Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 49


__ADS_3

Saat ini Alex dan Anna sedang dalam perjalanan pulang setelah Hari ini Alex menepati janjinya untuk mengajak Anna makan malam di restoran dan berjalan-jalan.


Rasa cemburu yang hampir membuat Anna gila seolah berangsur menghilang.


Anna berbaring dan menaruh kepalanya di pangkuan Alex yang sedang mengemudi.


"Kau Kenapa?" Tanya Alex saat melihat sikap Anna yang tiba-tiba manja.


"Tidak apa-apa. Memangnya tidak boleh aku seperti ini pada suamiku sendiri?" Jawab Anna Sambil mencerukan wajahnya di perut sixpack Alex.


"Baiklah. Lakukan apa yang ingin kau lakukan." Jawab Alex


Sambil terus menyetir, Sesekali Alex mengusap rambut Anna.


"Rasanya Aku tidak rela kalau ada wanita lain yang menyentuh tubuhmu." Ucap Anna tiba-tiba.


"Bodoh. Itu hanya adegan syuting." Jawab Alex singkat.


"Tetap saja. Dia memeluk dan mencium-mu." Sahut Anna lagi.


Alex Tidak menjawab karena Ia tahu kalau Anna masih terbakar cemburu.


Hingga sampai di rumah Anna masih terus menempel pada Alex.


Rasanya Anna tidak rela tubuh suaminya itu di sentuh wanita manapun.


"Tidurlah. Ini sudah lewat tengah malam." Suruh Alex.


Anna pun tidur berbantalkan lengan Alex.


Alex mengusap punggung Anna.


Ia cukup mengerti dengan perasaan Anna saat ini.


Tapi bagaimana? Ini adalah resiko yang harus di terima oleh pasangan dari seorang aktris.


Pagi hari.....


"Ini masih pagi. Memangnya kau akan pergi kemana?" Tanya Anna Sambil membuatkan teh untuk Alex.


"Aku akan keluar kota. Aku sengaja berangkat lebih pagi agar nanti tidak pulang terlalu malam." Jawab Alex


Anna sudah faham kalau untuk urusan seperti ini ia pasti akan menolak kalau Anna meminta untuk ikut.


"Apa kau tidak bisa membatalkan pekerjaanmu hari ini? Rasanya aku tidak ingin lepas dari pelukanmu." Ucap Anna Sambil memeluk Alex dari belakang.


Alex pun memutar tubuhnya dan berkata


"Kenapa belakangan ini kau menjadi manja seperti ini? Ini bukan kali pertama aku meninggalkanmu untuk bekerja." Ujar Alex


"Iya, Aku tahu. Tapi batalkan saja pekerjaanmu hari ini dan kita berduaan saja di rumah." Pinta Anna lagi


"Tidak bisa Anna. Aku harus pergi karena ini pengiriman skala besar." Jawab Alex.


"Baiklah. Tapi Setelah semuanya selesai kau harus segera pulang." Kata Anna Sambil terus memeluk Alex


"Baiklah." Jawab Alex


Anna mendongkakkan kepalanya dan menatap Alex.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu. Aku pun takut kehilanganmu! Apa kau tidak mencintaiku? dan takut kehilanganku? karena sejak kita menikah kau tidak pernah mengatakan kau mencintaiku. Apa kau memang tidak pernah mencintaiku?" Ucap Anna


"Sudahlah Anna. Aku hanya akan akan berangkat ke luar kota. Dan malam nanti juga sudah kembali." Jawab Alex


Entah kenapa Alex masih terlalu malu untuk mengungkapkan perasaannya pada Anna.


Karena seumur hidupnya Alex tidak pernah mengatakan cinta pada wanita manapun.


Dengan berat hati Anna membiarkan Alex pergi.


"Jangan pernah lupakan pesanku untuk tidak menerima tamu siapapun." Ucap Alex saat hendak memasuki mobilnya dan pergi.


____________


Karena bosan di rumah sendirian.


Anna pun berinisiatif untuk memeriksa semua jadwal syuting Alex.


Anna memperhatikan waktu dan tanggalnya agar ia tidak lupa.


Tapi ada satu hal yang tiba-tiba ia pikirkan.


Anna langsung pergi ke kamarnya dan melihat kalender siklus haidnya.


Benar saja.


Anna tidak sadar kalau sudah dua Minggu tamu bulanannya tidak datang.


Perasaannya menjadi tidak karuan.


Ada perasaan senang sekaligus tegang.


