
Sesuai yang di konstruksi kan oleh Emi, Anna mendatangi rumah Pieter setelah pulang dari rumah sakit.
Anna mengetuk pintu kamar Pieter setelah di beri tau kalau Pieter menyuruhnya untuk masuk saja ke kamar.
"Masuk saja Anna." Ucap Pieter saat Anna mengetuk pintu kamarnya
Tanpa banyak bicara Anna memeriksa keadaan Pieter.
"Aku tidak menyangka kau akan merawatku Anna." Ucap Pieter saat Anna memeriksa detak jantungnya.
"Sejak kapan kau sakit?" Tanya Anna setelah selesai memeriksa Pieter
"Entahlah! Aku tidak tau kalau aku mengalami sakit berat. Hanya saja satu tahun belakangan aku sering merasakan sakit di pinggang. Aku pikir itu hanya karena aku terlalu banyak bekerja. Tapi ternyata Satu ginjalku bermasalah." Jawab Pieter seolah tanpa beban
"Kenapa kau tidak pernah mengabariku kalau kau sakit?" Tanya Anna lagi
"Aku hanya tidak ingin membuatmu khawatir." Jawab Pieter sembari meringis kesakitan saat hendak merubah posisi duduk
Dengan sigap Anna melingkarkan tangannya di tubuh Pieter untuk membantu Pieter duduk.
Anna tidak menyadari kalau posisi mereka begitu dekat. Sehingga Pieter dapat menghirup harumnya rambut Anna.
"Dokter Emily mengatakan aku harus segera melakukan transplantasi ginjal. Tapi mencari pendonor ginjal, Sangatlah tidak mudah." Ucap Pieter setelah duduk dengan posisi nyaman
"Aku akan membantu mencari pendonor ginjal untukmu." Jawab Anna
"Tidak apa-apa. Aku masih bisa hidup bukan, Walaupun Dengan satu ginjal. Ya, Walaupun aku tidak lagi bisa hidup normal seperti semula." Kata Pieter
"Aku akan memastikan kalau kau akan kembali sembuh." Ucap Anna
Pieter hanya tersenyum. Ia tau Anna hanya sedang menghibur keterpurukannya.
"Terimakasih telah menghiburku." Ucap Pieter
"Ini bukan sebuah hiburan. Tapi janji seorang adik untuk kakaknya." Tegas Anna
__ADS_1
"Baiklah. Aku percaya adikku ini seorang dokter hebat." Balas Pieter
"Baiklah. Aku akan segera pulang." Ujar Anna setelah melihat arloji di tangannya
"Aku akan meminta penjaga untuk mengantarkanmu." Pieter
"Tidak usah, Aku bisa pulang sendiri." Anna menolak
"Seorang kakak tidak akan membiarkan adik perempuannya pulang sendirian di malam hari begini. Aku minta tolong! Jadilah adik yang penurut." Tegas Pieter
"Baiklah." Anna tidak bisa lagi menolak.
Dengan di antar anak buah Pieter Anna pun kembali ke apartemennya.
Anna menghembuskan nafas panjang sebelum ia membuka pintu apartemennya.
Anna ingin membuang penat sebelum ia memasuki apartemen minimalis miliknya itu.
"Apa kau sangat lelah?" Tiba-tiba seseorang mengusap rambut Anna dari belakang
"Apa yang kau lakukan?" Anna
"Aku hanya ingin menemui wanita yang kucintai." Ratu Alex
"Bukankah sudah aku katakan untuk tidak menganggu hidupku lagi." Ketus Anna
"Berilah Aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku mencintaimu." Alex
Anna tidak ingin mendengarkan omong kosong yang di katakan Alex. Ia pun segera membuka pintu dan masuk.
Tapi Alex pun berhasil memasuki apartemen Anna.
"Anna, Tataplah mataku ini. Ada cinta yang tulus untukmu. Aku benar-benar menginginkanmu." Ucap Alex dengan binar pengharapan.
Anna benar-benar seperti terhipnotis.
__ADS_1
Anna hanya diam saat Alex mengusap rambutnya dan memegang kedua pipinya.
Anna hanya diam mematung saat bibir Alex menyentuh bibirnya yang lembut.
"Ijinkan aku untuk mengisi lagi relung hatimu yang kosong. Aku akan mengisinya dengan cinta yang luar biasa." Bisik Alex. Membuat Anna semakin terhanyut.
"Kita akan melewati lagi malam-malam yang di penuhi gairah seperti dulu." Alex terus berbisik sembari tangannya melepaskan pakaian Anna satu persatu.
"Kita akan membuat malam panjang yang melelahkan. Seperti malam ini." Ucap Alex setelah berhasil melepaskan lembaran-lembaran kain di tubuh Anna
Malam ini Anna benar-benar terbuai, Oleh bisikan cinta yang di ucapkan Alex.
Anna tidak bisa memungkiri Alex masih jadi pemenang dalam hatinya
Sehingga merekapun menikmati panasnya malam ini.
Seperti dulu. Alex sangat pandai membuat Anna merintih.
Hingga mereka pun terkulai lemas dengan peluh di tubuh.
Setelah pergulatan selesai, Anna baru menyadari kalau Apa yang baru saja terjadi adalah salah.
"Bagaimana dengan Cassandra? Dia masih berstatus istrimu?" Tanya Anna yang masih dalam pelukan Alex
"Aku akan segera mengurus perpisahan kami. Dan mempersiapkan pernikahan kita." Jawab Alex.
"Apakah kau memiliki pesta pernikahan impianmu? Jika ada, Aku akan mewujudkan impianmu itu." Sambung Alex
"Aku rasa setiap perempuan memiliki pesta pernikahan impian."
"Dan apa pesta impianmu?" Alex kembali bertanya.
"Aku selalu membayangkan pesta pernikahan yang di penuhi banyak bunga dan lampu-lampu. Tidak terlalu mewah, Tapi semua orang yang datang akan terpukau." Jawab Anna sembari membayangkan.
"Itu akan segera terjadi." Jawab Alex yakin
__ADS_1
Anna pun terdiam dan menyembunyikan senyuman yang hampir saja terukir di wajahnya.