Istriku Seorang CEO

Istriku Seorang CEO
Episode 23


__ADS_3

✨ Kita✨


Naya...


Terukir senyuman yang selalu Alex nantikan dari dulu. Senyum yang membuatnya selalu tenang dan nyaman.


"Alex... Aku merasa bosan jika terus berada dikamar ini..." ucap Naya setelah menerima suapan bubur hangat terakhir dari Alex.


"Kamu ingin jalan-jalan kemana sayang?" tanya Alex sambil meletakkan mangkuk bubur di nampan yang berada di atas lemari kecil.


"Aku ingin selalu bersama mu... Kemana pun kamu pergi aku akan selalu ikut sayang..." jawab Naya yang merasa bahagia karena telah mendapatkan cinta dari seseorang yang begitu tulus baginya.


"Baiklah kita akan jalan-jalan ke taman belakang rumah sakit yah... Aku siapkan kursi roda dulu..." ucap Alex dengan begitu lembutnya.


"Oke..." balas Naya.


Kemudian Alex pun keluar dari kamar untuk mengambil kursi roda yang sudah ia pesan tadi lewat Via WA. Suster yang sudah dipercayakan oleh Nanda pun dengan sigap mempersiapkan segala yang bersangkutan dengan Naya.


"Ini kursi rodanya tuan..." ucap suster tersebut sambil mendorong kursi roda ke arah berdirinya Alex.


"Oke... Terima kasih..." ucap Alex menerimanya dan langsung kembali ke kamar Naya.


Tak berapa lama Alex pun datang dengan kursi roda yang sudah siap untuk dipakai. Naya menyambutnya dengan senyuman yang jarang sekali ia tunjukkan pada semua orang.


"Ayo sayang... Mari ku bantu..." ucap Alex lalu menggendong Naya dengan perlahan dan mendudukkan nya di kursi roda.


"Terima kasih sayang..." balas Naya ketika ia sudah duduk manis di atas kursi roda.


"Kamu sudah siap tuan putri?" tanya Alex yang membuat Naya tertawa.


"Hahaha... Aku selalu siap jika bersamamu sayang... Ayo jalan..." jawab Naya yang kemudian diangguki oleh Alex.


Alex pun dengan senang hati mendorong kursi roda nya keluar dari kamar. Para bodyguard yang berjaga pun dengan sigap membukakan pintu ketika Alex dan Nanda keluar.


Terlihat banyak orang yang memperhatikan mereka berdua ketika melewati para pasien yang sedang duduk berjejer diruang tunggu rumah sakit. Naya berusaha tersenyum jika ada yang bertatapan dengannya walaupun terkadang masih sedikit kaku.


Taman Rumah sakit...


"Kita sudah sampai..." ucap Alex ketika mereka sampai di taman yang terlihat begitu sejuk dan asri.


"Terima kasih sayang..." ucap Naya sambil memandang wajah tampan Alex.


"Sama-sama ayo kita duduk di bangku itu..." ucap Alex menunjuk ke arah bangku yang berada dibawah sebuah pohon.


"Ayo..." balas Naya semangat.


Kemudian Alex pun kembali mendorong kursi roda sampai tepat di depan bangku yang dimaksud. Alex duduk di bangku sambil tersenyum memandang wajah cantik kekasih nya. Tangan Alex pun terulur untuk menyentuh wajah Naya dan membelainya dengan lembut.


"Cantik..." ucap Alex dengan senyum yang terus mengembang.


"Terima kasih sayang... Kamu juga tampan..." ucap Naya sambil menyentuh tangan Alex yang sedang membelai wajahnya.


"Terima kasih juga..." balas Alex.


"Berjanjilah bahwa kamu akan terus ada disamping ku Alex..." ucap Naya lalu mencium telapak tangan Alex.


"Aku janji akan selalu menemani mu sayang..." balas Alex dengan lembut.


Semenjak Naya dan Alex menyatakan perasaannya masing-masing tempo hari. Mereka berdua sepakat memanggil dengan panggilan sayang. Hanya saja panggilan tersebut berlaku ketika mereka berdua saja seperti saat ini.


Tiba-tiba Alex melihat seorang laki-laki berumur sekitar 40 tahunan yang sedang bermain gitar diujung taman. Kemudian ia berinisiatif untuk meminjamnya sebentar agar bisa menghibur Naya yang merasa bosan.


"Kamu tunggu disini dulu yah... Aku pergi sebentar..." ucap Alex didepan Naya.


"Kamu mau pergi kemana?" tanya Naya mencegah.

__ADS_1


"Kamu juga akan tau nanti... Jaga dirimu baik-baik... Aku pergi sebentar..." jawab Alex yang langsung pergi meninggalkan Naya dikursi roda sendirian.


Alex...


Dengan langkah mantap Alex menghampiri laki-laki tersebut yang sedang asik bermain gitar disebuah bangku taman.


"Permisi pak..." ucap Alex dengan sopan.


"Iya nak... Ada yang bisa saya bantu?" ucap laki-laki tersebut berhenti memainkan gitarnya dan memandang ke arah Alex.


