Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor
Chapter 64


__ADS_3

Pukul satu dini hari Alex baru saja pulang setelah menyelesaikan syuting.


Seorang penjaga membukakan pintu gerbang untuknya.


Alex menyerahkan kunci mobilnya kepada penjaga agar mobilnya di masukan ke garasi.


Alex mengedarkan pandangannya sesaat.


"Apa Cassandra belum pulang?" Tanya Alex kepada penjaga tersebut.


"Nyonya belum pulang tuan." Jawab penjaga


Alex menghembuskan nafasnya lalu memasuki rumah meninggalkan penjaga yang tadi ia tanyai.


Sudah beberapa bulan terakhir, Cassandra menjadi sulit sekali untuk di atur.


Cassandra sering pulang larut malam, Bahkan tidak pulang sama sekali seperti sekarang ini.


Alex membuka pakaiannya dan segera pergi ke kamar mandi.


Alex mengisi bathtub dengan air hangat lalu berendam di dalamnya, Untuk menghilangkan penat d tubuhnya.


Alex menyandarkan kepalanya sambil terpejam untuk sedikit rileksasi.


Entah kenapa belakangan ini Alex sering sekali merasa kesepian.


Alex sedang dalam fase bosan. Bosan dengan gemerlap kehidupan malam. Tapi dia pun tidak suka saat sendirian seperti ini.


Hubungannya dengan Cassandra semakin hari semakin Tidak harmonis, bahkan mereka sering sekali bertengkar.


Terlebih saat Alex berbicara tentang keinginannya untuk memiliki seorang anak.


Tapi Cassandra selalu saja menolak, Karena belum siap jika harus mengandung dan direpotkan untuk mengurus bayi.


Tanpa di sadari Alex terlelap sejenak.


Dan dikagetkan sebuah mimpi.


Entah kenapa tiba-tiba Anna muncul dalam mimpinya.


Sudah empat tahun mereka tidak bertemu.


Ya sejak pertemuan terakhir di restoran empat tahun lalu mereka tidak pernah lagi bertemu.


"Dimana dia Sekarang?" Gumam Alex


Tiba-tiba Alex merindukan Anna.


Alex menyelesaikan ritual mandinya dan melingkarkan handuk di pinggang lalu keluar dari kamar mandi.


Alex kembali duduk di sofa.


Ia mengamati seisi kamarnya.

__ADS_1


Sepi. Itulah yang ia dapatkan dari rumah besar ini.


Ya, Rumah mewah ini adalah rumah pribadinya dengan Cassandra.


Mereka membelinya Setelah pernikahan.


Karena sudah tidak tahan dengan rasa sepi yang seolah mencekamnya, Alex pun bangkit dan segera bersiap-siap untuk pergi.


Dengan Hoodie berwarna hitam Alex sudah siap untuk pergi.


Kali ini Alex tidak menggunakan mobilnya melainkan menggunakan motor sport milik adik bungsunya.


Alex mengemudikan motornya walaupun ia tidak tau akan kemana?


Alex terus melaju membelah sunyi dan dinginnya angin malam.


Hingga tiba-tiba motornya mati karena kehabisan bahan bakar.


"****!" Alex menggerutu kesal karena tiba-tiba motornya mati.


Alex mengambil ponselnya lalu menghubungi Jose adiknya.


"Datanglah ke jalan xx sekarang. Motorku kehabisan bahan bakar." Alex meminta Jose untuk menjemputnya.


Hampir tiga puluh menit Alex menunggu , Akhirnya Jose datang bersama dua anak buahnya untuk mengurus motornya.


"Darimana saja kau? Lama sekali. Aku hampir mati kedinginan di tempat ini." Ujar Alex saat Jose baru turun dari mobilnya.


"Kau ini kenapa selalu saja mengganggu orang lain tanpa tau waktu." Jawab Jose yang tak kalah kesal.


"Biarkan aku menginap di rumahmu malam ini." Kata Alex yang duduk di kursi kemudi.


Jose pun langsung duduk di kursi samping Alex dan membiarkan Alex mengemudikan mobilnya.


