
Siang hari, Tepatnya di jam makan siang. Anna meminta seorang maid mengantarkan makanan untuk Pieter.
Sejak kejadian tadi pagi, Anna belum berani menemui Pieter.
Ia seperti kehilangan muka di hadapan Pieter.
Maid suruhan Anna membawa satu nampan makanan ke kamar Pieter.
"Tuan, Ini makan siang untukmu." Maid tersebut menyuguhkan satu nampan makanan yang ia bawa
"Dimana Anna?" Pieter langsung menanyakan keberadaan Anna
"Nona Anna ada di kamar bayi Alicia, Tuan." Jawab maid tersebut.
"Minta dia untuk menemuiku." Suruh Pieter
"Baik, Tuan" Jawab sang maid dan pergi.
Seperti perintah Pieter. Sang maid pun menemui Anna. Dan menyampaikan pesan dari Pieter.
Sembari menggendong Alicia Anna berjalan ragu-ragu untuk menemui Pieter.
Anna merasa belum siap, Ia masih merasa malu pada Pieter.
Tapi walaupun begitu, Anna tetap menemui Pieter di kamar mereka.
"Apa kau memanggilku?" Tanya Anna saat sudah di kamar
"Ya. Darimana saja? Kau tidak menemuiku sejak pagi." Pieter
"Aku tidak kemana-mana, Sejak pagi aku ada di kamar Alicia." jawab Anna
"Kemarilah. Duduk di dekatku." Pinta Pieter
Anna pun mendekat dan duduk di sisi ranjang tepat di samping Pieter.
__ADS_1
"Kau tenang saja, Anna. Aku tidak akan melakukan apapun tanpa seijin-mu." Ucap Pieter sambil mengusap kepala Anna.
Anna hanya diam.
"Apa kau sudah makan?" Tanya Pieter
Anna menggelengkan kepala
"Kalau begitu, Kita makan bersama." Pieter meraih makanan yang tadi di taruh di meja dekat ranjang.
"Kau makan saja dulu. Nanti Aku makan di bawah saja." Jawab Anna
"Ini perintah." ujarPieter sembari menyodorkan sendok berisi makanan.
Anna pun membuka mulutnya dan mengunyah makanan yang di berikan Pieter.
Lalu Pieter bergantian menyuapkan makanan ke mulutnya.
Mereka makan bersama-sama tanpa mengobrol.
Malam hari....
Setelah menidurkan Alicia di kamarnya, Anna kembali ke kamarnya dan Pieter.
Anna duduk di sisi lain ranjang.
Ia melihat Pieter Duduk di ranjang sembari berkutik dengan laptopnya.
"Apa Alicia sudah tidur?" Tanya Pieter sambil terus berkutat dengan laptop
"Ya. Dia sudah tidur." Jawab Anna
Pieter segera menaruh laptopnya dan duduk menghadap Anna.
"Apa kau lelah?" Tanya Pieter
__ADS_1
Anna menggelengkan kepala.
"Tidak. Hari ini aku hanya menemani Alicia." Anna
"Bagaimana dengan pekerjaanmu? Sejak aku sakit kau tidak pergi ke rumah sakit." Pieter
"Aku mengajukan cuti pernikahan selama satu pekan." Jawab Anna
"Maafkan aku, Anna. Kau harus repot-repot mengurusku." Ucap Pieter
"Tidak apa-apa. Itu kewajiban ku sebagai istri sekaligus dokter." Jawab Anna
"Baiklah, Sebaiknya kau segera tidur. Kau pasti lelah mengurus dua bayi sekaligus." Kata Pieter.
Anna pun berbaring. Tapi matanya Masih enggan untuk terpejam.
Sementara Pieter kembali mengambil laptop untuk menyelamatkan pekerjaannya.
"Kenapa nama perusahaan ice krim dan toko kue milikmu menggunakan namaku?" Ucap Anna tiba-tiba.
"Karena itu milikmu." Jawab Pieter dengan sangat santai, Bahkan pandangannya fokus pada laptop.
"Apa kau sudah menandatangani berkas yang Aku titipkan pada kuasa hukum-ku?"
Anna tidak menjawab.
"Semua yang kumiliki, Sudah ku serahkan padamu, Anna. Jadi, Sekarang aku hanya seorang musafir yang menumpang hidup padamu, Untuk itu, Kau jangan pernah meninggalkanku" Ujar Pieter
"Kau berlebihan sekali. Lagi pula siapa yang akan meninggalkanmu" Gerutu Anna sembari menutup wajahnya dengan selimut
Pieter kembali menaruh laptopnya.
"Benarkah, Anna. Kau tidak akan meninggalkanku?" Pieter membuka selimut yang menutup wajah Anna dan memandangi wajah Anna dekat-dekat
"Iya." Jawab Anna kembali menutup wajahnya dengan selimut, Karena malu di tatap oleh Pieter.
__ADS_1