.
Anna berjalan sedikit cepat karena ini sudah larut malam.
Anna bisa bernafas lega saat sudah sampai gedung apartemen.
Anna segera berjalan menuju lift untuk sampai di kamar apartemennya yang ada di lantai delapan belas.
Anna sudah terbiasa pulang larut malam seperti ini.
Lift pun berhenti di lantai berikutnya, Anna hanya diam tak perduli saat pintu lift terbuka.
__ADS_1
Anna segera memasuki kamarnya, membersihkan diri lalu beristirahat.
Beginilah rutinitas yang di jalani Anna setiap harinya.