
Malam hari Alana memasak dua Bungkus mie instan.
Dia benar-benar sudah kehabisan bahan makanan untuk di masak.
Alana membawa dua mangkuk mie yang baru saja ia masak menuju ruang tengah.
"Makanlah. Ini adalah makanan terakhir yang ada di rumahku." Ujar Alana sembari menyuguhkan satu mangkuk pada Alex
"Tadi kau bilang tidak akan memberiku makan." Jawab Alex
"Aku tidak ingin kau mati di rumahku." Ketua Alana
Alex pun menyantap mie instan Tanpa telur bahkan sayur pun tidak ada.
"Sebaiknya besok pagi kau pulang. Aku benar-benar sudah tidak punya apa-apa untuk Aku berikan padamu." Kata Alana lagi.
Alex tidak menggubris perkataan Alana, Ita masih fokus menikmati mie pemberian Alana.
Selesai makan, Alana segera mencuci mangkuk bekas mereka makan. agar besok pagi tidak perlu repot-repot dengan pekerjaan rumah.
"Apakah lukamu masih sakit?" Tanya Alana Sebelum ia kembali ke kamarnya untuk beristirahat
"Tidak terlalu." Jawab Alex
"Baiklah." Alana pun segera pergi ke kamar lalu mengunci pintu kamarnya.
Sebagai gadis yang benar-benar menjaga kehormatannya, Alana tidak ingin mengambil resiko.
Alana takut Alex berbuat yang tidak-tidak padanya.
Alana segera tidur. Ia tidak ingin lagi mengantuk-ngantuk saat bekerja.
Pagi hari.....
"Roti di rumahku hanya tinggal satu, Sebaik kau makan saja." Alana memberikan selembar roti dengan sisa selai pada Alex.
"Kau tidak sarapan?" Alex balik bertanya
"Tidak apa-apa. Di kantor aku bisa membuat kopi atau teh untuk sarapan." Jawab Alana sembari memakai sepatunya.
"Kenapa kau begitu bersikeras untuk tinggal di rumahku? Bukankah di rumahmu kau bisa mendapatkan segalanya?" Kata Alana lagi.
"Jual ini di pusat perbelanjaan kota. Uangnya akan cukup untuk membeli kebutuhan hingga beberapa hari kedepan." Ujar Alex Sembari memberikan arloji mahal yang di pakainya.
"Kau yakin?" Alana kembali bertanya.
"Tentu saja." Jawab Alex yakin
"Baiklah. Aku akan menjualnya saat pulang bekerja." Jawab Alana
Alana pun memasukkan arloji tersebut kedalam tasnya.
"Belikan aku beberapa pakaian dalam dan pakaian rumah." Pinta Alex
"Kenapa harus aku? Kau beli saja sendiri." Alana menolak
"Aku ini sedang sakit. Apa kau tidak memiliki empati sedikit saja." jawab Alex dengan nada tingginya yang tidak berubah
__ADS_1
"Baiklah, Apa ukuran pakaian dalammu?" Tanya Alana sedikit malu-malu
Alex pun membisikkannya pada Alana
Alana pun segera pergi.
Lagi-lagi Alex di tinggal sendirian di rumah Alana.
Tidak ada televisi atau pendingin ruangan di rumah Alana.
Hanya ada lemari es, Itupun sudah model lama.
Tapi Alex memilih untuk tinggal beberapa hari di rumah ini.
Alex ingin menenangkan jiwa dan pikirannya yang akhir-akhir ini seperti di luar kendali.
Uangnya habis karena belakangan ini ia sering menghabiskan waktu di casino untuk berjudi.
Bahkan mobil kesayangannya pun harus melayang karena kalah taruhan.
Jadwal syuting banyak yang terabaikan. Sehingga ia harus membayar denda yang tidak sedikit, karena sudah melanggar kontrak kerja yang sudah di sepakati sebelumnya.
Hidupnya menjadi sangat berantakan.
_________
Di kantor, Alana benar-benar memutar otak mencari cara agar ia bisa pulang lebih cepat.
Bagaimanapun ia khawatir kalau Alex kelaparan di rumahnya.
