
"Ayo kita pulang!" Ajak Alex sambil berbisik
"Kenapa terburu-buru sekali?" Anna
"Aku lelah, Aku mau istirahat." Alex memaksa
"Yasudah, baiklah." Anna pun menuruti keinginan Alex
"Ayah, Kami pulang dulu. Nanti di lain waktu kami akan datang lagi." Anna berpamitan pada tuan Abraham.
"Kenapa terburu-buru sekali. James sedang membeli hadiah untuk kalian." Jawab Tuan Abraham
"Suruh saja Jose buat mengantarkan ke rumahku. Aku sangat lelah, ingin cepat istirahat." Sambar Alex.
"Yasudah, Kalau kalian memang ingin pulang. Nanti Ayah akan menyuruh adikmu untuk mengantarkan langsung hadiahnya kerumahmu."
"Baiklah, Kami pergi dulu." Alex dan Anna berpamitan dan pergi.
"Seperti biasa Alex berjalan cepat menuju mobilnya, Sementara Anna berjalan sedikit santai.
"Kau ini lamban sekali." Alex menghentikan langkahnya dan menarik lengan Anna agar bisa berjalan sejajar dengannya.
"Kau ini kenapa sebenarnya, sejak tadi memarahiku terus." Anna
"Selain lamban kau ini sangat cerewet sekali." Alex.
"Coba satu kali saja untuk tidak membantah kalau aku bicara" Ujar Alex lagi.
"Baiklah. Aku tidak akan bicara lagi." Jawab Anna dengan wajah cemberut.
Alex dan Anna pun melaju menuju rumah Alex.
__ADS_1
Alex fokus mengemudi, sementara Anna hanya diam seperti keinginan Alex.
"Kamu mau makan dulu atau langsung pulang?" Ucap Alex saat mereka sudah setengah perjalanan menuju rumah.
"Kamu mau makan tidak?" Alex bertanya lagi, Karena Anna tidak menjawab.
"Kau ini tuli atau bisu? Sejak tadi aku bicara tidak di jawab!" Alex pun kembali memarahi Anna Karena tidak menjawab ucapannya.
"Ya tuhan! Tadi kau sendiri yang bilang kalau aku jangan menjawab kalau kamu bicara!" Anna membalas ucapan Alex.
"Astaga!!! Baru sehari menjadi suamimu tapi rasanya aku hampir gila!." Jawab Alex frustasi.
Anna terdiam, Tapi lama-lama Air matanya terjatuh.
"Hhuaaa... Kenapa kau memarahiku terus. Memangnya apa salahku?" Jawab Anna sambil menangis.
"Kenapa kau malah menangis?" Alex menjadi kebingungan karena Anna menangis seperti anak-anak yang habis dimarahi ibunya.
"Sudahlah, jangan menangis. Ia, Aku minta maaf karena memarahimu terus." Ucap Alex merentangkan kedua tangannya.
"Kenapa tanganmu begitu?" Ucap Anna melihat Alex merentangkan kedua tangannya.
"Kamu tidak mengerti apa artinya ini? Ini artinya aku akan terbang ke langit ketujuh." Alex mengepakan tangannya seperti burung yang akan terbang.
"Dasar Bodoh, Ini artinya aku menyuruhmu untuk memelukku." Sambung Alex.
"Memangnya siapa yang mau memelukmu? Aku tidak mau memelukmu!" Jawab Anna Dengan gaya merajuknya.
"Benarkah? Apa kamu tidak ingin memelukku seperti ini." Alex memeluk Anna Secara paksa
"Hentikan, aku tidak mau!..." Teriak Anna meronta-ronta tapi sambil sedikit tertawa.
__ADS_1
Alex terus memaksa Anna agar mau membalas pelukannya.
"Jangan berpura-pura. Aku tau kau sering menciumi posterku seperti ini." Alex menghujani wajah Anna dengan ciuman, membuat Anna semakin memberontak.
Tapi Anna seketika diam seperti patung, Saat bibir mereka beradu tanpa sengaja.
Mata mereka pun saling menatap satu sama lain.
Anna Hendak menjauhkan wajahnya saat tersadar, Tapi Alex malah menahan tengkuknya.
Alex malah semakin menempelkan bibirnya pada bibir Anna.
Alex pun mulai menguasai bibir mungil Anna.
Anna mencengkeram kedua bahu Alex dan membalas permainan bibir Alex.
Dua manusia yang semula terus menerus bertengkar kini sedang Terbuai dengan permainan bibir mereka.
Hingga tanpa di sadari tangan Alex mulai bergerilya di dada Anna.
Anna pun menjauhkan wajahnya saat Alex hendak membuka penutup dadanya.
"Sebaiknya kita pulang dulu." Ucap Anna malu-malu sembari merapikan pakaiannya.
Alex pun kembali melajukan mobilnya untuk segera pulang....
Yeayyyy.... Akhirnya kita bisa lanjut lagi...
Yuk, lanjut yuk.
Baca dari awal lagi buat yang mulai lupa sama alurnya....
__ADS_1