
Flash back on (Livia)
Setelah kematian putri satu-satunya dan perceraian dengan Suaminya, Livia Hutami seorang perempuan asal Indonesia mencoba untuk bangkit dan menata kembali hidupnya.
Tapi nasib malang tidak bisa Ia tolak. Walaupun sudah resmi bercerai Livia masih memiliki beban. Yaitu hutang kepada bank yang cukup banyak.
Livia tidak pernah menyangka kalau pernikahan yang selama ini ia pertahankan harus berakhir se tragis ini.
Selain di khianati, Livia pun di bohongi.
Mantan suaminya diam-diam memiliki banyak hutang yang mengatasnamakan dirinya.
Livia mencoba bekerja keras untuk menutupi hutang-hutang itu.
Tapi tetap saja tidak cukup.
Sehingga ia pun mendapatkan ancaman akan di penjara jika hutangnya tidak segera si bayar.
Sampai akhirnya Livia membulatkan tekadnya untuk bekerja di luar negeri.
Livia mengikuti saran temannya untuk menjadi Tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Karena di janjikan penghasilan lebih besar daripada di negeri sendiri.
Setelah mengikuti serangkaian tes dan pembekalan dari agensi, Livia pun di berangkatkan dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga.
Tapi kehidupan tak semanis Ucapan temannya.
Lagi-lagi Livia mendapatkan cobaan hidup.
Livia mendapatkan tindakan kekerasan bahkan pelecehan dari majikannya.
Beruntung Livia berhasil kabur dan meminta agensi untuk memindahkannya.
Livia pun di pindahkan ke sebuah tempat terapis.
Dari sanalah ia belajar menjadi seorang terapis.
Hingga akhirnya Jose pun memintanya untuk mengurus tuan Abraham.
Flash back Off
________
Pieter berjalan menuju kamar Anna, Sudah beberapa hari ia sibuk dengan pekerjaannya.
Dan seperti biasa. Pieter mendapati Anna sedang melamun.
"Bagaimana kabarmu?" Ucap Pieter Sehingga mengejutkan Anna
Lagi-lagi Anna hanya menoleh tanpa menjawab
"Kenapa Buah ini masih utuh? Apa kamu tidak memakannya?" Tanya Pieter saat melihat buah di meja masih utuh.
Pieter pun meraih piring buah tersebut dan mengupas satu buah apel untuk Anna.
"Makanlah buah ini, Karena kamu dan bayimu membutuhkan banyak nutrisi." Ucap Pieter Sambil mengupas apel.
Anna menatap wajah Pieter. Ia mencoba menerka apa sebenarnya yang di inginkan laki-laki itu.
Ia menculiknya tapi memperlakukannya dengan sangat baik.
"Kenapa kau melakukan ini padaku? Kenapa kau mengurungku seperti ini?" Ucap Anna dengan Amarahnya
Tapi Pieter tidak menggubrisnya,Ia tetap tenang memotong buah apel untuk Anna
"Makanlah." Suruh Pieter dengan santainya
Anna benar-benar sudah tidak biasa menahan amarahnya.
Anna merebut pisau buah yang di pegang Pieter.
Dan meletakkannya tepat di dadanya.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan? Berikan pisau itu padaku!" Suruh Pieter.
"Tidak! Aku akan melenyapkan diriku kalau kau tidak mengembalikan aku pada Alex." Ucap Anna mengancam.
"Ayolah Anna, Jangan main-main." Pieter Mencoba membujuk Anna
"Aku tidak main-main. Aku Akan benar-benar melakukannya." Ancam Anna lagi dan semakin mendekatkan pisau di dadanya.
"Cukup Anna! Baiklah, Aku akan mengantarmu pada Alex. Tapi berikan pisau itu padaku." Ujar Pieter sangat khawatir.
"Tidak! Aku tidak akan memberikannya Sebelum kau mengeluarkan aku dari kamar ini." Ujar Anna
"Baiklah, Aku akan mengikuti keinginanmu." Pieter pun mengalah. Karena takut Anna benar-benar nekat melakukannya
Sambil terus memegangi pisau Anna berjalan menuju pintu.
"Cepat keluarkan aku dari sini." Ucap Anna
"Baiklah!" Pieter pun mengambil kunci kamar Anna yang dia simpan di saku dan membuka pintu.
Anna dan Pieter pun sudah berada di luar kamar.
"Berikan pisau itu padaku" Ucap Pieter.
"Tidak! Aku akan memberikan pisau ini saat aku sudah keluar dari rumah ini."
Pieter pun menurut. Ia berjalan di belakang Anna dan membiarkan Anna berjalan menuruni tangga. Ia pun memberikan kode pada anak buahnya agar membiarkan Anna keluar.
"Sekarang kau sudah keluar dari rumahku, Untuk itu serahkan pisau itu padaku." Pinta Pieter.
Anna tidak berani mendekati Pieter.
"Biarkan aku pergi!" Ujar Anna sembari melemparkan pisaunya ke sembarangan arah.
"Ini sudah malam. Jadi, Aku tidak akan membiarkanmu pergi sendirian." Pieter
"Tidak. Aku akan pergi sendiri saja!" Tolak Anna
"Ayolah Anna. Aku akan mengantarmu pada Alex." Pieter
"Kali ini aku tidak akan berbohong." Ucap Pieter sembari menunjukkan dua jari sebagai tanda janji.