Setelah berpikir beberapa saat Anna pun memutuskan untuk pergi membeli alat tes kehamilan.


Anna tidak membuang-buang waktu. Dan segera pergi.


Anna berjalan untuk segera pulang setelah Alat tes kehamilan kini sudah di tangan Anna.


Anna sudah tidak sabar untuk melihat hasilnya.


Ia pun segera pergi ke kamar mandi dan menggunakan alat tersebut.


Jantung Anna berdebar saat hendak melihat hasilnya.


Anna keluar dari kamar mandi dan membiarkan alat itu bekerja.


Anna tidak langsung melihat benda pipih itu karena ingin memastikan hasilnya sempurna.


Setelah beberapa saat di diamkan Anna pun melihat hasil tesnya.


Anna menutup mulutnya dengan telapak tangannya karena terkejut.


Air mata bahagianya pun menetes saat dua garis merah terpampang nyata di hadapannya.


Anna benar-benar Spichless dan tidak tau harus berbuat apa.


Anna hendak meraih ponselnya dan ingin segera memberi tahu Alex tentang kehamilannya.


Tapi Anna mengurungkan niatnya, Dan meletakkan kembali ponselnya.

__ADS_1


Anna mempunyai ide lebih baik untuk memberikan kejutan ini pada Alex.


Anna membuka lemari pakaian dan mengambil kotak perhiasan pemberian ayah mertuanya.


Anna mengeluarkan perhiasan tersebut dan menggantinya dengan benda pipih tersebut.


kalung berlian senilai ratusan juta itupun tergeletak tak berharga di meja riasnya.


Dan di gantikan dengan alat tes kehamilan yang ia simpan dalam kotak perhiasan tersebut.


Anna tidak sabar menunggu kedatangan Alex.


Ia ingin melihat bagaimana reaksi Alex saat tahu kalau mereka akan memiliki seorang bayi.


Hati Anna semakin berdebar saat terdengar suara ketukan pintu.


Dengan semangat Anna langsung keluar dari kamar dan berjalan menuju pintu depan.


"Dia bilang akan pulang malam. Tapi jam segini dia sudah pulang, Ternyata dia benar-benar mendengarkan ucapanku untuk langsung pulang setelah selesai bekerja." Ucap Anna saat berjalan menuju pintu.


Dengan perasaan gembira Anna langsung membukakan pintu.


"Hai" Ucap seorang laki-laki


Anna yang semula sudah bersemangat untuk langsung memeluk seketika terdiam ketika tahu kalau yang ada di hadapannya bukan Alex.


"Kau siapa?" Tanya Anna


"Apa kau tidak ingat aku?" Pria itupun menunjukan wajahnya pada Anna tanpa membuka topinya.


"Pieter! Ada apa kau datang kemari?" Ujar Anna setelah mengetahui kalau lelaki yang ada di hadapannya adalah Pieter, Seorang aktor tampan yang pernah beberapa kali bekerja dalam satu film dengan Alex.


Anna sedikit tidak mengenali Pieter selain karena sudah lama tidak bertemu tapi kini wajah Pieter di penuhi janggut tipis.


"Alex memintaku untuk menjemputmu. Karena dia ingin memberikan pesta kejutan untukmu."


"Benarkah?" Ucap Anna sedikit ragu.


"Ya. Dia sudah mempersiapkan pesta untuk pernikahan kalian." Ucap Pieter lagi.


"Ka--Kau tahu kalau kami sudah menikah?" Anna tidak pernah menyangka kalau bikini ada orang lain yang tahu tentang pernikahan mereka.


"Tentu saja. Alex memberi tahuku, Dan sekarang aku di mintanya untuk menjemputmu." Ucap Pieter lagi.


Hati Anna seperti melayang di udara.


Hari ini Anna menyiapkan kejutan untuk Alex.


Tapi ia tidak pernah menyangka kalau Alex mempunyai kejutan besar untuknya juga.


"Apa kau sudah siap?" Ucap Pieter pada Anna yang masih terkejut.


"Oh, Baiklah. Aku akan bersiap-siap dulu." Ucap Anna


"Tidak perlu. Alex sudah menyiapkan segalanya di sana." Ujar Pieter lagi.


"Baiklah. Kalau aku akan mengambil tas dan ponselku." Anna


Anna pun mengambil ponsel dan tas di kamarnya lalu pergi bersama Pieter untuk menemui Alex.

__ADS_1


__ADS_2