
Hati Anna benar-benar bahagia hari ini.
Bagaimana tidak. Hari ini ia mendapatkan dua kejutan sekaligus.
Yaitu kehamilannya dan pesta pernikahan yang di siapkan Alex.
Anna berpikir setelah pesta pernikahan ini dia dan Alex tidak perlu lagi menyembunyikan pernikahan mereka.
"Sepertinya kau sangat bahagia?" Ucap Pieter Sambil mengemudi.
"Ya. Aku sangat bahagia, Karena akhirnya pernikahan aku dan Alex tidak perlu lagi di rahasiakan." Jawab Anna Dengan senyuman sumringah.
"Ya. itu akan menjadi kejutan untuk semua orang." Sahut Pieter
Anna pun tersenyum pada Pieter.
"Memang sejak kapan kalian menikah?" Tanya Pieter
"Sudah beberapa bulan." Jawab Anna
Pieter tidak lagi banyak bertanya. Ia terus melajukan kendaraannya untuk sampai di tempat tujuan.
"Kita akan kemana? Sepertinya kita sudah cukup jauh?" Tanya Anna saat ia tidak tahu kemana Pieter membawanya.
"Tenang saja. Sebentar lagi kita akan sampai." Jawab Pieter.
Anna pun mengangguk mengerti.
Setelah beberapa jam perjalanan Pieter pun membawa mobilnya masuk ke sebuah rumah mewah dengan pagar hitam yang kokoh.
"Apakah Alex ada si sini?" Tanya Anna pada Pieter.
Kali ini Pieter tidak menjawab dan hanya tersenyum.
Mereka pun keluar dari mobil dan memasuki rumah mewah tersebut.
"Dimana Alex?" Anna bertanya lagi.
Lagi-lagi Pieter tidak menjawab
"Aku akan pulang saja kalau Alex tidak ada di sini." Ucap Anna yang membalikan badannya untuk kembali ke pintu keluar.
"Kau tahu, Sejak saat ini kau tidak akan pernah bisa lagi menyentuh pintu itu." Ucap Pieter Sambil menunjuk gerbang hitam yang kokoh itu.
"Apa maksudmu?" Anna mulai takut.
"Sudahlah. Ikuti saja semua kata-kataku. Disini kau akan lebih bahagia daripada di rumah lelaki itu." Jawab Pieter
Anna semakin takut saat Pieter menarik lengannya dan membawanya secara paksa ke lantai atas.
"Lepaskan aku! Aku tidak ingin disini! Biarkan aku pulang ke rumah suamiku!" Ujar Anna dengan nada berteriak.
Pieter merasa geram karena Anna terus saja memberontak.
Tapi Pieter tidak meminta anak buahnya untuk menangani Anna.
Karena Anna memiliki tempat istimewa di hati Pieter.
"Diamlah." Pieter mencengkram kedua pipi Anna.
Sorot mata Pieter yang semula sangat lembut, Kini menjelma menjadi sangat tajam dan mematikan.
Walaupun Anna terus memberontak tapi Pieter tetap berhasil membawa Anna ke kamar yang ada di lantai tiga rumah tersebut.
"Kenapa kau membawaku ketempat ini? Biarkan aku pergi!" Anna terus berteriak meminta pulang.
Pieter semakin gemas saat Anna terus meronta.
Pieter pun menangkup kedua pipi Anna dan mendekatkan wajahnya pada wajah Anna.
__ADS_1
"Kenapa kau ingin pergi? Di tempat ini kau akan mendapatkan kebahagiaan yang tidak akan kau dapatkan di manapun." Ucap Pieter dengan nada menakutkan.
"Jadi Nikmati saja waktumu di sini!" Sambung Pieter dan pergi dari kamar tersebut.
Anna langsung mengejar Pieter untuk ikut keluar tapi pintu kamar sudah di kunci dari luar.
Anna pun tidak menyerah, Ia terus berteriak dan memukul pintu agar ada yang mau membukakan pintu dan membiarkan dirinya pergi..
Anna terus menggedor pintu dan berteriak sampai tubuhnya terasa lemas, Tapi tetap saja hasilnya nihil.
Anna benar-benar terkurung di sini karena ponsel dan tasnya terlempar saat ia memberontak di bawah tadi.
Di tempat lain....
Urusan dengan tuan Jacob smith sudah selesai.
Kini Alex ingin segera pulang dan menemui istrinya yang tadi pagi merajuk.
Sepanjang hari Alex terus memikirkan Anna. Terlebih dengan ucapan Anna yang mengatakan kalau ia tidak pernah menyatakan rasa cintanya pada Anna.
"Apakah aku harus mengatakannya? Tapi itu akan sangat memalukan." Ucap Alex bermonolog
Alex memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di rumah.
Ia pun mengumpulkan keberanian untuk mengucapkan rasa cintanya pada Anna malam ini.
"Ah, Sial. Kenapa aku jadi berdebar-debar begini." Gerutu Alex
Laju mobil Alex seketika berhenti saat dia melewati sebuah toko bunga yang masih buka.
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Tapi ia masih berada di kota lain.
"Semoga saja ini bisa membantu. Kalau nanti aku tidak bisa mengatakan aku mencintainya setidaknya bunga itu akan membuat dia senang."
Alex pun turun dari mobilnya dan memasuki toko tersebut.
"Ada yang bisa kami bantu tuan?" Ucap pria paruh baya pemilik toko tersebut.