"Boleh saya pinjam gitarnya sebentar pak..." balas Alex.


"Oh ini... Silahkan..." ucap laki-laki tersebut dengan antusias kemudian memberikan gitarnya pada Alex.


"Terima kasih pak... Saya pergi dulu..." ucap Alex menerima gitarnya dengan senang.


"Iya silahkan..." ucap laki-laki tersebut disertai senyuman.


Alex pun kembali ke bangku yang tentunya sudah ada Naya disana. Terlihat Naya yang sedang melamun membuat Alex sedikit khawatir jika terjadi apa-apa ketika ia tinggalkan tadi.


"Sayang... Jangan melamun..." ucap Alex yang membuat Naya terkejut.


"I-iya... Kamu habis dari mana?" ucap Naya disertai pertanyaan pada Alex.


"Aku pergi untuk meminjam ini..." jawab Alex lalu duduk di bangku tepat didepan Naya.


"Aku baru tau ternyata kamu jago bermain gitar Alex..." ucap Naya.


"Ini hanya hobi ku ketika kecil sayang... Tidak lebih..." balas Alex sambil memetik senar gitar dengan beberapa jari.


"Baiklah... Bolehkah aku bernyanyi sayang?" tanya Naya yang membuat Alex berhenti memainkan gitar dan langsung menatap Naya dengan dalam.


"Tentu saja... Kamu ingin nyanyi lagu apa?" jawab Alex sekaligus bertanya.


"I Like You so Much, You'll Know It sayang..." jawab Naya lembut.


πŸ’™I Like so Much You'll Know It πŸ’™


I like your eyes you look away when you pretend not to care...


I like the dimples on the corners of the smile that your wear...


I like you more, the world may know but don't be scared...


Coz I'm falling deeper, baby be prepared...


I like your shirt, I like your fingers, love the way that you smell...


To be your favorite jacket, just so I could always be near...


I loved you for so long, sometimes it's hard to bear...


But after all this time, I hope you wait and see...


Love you every minute, every second...


Love you every where and any moment...


Always and forever I know I can't quit you...


Cause baby you're the one, I don't know how...


Love you 'till the last of snow disappears...


Love you 'till a rainy day becomes clear...

__ADS_1


Never knew a love like this, now I can't let go...


I'm in love white you, and now you know...


I like the way you try so hard when you play ball with your friends...


I like the way you hit the notes, in every song you're shining...


I love the little things, like when you're unaware...


I catch you steal a glance and smile so perfectly...


Though sometimes when life brings me down...


You're the cure my love...


In a bad rainy day...


You take all the worries away...


Love you every minute, every second...


Love you every where and any moment...


Always and forever I know I can't quit you...


Cause baby you're the one, I don't know how...


In a world devoid of life, your bring color...


In your eyes I see the light, my future...


Always and forever I know I can't let you go...


I'm in love white you, and now you know...


I'm in love white you, and now you know...


Thank you...πŸ’™


Prok...prok...prok...


Suara tepuk tangan membuat Alex dan Naya menoleh ke sumber suara. Alex pun tersenyum ketika melihat orang tersebut.


"Wah... Bagus sekali... Kalian pasangan yang serasi..." ucap laki-laki tersebut sambil memotret Alex dan Naya dengan kamera yang dipegangnya.


"Terima kasih pak... Ini gitar anda..." ucap Alex bangkit lalu menyerahkan gitar milik laki-laki tadi.


"Sama-sama... Coba lihat foto dan vidio ini..." balas laki-laki tersebut menerima gitar lalu memperlihatkan foto dan juga vidio dimana Alex dan Naya yang sedang bermain gitar dan bernyanyi.


"Apakah aku boleh meminta foto dan vidionya?" tanya Alex meminta izin.


"Tentu saja... Akan ku kirim nanti..." jawab laki-laki tersebut dengan senang hati.


"Ini nomor WA saya... Kirimkan kesini saja..." ucap Alex memberikan kertas kecil putih yang tertulis nomornya disana.


"Baiklah... Saya pergi dulu..." ucap laki-laki tersebut kemudian pergi meninggalkan Alex dan Naya dibangku taman.


"Terima kasih pak..." ucap Alex sedikit berteriak.


"Sama-sama anak muda..." balas laki-laki tersebut dari kejauhan.


Alex pun kemudian duduk di bangku lalu meraih tangan putih Naya. Mengecupnya dengan lembut lantas memandang wajah Naya dengan lekat.


"Aku ingin... Aku dan kamu menjadi kita sayang..." ucap Alex yang membuat air mata Naya jatuh.

__ADS_1


"Kita... Aku dan kamu..." balas Naya dengan senyuman yang terukir manis dibibir pucatnya.


Tangan Alex perlahan menyentuh pipi mulus Naya dan menghapus air mata yang sempat jatuh tadi. Setelah itu Alex mencium kening Naya selama beberapa saat. Tanpa disadari ternyata Nanda memperhatikan mereka berdua dari kejauhan sambil tersenyum dibalik pohon besar yang rindang.


__ADS_2