Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 96


__ADS_3

Kalau bagi orang lain weekend adalah waktu untuk bersantai atau berlibur, Tapi itu tidak berlaku untuk hidup Alana. Karena ini saatnya Alana untuk mencuci pakaian dan berbenah rumahnya.


Alana mengumpulkan pakaian kotornya lalu bersiap untuk mencuci.


Beberapa pakaian Pieter pun ada di keranjang cuciannya.


Satu persatu pakaiannya ia cuci menggunakan tangan, Hingga kini giliran pakaian Alex


Baju Pieter pun sudah selesai ia cui Tanpa masalah. Tapi saat cuciannya hanya tinggal pakaian dalam Alex, Rasanya tidak mungkin ia mencuci ****** ***** seorang pria asing.


Dengan tangan penuh busa sabun, Alana menghampiri Alex yang ada di kursi.


"Aku sudah selesai mencuci bajumu, Tapi aku tidak mau mencuci pakaian dalammu." Ujar Alana


"Lalu?" Jawab Alex Dengan santainya


"Kau cuci sendiri sana!" Suruh Alana.


"Kenapa harus aku? Lagipula kenapa kau tidak membawanya ke tempat laundry saja." Alex


"Aku sudah terbiasa mencuci dengan tangan. Karena aku harus menghemat biaya pengeluaran." Alana


"Itu urusanmu. Aku tidak mungkin melakukannya karena aku tidak pernah melakukannya di seumur hidupku." Alex menolak.


Dengan raut kesal, Alana pun kembali ke kamar mandi. Alana memejamkan matanya dan mencuci pakaian dalam Alex dengan sangat terpaksa.


"Mimpi apa aku semalam, Sampai aku harus mencuci pakaian orang asing dengan tanganku." Sambil mencuci Alana terus menggerutu.


Selesai mencuci dan menjemur Alana membuat dua gelas coklat hangat dan sandwich untuk dirinya dan Alex sarapan.


Karena uang pemberian Alex Alana bisa membeli makanan yang agak mahal, Karena biasanya ia harus berpikir berkali-kali jika hendak membeli makanan mahal.


Alana dan Alex pun Sarapan di ruang tengah seperti biasanya.


"Aku pikir di jaman sekarang sudah tidak ada manusia yang mencuci dengan tangan. Ternyata masih ada" Ucap Alex menyindir Alana yang masih kesal.

__ADS_1


Alana hanya menatap sesaat lalu lanjut menyuap makanannya.


" Mesin laundry-ku rusak dan Uangku tidak cukup untuk membeli mesin laundry baru." Jawab Alana sedikit ketus.


Mereka pun kembali terdiam.


"Besok aku akan pulang." Ucap Alex tiba-tiba


Alana berhenti mengunyah sesaat ketika Alex berkata kalau ia akan pulang.


"Baguslah." Jawab Alana dengan wajah datar.


"Kau tidak akan mencegahku?" Tanya Alex


"Untuk apa aku mencegah, Kita ini hanya dua orang yang tidak saling mengenal." Jawab Alana sambil mengambil piring dan cangkir bekas sarapan Mereka.


Alana langsung pergi ke dapur untuk mencuci piring yang ada di tangannya.


Selesai mencuci piring, Alana berpamitan pergi ke kamar.


Seharian Alana berada di kamarnya, Ia memilih menghabiskan hari libur untuk beristirahat sambil membaca buku di kamar.


"Keluarlah sebentar!" Ujar Alex


"Ada apa?" Alana balik bertanya.


"Keluar saja sebentar." Kata Alex lagi


Alana pun membukakan pintu kamarnya.


"Ada apa?" Tanya Alana


"Aku lapar. Biarkanlah aku makanan." Pinta Alex


"Di lemari es ada buah dan camilan. Kau bisa memakannya" Ucap Alana sembari menutup kembali pintu kamarnya.

__ADS_1


Tapi Alex berhasil mencegahnya Sebelum Alana berhasil menutup pintu.


"Tapi aku ingin kau buatkan mie instan seperti waktu itu." ucap Alex.


"Kau buat saja sendiri, Aku sedang beristirahat." Alana kembali menolak


"Ayolah. Aku tidak bisa melakukannya." Alex


Alana menarik nafas panjang lalu pergi ke dapur dengan terpaksa.


Alana pun mengambilnya dua bungkus mie instan.


"Aku hanya minta di buatkan satu bungkus. Kenapa kau memasak dua?" Kata Alex yang ternyata membuntuti Alana ke dapur.


"Ini untukku. Kau pikir hanya kau yang memiliki perut." Jawab Alana


"Kalau kau lapar kenapa kau diam saja di kamar?" Alex terus bertanya


"Karena aku sedang malas melakukan apapun." kata Alana.


"Dasar pemalas." Kata Alex lalu meninggalkan Alana di dapur.


"Sudah menumpang, Tapi tidak tau diri." Gerutu Alana


Dua mangkuk mie panas kini sudah tersedia di meja.


Mereka pun langsung menyantapnya.


"Apakah kau hanya diam di rumah saat weekend?" Tanya Alex


"Ya." Jawab Alana singkat


"Apa kau tidak pergi ke luar?" Alex


"Tidak" Alana

__ADS_1


"Memangnya kau tidak memiliki teman untuk pergi?" Alex


"Sejak tadi kau bertanya terus. Habiskan saja makananmu." Suruh Alana.


__ADS_2