"Apa ini untuk kekasihmu?" Tanya pemilik toko lagi.
"Dia istriku!" Jawab Alex Datar.
"Baiklah" kata pemilik toko lalu memilih bunga yang pas.
Pemilik toko pun datang dengan beberapa jenis bunga di tangannya.
"Ini adalah bunga mawar merah. Sepertinya ini sangat cocok untuk mengungkapkan sebuah perasaan cinta yang kuat." Ujar pemilik toko tersebut sambil menunjukkan setangkai mawar merah yang masih sangat segar.
"Baiklah. Berikan aku lebih banyak bunga itu." Alex
"Baik tuan." Pemilik toko pun segera membuat sebuah buchket besar bunga mawar merah.
"Ini tuan." Setelah selesai di buat Alex pun langsung membayar dan membawanya.
Alex menaruh bunga tersebut di kursi sebelahnya. Kursi yang biasa Anna duduki.
Semakin Alex melihat bunga tersebut, Semakin ia merasa gugup.
Dua jam perjalanan pun sudah ia lewati. Kini rumahnya hanya tinggal beberapa menit.
Alex mengatur nafasnya. Karena entah kenapa ia menjadi sangat gugup.
Alex membuka pintu sambil memeluk bunga yang di belinya.
Alex perlahan membuka pintu kamar Anna yang ada di bawah.
Tapi ia tidak mendapati Anna di ranjang maupun di sofa.
"Anna, Apa kau di dalam?" Alex mengetuk pintu kamar mandi mengira Anna berada di dalamnya.
Setelah beberapa kali mengetuk tapi tidak mendapatkan jawaban, Alex pun membuka pintu kamar mandi dan ternyata Anna pun tidak ada di sana.
__ADS_1
"Apa dia ada di kamar atas?" Gumam Alex
Alex menaruh bunga di ranjang Anna, dan pergi ke kamar atas.
Alex langsung pergi ke kamar atas.
Dan ternyata Anna pun tidak ada di kamarnya.
"Kemana dia? Apa jangan-jangan dia marah padaku?" Alex terus menebak.
Alex pun mengambil ponsel di sakunya dan langsung menghubunginya.
Ternyata ponsel Anna tidak dapat di hubungi.
Seluruh rumah tidak ada yang terlewati, Tapi Anna tidak ada di manapun
Alex pun menghubungi Jose untuk menanyakan apakah Anna datang ke rumah ayahnya.
"Apakah Anna datang kesana?" Tanpa basa-basi Alex langsung menanyakan Anna pada Jose
"Tidak ada. Hari ini aku berada di rumah Ayah tapi tidak melihat Anna datang kemari." Jawab Jose
Jawaban Jose semakin membuat Alex cemas.
"Datanglah kerumahku sekarang!" Ucap Alex pada Jose dan menutup ponselnya.
"Apa dia pulang kerumahnya?." Batin Alex
Alex pun kembali ke kamar Anna dan memeriksa Lemari pakaian Anna.
Alex semakin kalut saat mendapati pakaian Anna masih penuh dan kopernya pun masih ada.
Alex duduk sesaat untuk menenangkan diri.
Matanya pun tertuju pada set berlian yang tergeletak di begitu saja di meja rias.
"Kenapa perhiasan ini di biarkan begitu saja. Kalau dia pergi atau marah padaku setidaknya ia akan membawa perhiasan ini." Pikir Alex.
Alex pun mengambil perhiasan tersebut untuk menaruh kembali di kotaknya dan di simpan.
"Apa yang terjadi?" Tiba-tiba Jose pun sampai.
"Entahlah. Aku tidak menemukan Anna si rumah ini." Jawab Alex
"Apa kalian bertengkar?" Tanya Jose
"Tidak. Hanya saja tadi pagi dia melarang ku untuk pergi." Jawab Alex
"Benda apa ini?" Akhirnya Alex pun menemukan alat tes kehamilan milik Anna di dalam kotak perhiasan tersebut.
Alex pun menunjukkan alat tes kehamilan itu pada Jose.
"Sepertinya aku pernah melihat benda seperti ini." Jawab Jose.
Jose pun langsung membuka ponselnya untuk mencari tahu benda apa ini.
"Ini adalah alat tes kehamilan. Jika garis yang di hasilkan hanya satu maka hasilnya negatif dan apabila hasilnya memiliki dua garis maka hasil yang di dapatkan adalah positif." Ujar Jose saat membaca hasil searching di ponselnya.
Alex pun melihat dua garis di benda tersebut setelah melihatnya kembali.
"Di dalam benda ini terdapat dua garis. Jadi saat ini Anna sedang mengandung Bayiku." Ucap Alex Dengan perasaan yang semakin kalut.
"Apa kau yakin itu milik Anna?" Jose
"Yang menempati rumah ini hanya aku dan Anna, Lagi pula untuk apa dia simpan benda ini kalau ini bukan miliknya." Jawab Alex sedikit emosi
"Baiklah. Tapi Kau jangan panik seperti ini. Mungkin saja Anna hanya pulang ke rumah orangtuanya." Jose mencoba menenangkan Alex.
"Kalau begitu kau antar aku sekarang." Pinta Alex.
mereka pun segera memacu mobil untuk pergi ke rumah Anna.
Alex sengaja meminta Jose untuk mengemudi mobilnya karena ia sedang dalam keadaan kalut.
__ADS_1