"Eummm... Aku,, Aku mendadak sakit kepala. Kalau boleh aku meminta izin untuk pulang lebih cepat." Alana terpaksa berbohong pada atasannya.
Atasan Alana melihat jam tangan sesaat.
"Pulanglah, Untuk hari ini aku ijinkan." Ujar atasan Alana
Alana sangat terkejut, Atasannya yang biasanya sangat galak kini berbaik hati.
Tanpa basa-basi Alana segera pergi dari kantor.
Ia memacu motor tuanya menuju pusat perbelanjaan kota.
Sebuah pusat perbelanjaan besar yang sering di kunjungi para orang kaya dan artis-artis ternama.
Setelah memarkirkan motornya, Alana segera memasuki pusat perbelanjaan.
Alana berkeliling mencari sebuah toko yang memiliki nama yang sama dengan arloji yang Alex berikan.
Setelah beberapa saat mencari, Akhirnya Alana menemukan toko yang Alex maksud.
Dengan perasaan gugup, Alana memasuki store barang branded tersebut.
Benar seperti dugaan Alana orang-orang yang datang kesana rata-rata memakai barang-barang branded semua.
Bahkan Alana bertemu dengan Aktor tampan yang sedang berbelanja dengan istrinya.
Alana mencoba bersikap biasa saja, Walaupun di hatinya antusiasme begitu bergemuruh.
__ADS_1
"Ada yang bisa kami bantu nona?" Tanya seorang pegawai store
Alana pun mengeluarkan arloji yang akan di jualnya.
"Aku ingin menjual ini." Alana menyodorkan arloji milik Alex
"Baiklah, Kami akan memeriksa keasliannya terlebih dahulu." Jawab pegawai store
"Silahkan." Jawab Alana
Alana pun menunggu dengan sabar.
"Baiklah Nona, Apa aku bisa meminta sertifikat arloji ini." Tanya pegawai store
"Tapi aku tidak membawanya." Alana menjawab
"Jika anda tidak membawa sertifikatnya, Arloji ini akan di beli dengan harga murah daripada harga jual aslinya." Ucap pegawai store menjelaskan kepada Alana
"Tidak apa-apa. Aku jual saja dengan harga yang di berikan toko." Jawab Alana
Pegawai store menatap Alana sesaat, Mungkin terpikir olehnya kalau Alana sedang menjual barang hasil curiannya.
"Apakah kau bisa segera memberikan uangnya padaku." Tegur Alana.
"Baiklah, Nona"
Pegawai store itupun kembali meninggalkan Alana untuk mengambil uang hasil penjualan arloji.
"Ini nona. Arloji anda terjual dengan harga ki.a juta." Ujar pegawai store sembari menyerahkan uangnya pada Alana.
Anna cukup terkaget-kaget saat melihat uang yang cukup banyak di hadapannya.
Ia sampai bertanya-tanya berapa harga asli arloji tersebut.
Alana segera pergi ke toko pakaian khusus pria. Ia pun membelikan pakaian yang di pesan Alex.
Setelah selesai membeli pakaian untuk Alex, Alana pun pergi ke supermarket dan membeli bahan makanan untuk beberapa hari kedepan.
Dua kantong besar belanjaan kini sudah tersimpan di motornya.
Alana pun siap untuk segera pulang.
"Aku pulang!" Ucap Alana saat baru sampai di rumah
Alana menaruh semua barang belanjaannya di atas meja.
"Kau sudah pulang?" Tanya Alex sembari melihat jam dinding
"Ya. Aku meminta pulang lebih awal." Jawab Alana
" Ini pakaianmu." Anna memberikan paper bag berisi pakaian yang di pesan Alex.
"Aku akan segera memakainya, Rasanya tidak nyaman aku tidak ganti pakaian sejak kemarin." Alex langsung membawa paper bag tersebut ke kamar mandi
Sementara Alex berganti pakaian, Alana langsung menyiapkan makanan untuk mereka makan.
Karena jujur saja, Alana pun merasa sangat lapar, Karena ia belum memakan apapun sejak tadi pagi.
__ADS_1