Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 65


__ADS_3

Anna turun dari kamarnya yang ada di lantai atas.


Ia berniat untuk menemui Pieter.


"Apakah tuan ada di rumah?" Anna bertanya pada seorang maid yang sedang membersihkan lantai.


"Tuan ada di kamarnya, Nona." Jawab sang maid.


Anna pun berjalan menuju kamar Pieter dan mengetuk pintu.


Setelah beberapa menit Pieter pun membukakan pintu.


"Anna! Ada apa? Apa ada masalah?" Pieter cukup terkejut melihat Anna mendatanginya.


Hampir lima tahun tinggal bersama di rumah ini Anna belum pernah sama sekali datang menghampiri Pieter ke kamarnya.


"Aku hanya ingin berbicara sebentar." Jawab Anna


"Masuklah!" Pieter mempersilahkan Anna untuk memasuki kamarnya


Pieter dan Anna pun duduk di sofa yang ada di kamar Pieter.


"Ada apa? Apa kau membutuhkan sesuatu?"Tanya Pieter


"Tidak. Aku menemuimu untuk membicarakan sesuatu." Jawab Anna


"Berbicara apa? katakan saja." Pieter


"Sekarang Aku sudah menyelesaikan pendidikanku, Seperti yang kau katakan dulu, Aku boleh pergi dari rumah ini setelah berhasil menjadi dokter." Ucap Anna


Pieter diam sesaat.


"Apa kau ingin pergi dari rumah ini?" Kata Pieter


Anna pun mengangguk.


"Aku sudah di terima bekerja di sebuah rumah sakit. Ijinkan aku untuk menjalani kehidupanku secara normal, Tanpa ketergantungan denganmu."


"Baiklah, Jika itu keinginanmu. Tapi bagaimana dengan tempat tinggalmu?" Pieter masih khawatir.

__ADS_1


"Aku akan menyewa rumah kecil untuk aku tinggali." Jawab Anna


"Aku akan menyisihkan separuh hasil kerjaku dan aku akan memberikannya padamu. Aku tau, Walaupun aku menyisihkan gajiku di seumur hidupku itu tidak akan cukup untuk membayar semua yang telah kau berikan padaku " Sambung Anna


"Kau tidak perlu melakukan itu Anna. Melihat kau berhasil menjadi dokter saja aku sudah senang." Balas Pieter.


"Aku akan tetap melakukan itu. Di terima atau tidak aku akan tetap berusaha membayar semuanya." Jawab Anna yang tetap bersikukuh.


"Baiklah, Jika itu keputusanmu." Kata Pieter.


"Aku akan pergi besok." ucap Anna dengan wajah tertunduk.


"Aku yakin kau sudah mempersiapkan segalanya matang-matang jadi aku tidak bisa lagi mencegahmu untuk pergi dari rumah ini. Kau harus ingat, Kau bisa datang kerumah ini kapanpun kau mau." Ujar Pieter


"Baiklah. Kalau begitu aku akan kembali ke kamarku." Anna berpamitan setelah apa yang ingin disampaikannya sudah selesai ia utarakan.


Anna kembali menaiki anak tangga untuk kembali ke kamarnya.


Anna segera mengambil koper yang belum lama ia beli, Lalu mengemas pakaiannya.


Sementara Pieter memilih berbaring di ranjang.


Jika sebelumnya ia tetap bisa bertemu Anna walaupun hanya sebagai kakak.


Kini ia benar-benar akan kehilangan Anna.


Keesokan harinya.....


Pieter mengetuk pintu kamar Anna.


Anna pun langsung membukakan pintu.


"Sepertinya kau sudah sangat siap untuk pergi." Kata Pieter


"Ya, Semalam aku sudah mengemasi pakaianku." Jawab Anna


Suasana pun menjadi sangat aneh.


Pieter harus tetap tersenyum saat merelakan Anna pergi.

__ADS_1


Padahal hatinya terasa begitu luluh lantak dengan kepergian Anna.


"Apakah aku boleh memelukmu? Anggap saja pelukan dari seorang kakak untuk adiknya." Ucap Pieter saat Anna hendak pergi.


"Tentu saja." Jawab Anna.


Pieter dan Anna pun saling berpelukan cukup lama.


Setelah lima tahun Pieter berharap bisa meluluhkan hati Anna, Ternyata ia harus benar-benar menghapus segala pengharapan itu.


Karena setelah ini Pieter kehilangan alasan untuk tetap bersama Anna


"Aku pergi." Pamit Anna.


Pieter pun mengangguk. Ia menatap kepergian Anna sampai mobil yang mengantarkan Anna menjauh dari rumahnya.


🍂🍂🍂🍂🍂


Sebuah vas bunga hancur berkeping-keping karena di lemparkan oleh Alex.


Ya. Pertengkaran Antara Alex dan Cassandra sedang terjadi.


"Sampai kapan kau akan seperti ini? Selalu Mengabaikan aku dan pergi bersenang-senang dengan teman-temanmu. Kau harus ingat Cassandra, Kau ini sudah memiliki pasangan. Setidaknya luangkan sedikit waktu untuk menjadi seorang istri." Ujar Alex dengan suara keras.


"Aku bosan Alex, Aku bosan jika harus menjadi seorang istri yang harus terus mengurus dan menunggumu di rumah!" Cassandra balas berteriak


"Aku pun memiliki duniaku! Kau pikir Hidupku akan ku abdikan padamu saja." Cassandra kembali berteriak


"Apa maksudmu?" Alex menatap Cassandra dengan sangat tajam.


"Sudahlah Alex. Aku bosan bertengkar terus denganmu." Cassandra menjauh dari Alex


"Kau pikir aku yang menginginkan pertengkaran ini? Aku hanya ingin bahagia, Cassandra! Aku ingin memiliki sebuah keluarga bahagia dengan anak-anak didalamnya" Ucap Alex.


"Cukup Alex! Aku muak mendengar kau berbicara tentang anak dan anak." Tegas Cassandra.


"Pergilah dari sini. Kau cari saja gadis kampung yang bisa memberikanmu banyak anak." ujar Cassandra dengan emosi.


Alex pun langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi meninggalkan Cassandra.

__ADS_1


"Pergilah! dan jangan pernah kembali lagi." Cassandra benar-benar sudah di kuasai emosinya.


__ADS_2