Setelah beberapa saat Anna pun menurut.
"Baiklah! Tapi jika kau berbohong, Aku benar-benar akan melenyapkan diriku dengan cara apapun." Anna kembali melontarkan ancaman
"Iya,Aku tidak akan berbohong." Jawab Pieter sembari membukakan pintu mobil untuk Anna.
Anna pun memasuki mobil Pieter dan duduk di samping kursi kemudi.
Pieter pun duduk di samping Anna.
Sebelum Mengemudi Pieter membuka jas hitam yang di pakainya dan memberikannya pada Anna.
"Pakailah. Udara malam ini cukup dingin." Kata Pieter yang tidak tega melihat Anna hanya memakai dres rumah tanpa lengan
Sebenarnya malam ini Pieter hendak datang di suatu acara sehingga dia sudah rapi. Tapi ia menyempatkan diri untuk menjenguk Anna di kamarnya.
Pieter pun mulai mengemudikan mobilnya keluar dari wilayah rumahnya.
Ia sudah benar-benar iba melihat keadaan Anna. Yang setiap hari meminta untuk keluar.
Tanpa sepatah kata pun Pieter terus mengemudikan mobilnya.
Sementara Anna merasa sangat cemas, dan tegang Karena takut Pieter menculiknya lagi.
"Kau akan membawaku ke mana? Turunkan aku di sini!" Ujar Anna.
"Aku akan mengantarmu pada Alex." Jawab Pieter dengan wajah datar
"Tapi ini bukan jalan menuju rumah Alex." Anna
__ADS_1
"Tenang saja. Aku tau dimana keberadaan Alex." Jawab Pieter.
Setelah cukup lama menempuh perjalanan Pieter pun memarkirkan mobilnya di lobi hotel mewah.
"Kenapa ke tempat ini?" Tanya Anna
"Masuklah. Alex ada di dalam." Jawab Pieter.
Dengan langkah ragu-ragu Anna mengikuti Pieter.
Anna sedikit percaya karena Pieter tidak membawanya ke tempat sepi.
Anna melihat orang-orang dengan pakaian rapi dan bagus seperti hendak ke pesta.
Pieter pun mengajak Anna memasuki lift untuk menuju lantai yang ia tuju.
"Masuklah! Alex-mu ada di dalam sana." Ucap Pieter setelah di depan sebuah pintu.
Anna pun segera membuka pintu tersebut dengan perasaan gembira karena akan segera bertemu dengan Alex.
Pieter memilih untuk berjalan di belakang Anna.
Anna sangat terkejut, Ternyata Ruangan ini sedang mengadakan sebuah pesta.
Dengan dres dan jas dari Pieter, Anna terus berjalan di antara orang-orang sembari mencari Alex.
Hingga akhirnya Anna benar-benar melihat Alex yang berada di atas panggung bersama Casandra.
Anna terdiam sembari tersenyum senang. Karena setelah berbulan-bulan ia bisa kembali pada Alex.
Tapi Anna seperti tersambar petir saat Cassandra mengucapkan sesuatu.
"Baiklah, Acara pertunangan akan segera kami mulai." Ujar Cassandra.
Lutut Anna lemas saat mengetahui kalau Alex akan bertunangan dengan Cassandra. Tapi Anna segera berjalan mendekati panggung untuk memeluk Alex sehingga Alex segera membatalkan pertunangannya dengan Cassandra.
Dengan terburu-buru Anna berjalan melewati orang-orang yang sedang menyaksikan Cassandra menyematkan cincin pada Alex..
"Tunggu!" Ujar Anna saat Alex hendak memakaikan cincin di jari Cassandra.
Semua mata pun tertuju pada Anna.
Tanpa terkecuali Alex dan Cassandra.
Alex sangat terkejut dengan kedatangan Anna.
Terlebih Cassandra, Ia Sangat takut Alex akan membatalkan pertunangannya karena Perempuan ini.
Semua tidak sesuai dengan apa yang Anna pikiran.
Alex tidak berlari ke arahnya. Alex tidak memeluknya seperti yang dia bayangkan.
Melainkan hanya diam di tempat.
Hingga para pria yang bertugas menjaga keamanan pun mendekati Anna karena takut membuat keributan.
"Nona. Anda jangan membuat keributan di tempat ini." Ujar petugas tersebut
"Tidak tuan. Saya hanya ingin bertemu dengan suami saya." Ucap Anna
Kini Anna menjadi pusat perhatian. Semua mata tertuju padanya.
Begitupun dengan Pieter. Ia terus memperhatikan Anna dari kejauhan.
Setelah mendapatkan kode dari Cassandra para petugas pun meminta Anna untuk keluar dari tempat ini.
Tapi Anna memberontak dan terus memanggil Alex, sehingga Anna di bawa secara paksa oleh petugas keamanan tersebut.
Cassandra sangat senang melihat Alex tidak perduli pada Anna yang terus meronta-ronta dan memanggil nama Alex.
Para petugas pun berhasil menjauhkan Anna dari Alex.
__ADS_1
Semua orang berbisik mengatakan kalau Anna tidak waras.
Bersambung.....