Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 97


__ADS_3

Pagi ini Alex sudah memakai pakaian rapi.


Ia sudah bersiap untuk pulang.


"Ini sisa pakaianmu." Alana memberikan sebuah paper bag, berisikan pakaian Alex yang ia beli beberapa hari lalu


"Untuk apa? Aku sudah tidak membutuhkannya." Jawab Alex.


"Dan ini sisa uangmu." Alana menaruh lembaran uang di atas meja.


"Kau gunakan saja uang itu untuk keperluanmu." Jawab Alex sembari memakai sepatunya.


"Tapi Kau pesankan aku taksi untuk aku pulang." Sambung Alex


"Baiklah!" Jawab Alana menurut.


Tidak berapa lama taksi pun sudah sampai.


"Taksinya sudah ada di depan." Ucap Alana pelan.


"Baiklah! Itu tandanya Aku harus pergi sekarang." Ucap Alex yang bangkit dari tempat duduknya


Alana berjalan pelan mengikuti Alex yang berjalan menuju pintu.


Alana menatap Alex melangkah perlahan untuk meninggalkan rumahnya tanpa menoleh.


Hingga Alex pun keluar dari rumah Alana.


Alana membalik tubuhnya untuk kembali ke dalam setelah Alex pergi dan menutup pintu rumahnya.


Tapi tiba-tiba pintu rumah Alana kembali terbuka.


"Alana." Panggil Alex yang kembali membuka pintu.


Alana pun langsung menoleh saat Alex memanggil namanya.


Sejak beberapa hari bertemu, Ini ada kali pertama Alex menyebut namanya.

__ADS_1


"Terimakasih untuk tumpangannya." Ucap Alex lagi."


Alana tidak bisa menjawab apa-apa. Ia hanya bisa tersenyum tipis sampai Alex benar-benar hilang dari pandangannya.


Alex segera pergi dan meninggalkan rumah Alana dengan taksi.


Ia langsung kembali ke apartemennya.


Sudah satu bulan Alex tidak pulang ke apartemen, dan memilih menginap di rumah adiknya.


Alex membaringkan tubuhnya sesaat.


Saat ini, Ia baru bisa berpikir jernih. Dan menyadari kalau harta bendanya hampir habis untuk judi.


Mungkin Hanya apartemen ini saja yang tersisa.


Alex bangun dari tempat tidur, Ia berjalan menuju cermin westafel dan menatap dirinya lekat-lekat.


Sangat tidak terurus. Itulah yang bisa ia ucapkan untuk dirinya


Alex pun membasuh wajahnya dengan air dan sabun perawatan. Ia pun mencukur bulu halus yang tumbuh di pipinya.


Alex kembali merenung.


Apa yang harus ia lakukan sekarang? Karirnya perlahan meredup.


Banyak agensi yang kecewa padanya yang belakangan ini tidak profesional dalam bekerja.


Sementara Alana. Ia sedang dalam perjalanan menuju tempat ia bekerja.


Ya, Entah kenapa? Hari ini tidak se cerah kemarin.


Alana memacu motor tuanya menuju kantor.


Setelah sampai di kantor, Ia pun langsung mengerjakan pekerjaan yang di berikan atasannya.


Sambil sesekali ia melihat sebuah berkas yang ia buat dalam beberapa hari ini.

__ADS_1


Ya, Alana menyusun berkas tentang berita bangkrutnya Alexander Abraham.


Lengkap dengan foto Alex saat terbaring tak sadarkan diri di depan sebuah tempat hiburan malam.


Alana menatap berkas tersebut. Ia sangat yakin, Kalau berita ini akan menyelamatkannya dari PHK.


Tapi terselip rasa ragu dalam hatinya.


Sehingga Alana kembali menyimpan berkas tersebut dan membawanya ke rumah saat pulang bekerja.


Alana membaca kembali berkas tentang Alex.


Ia semakin di buat bingung.


Hingga akhirnya ia pun menyimpan kembali berkas tersebut di rumahnya.


Alana bergegas untuk mandi dan berganti pakaian, Ia pun membuat makanan untuk ia makan malam ini.


Malam ini terasa berbeda, Mungkin beberapa malam terakhir. Ada orang yang menemaninya makan dan mengobrol di rumah.


Tapi mulai malam ini, Alana harus kembali terbiasa dengan kesunyian.


Alana menyuap setiap sendok makanan kedalam mulutnya dengan perasaan hampa.


Seharusnya ia merasa senang karena lemari es di rumahnya masih terisi penuh dengan makanan, Sehingga dia tidak risau kehabisan makanan sampai akhir bulan nanti.


Alana segera kembali ke kamarnya untuk beristirahat karena besok harus kembali bekerja.


Bersambung....


Hai Guys...


Buat yang kangen sama scene Anna, Sabar dulu ya....


Anna lagi menikmati kebahagiaannya sama Pieter


Kita ikuti dulu alur dari cerita Alex. Supaya ending-nya gak berantakan...

__ADS_1


Terimakasih dan love lountuk kalian....


__ADS_2