Istriku Seorang CEO

Istriku Seorang CEO
Episode 30


__ADS_3

✨ Yang sesungguhnya✨


Nanda...


Pekerjaan yang terus bertambah membuat Nanda lupa akan beban yang selalu ada dipikirannya. Hari itu Idris menjemput Nanda pukul 17.00. Karyawan Firma Group mulai pergi meninggalkan kantor kecuali yang ditugaskan untuk lembur dimalam harinya.


"Selamat sore nyonya..." ucap beberapa karyawan ketika Nanda keluar dari lift.


"Sore..." balas Nanda menganggukkan kepalanya lalu berjalan ke arah lobi menunggu Idris datang.


Seperti biasa Idris datang tepat waktu di perusahaan Firma Group. Melihat mobilnya mendekat Nanda bersiap. Bodyguard dengan sigap membukakan pintu setelah mobil berhenti tepat didepan lobi.


Kemudian Nanda memasuki mobil dan duduk disamping Idris. Lebih tepatnya duduk dikursi paling depan. Pintu pun tertutup dan mobil mulai bergerak menjauhi perusahaan Firma Group.


"Kamu terlihat letih Nda..." ucap Idris membelokkan setir ke arah jalan raya.


"Sudah biasa... Pekerjaan yang menumpuk membuatku terlihat letih..." balas Nanda menatap ke depan.


"Tapi kamu tetap cantik..." puji Idris yang sukses membuat Nanda bersemu.


"Te-terima kasih..." ucap Nanda yang sedikit salah tingkah.


Kediaman Firma Group...


30 menit sudah mereka lewatkan dengan perjalanan dari perusahaan Firma Group menuju kediaman Firma. Mereka segera masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju kamar yang terletak dilantai 2.


Idris merebahkan tubuhnya yang terasa letih dan lengket akibat bekerja seharian. Bergantian dengan Nanda yang memutuskan untuk segera membersihkan tubuhnya dikamar mandi.


"Mandilah akan aku siapkan bajunya..." ucap Nanda ketika keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah.


"Terima kasih... Jika kamu lelah tidurlah..." ucap Idris bangkit dari kasur lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


"Oke..." balas Nanda yang diangguki oleh Idris sebelum masuk kedalam kamar mandi.


Keesokan harinya Nanda dan Idris berkumpul diruang tamu. Bersama dengan Rama dan juga Naya yang sudah ada disana lebih awal. Karena hari minggu mereka semua bisa menghabiskan waktu bersama dengan berkumpul seperti saat ini.


Terdengar suara bel berbunyi pertanda ada tamu yang datang ke kediaman Firma. Salah satu pelayan membukakan pintu lalu memberitahukan pada kami bahwa ada tamu yang sedang menunggu diluar teras.


"Suruh dia masuk!" perintah Nanda pada pelayan.


"Baik nyonya..." balas pelayan itu lalu pergi dari ruang tamu kembali ke teras.


Tak berapa lama masuklah seorang wanita yang membuat Nanda, Rama dan juga Naya terkejut. Wanita tersebut berjalan dengan angkuhnya ke arah tempat kami semua berbincang.

__ADS_1


"I-ibu?" ucap Naya lirih ketika wanita itu melepas kaca mata hitam nya.


"Ma-mah?" ucap Nanda.


"Mau apa kamu kesini?" tanya Rama bangkit dari sofa.


"Tentunya aku menjemput putriku..." jawab wanita tersebut yang bernama Rini.


"Dia tidak akan ikut bersama mu..." ucap Rama menggenggam tangan Naya dengan erat.


"Kenapa tidak? Kamu tidak ada hak untuk melarang ku membawa putriku Rama..." ucap Rini tersenyum sinis.


"Biarkan Naya tinggal bersama kami disini..." ucap Nanda yang membuat Rini menoleh ke arahnya dengan tatapan tajam.


"Untuk apa Naya tinggal bersama kalian?" tanya Rini dingin.


"I-ibu aku akan tetap disini bersama ayah dan kak Nanda..." jawab Naya dengan suara yang bergetar takut.


"Tunggu dulu... Kenapa kamu memanggil mamah dengan sebutan ibu Nay?" tanya Nanda membuat Naya gugup.


"I-itu..." ucap Naya terbata-bata.