"Apa yang terjadi? Dan apa yang kau lakukan di sana tadi?" Tanya Jose


"Aku hanya merasa sangat bosan di rumah. Jadi aku berinisiatif untuk mencari udara segar di luar. Tapi ternyata motorku kehabisan bahan bakar." Jawab Alex sambil terus mengemudi.


"Memangnya dimana istrimu?" Jose


"Entahlah! Mungkin dia di klub atau menginap d rumah orangtuanya." Jawab Alex


Akhirnya mereka sampai di tempat tinggal Jose.


Sebenarnya ini adalah rumah Alex yang dulu.


Alex sengaja memberikannya kepada Jose sebagai hadiah pernikahan untuk Jose dan Livia tahun lalu.


"Masuklah. Aku akan meminta Lily untuk membawakan selimut. Kamar ini jarang sekali di pakai jadi tidak si pasang selimut." Kata Jose


Alex tau kalau rumah ini hanya memiliki dua kamar.


Satu kamar d bawah dan kamar utama yang ada d lantai dua.

__ADS_1


Jose pun sudah kembali dengan Livia.


"Kau tunggu sebentar. Kami akan merapikan kamarnya dulu." Kata Jose.


Jose membantu Livia memasang sprei dan selimut agar cepat selesai.


"Kau bisa beristirahat sekarang." Jose menghampiri Alex setelah selesai merapikan kamar untuk Alex.


Alex pun memasuki kamar, Sementara Jose dan Livia kembali ke kamar mereka di lantai dua.


"Sepertinya dia sedang memiliki banyak masalah." Ucap Livia sebelum kembali tidur


"Entahlah. Mungkin dia hanya sedang butuh teman saja." Jawab Jose


"Dimana Cassandra?" Livia sedikit penasaran


"Entahlah. Biarkan saja mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri." Jose pun menutup perbincangan mereka.


" Ini masih gelap, Tidurlah lagi." Suruh Jose sembari memberikan kecupan pada Livia.


Saat Jose dan Alex masih terlelap Livia sudah berkutik di dapur untuk menyiapkan makan siang.


Hari ini Livia memasak agak banyak karena kedatangan Alex.


Sejak Jose menikah dengan Livia ini kali pertama Alex mengunjungi mereka.


"Sepertinya Hari ini sedang ada perayaan karena banyak sekali makanan." Jose tiba-tiba datang dan memeluk Livia dari belakang.


"Tidak. Hari ini aku memasak lebih banyak untuk menjamu kakakmu. Bagaimanapun ini kali pertama dia mengunjungi kita." Jawab Livia


"Ternyata Ayahku tidak salah karena memintaku untuk menjemputmu ke Indonesia dan menikahimu, Selain cantik dan pandai mengurusku kau juga memiliki hati yang baik." Jose memuji sembari memeluk erat Livia.


Tapi kali ini tidak dari belakang.


Wajah Jose dan Livia sangat dekat bahkan hampir tidak ada jarak.


Jose menempelkan dahinya pada dahi Livia.


"Lepaskan aku. Bagaimana caranya aku memasak kalau terus begini." Kata Livia saat Jose malah mengangkat tubuhnya.



Jose pun melepaskan Livia dan membiarkan Livia melanjutkan masaknya, Walaupun tetap saja sesekali mencuri-curi kecupan di pipi Livia.


Sepasang suami istri ini begitu menikmati masa-masa indah pernikahan mereka tanpa mereka sadari Alex Melihat adegan mesra mereka.


Karena takut mengganggu, Alex pun mengurungkan niatnya untuk mengambil segelas air di dapur.


Dan kembali ke kamar.


Alex kembali berbaring di ranjang.


Sepintas Alex sedikit iri melihat kemesraan Jose dan Livia.

__ADS_1


Walaupun mereka tidak tinggal di istana megah seperti dirinya tapi Jose terlihat bahagia.


Sementara Alex seperti tidak memiliki apapun di dunia ini, Walaupun sebenarnya ia mampu membeli apa saja yang dia inginkan dengan uang yang di milikinya.


__ADS_2