"Karena kalian berdua itu BERBEDA!" jawab Rini dengan penuh penekanan.


"Naya! Dia BUKAN adik kandung kamu!" tunjuk Rini pada Naya lalu berganti menunjuk Nanda.


"Cukup Rini!" ucap Rama dengan nada yang tinggi.


"Kenapa? Kamu takut Nanda bakal jauhin kamu gitu?" tanya Rini yang semakin membuat Rama geram.


"Tolong jelaskan semua ini..." ucap Nanda yang ingin tau penjelasan dari perkataan Rini.


Rini tersenyum sinis ke arah Rama. Melihat wajah Rama yang penuh dengan amarah dan juga kekhawatiran membuatnya semakin bersemangat untuk menguak kisah masa lalu Nanda.


"22 tahun yang lalu kamu ditemukan ditempat sampah disamping rumah... Karena kasihan ayah mu mengadopsi kamu... Jika bukan karena tuntutan ibu mertua untuk segera memberikan cucu mamah tidak akan pernah setuju untuk mengadopsi kamu..." ucap Rini yang membuat dada Nanda terasa sangat sakit ketika tau kenyataan yang sebenarnya.


"Cukup Rini!" ucap Rama dengan emosi yang menggebu-gebu.


"Kenapa? Biar dia tau siapa dia sebenarnya..." balas Rini menantang.


Nanda menunduk menahan air mata yang siap mengalir dipipi putihnya. Bersikap tegar tapi tetap tak bisa. Kenyataan adalah kenyataan.


"Apa kamu tau alasan mamah sama ayah kamu berpisah?" tanya Rini.

__ADS_1


"Ibu..." sela Naya.


"Kamu tau kenapa??? Karena kamu yang menjadi pewaris perusahaan Firma Group! Mamah nggak setuju! Kamu itu ngga layak! Yang layak mendapatkan itu semua adalah Naya! Ngerti kamu!" jawab Rini sambil mencengkram lengan Nanda dengan kuat.


Mendapat perlakuan seperti itu membuat Nanda tak bisa menahan air matanya lagi. Mengalir dengan deras air mata kesedihan bercampur kekecewaan.


Idris yang melihat hal tersebut segera menghampiri Nanda dan berusaha melepaskan tangan Rini dari lengan Nanda.


Rini melepaskan cengkramannya ketika Idris menyentuh lengan Nanda. Amarah yang selama ini membutakan Rini terluapkan saat ini juga.


"Sabar..." ucap Idris mengelus lengan Nanda dengan lembut.


"Ibu... Kenapa ibu tega melakukan ini semua? Bukankah ibu sudah berjanji pada Naya jika ibu tidak akan melukai kak Nanda..." ucap Naya sambil memegang tangan Rini.


"Naya... Cukup..." ucap Nanda mengusap kedua matanya yang basah dengan air mata.


"Sudah seharusnya kakak tau semua ini dari awal..." lanjut Nanda memandang Naya dengan mata yang masih berembun.


"Tapi kak..." ucap Nanda yang lalu dipotong oleh Nanda.


"Sudah cukup! Tidak ada yang harus disembunyikan lagi sekarang..." ucap Nanda.


Rama yang melihat Nanda menangis dan mendengar perkataannya merasa bersalah karena telah menyembunyikan kenyataan yang tak seharusnya disembunyikan. Kakinya menjadi lemas hingga membuat Rama terduduk di sofa dengan tatapan kosong.


"Maafkan ayah nak..." ucap Rama dengan berat.


Nanda menghampiri Rama yang terduduk di sofa dan memeluknya dengan erat. Takut kehilangan sosok yang selama ini selalu membuat Nanda menjadi wanita yang kuat akan cobaan dan rintangan yang menghadang.


"Apa semua ini benar ayah?" tanya Nanda mencari kepastian.


Rama yang mendapat pertanyaan tersebut hanya mampu menganggukkan kepalanya tanpa melihat Nanda. Ia benar-benar tak tega jika harus menatap mata sendu putrinya.


"Jika kamu ingin Naya tetap tinggal dirumah ini, maka kamu harus memilih antara Nanda dan Naya!" ucap Rini pada Rama.


Sulit. Itu yang ada dipikiran Rama saat ini. Betapa berharganya kedua putrinya itu. Tak terasa air mata Rama menetes begitu saja ketika bibirnya akan membalas ucapan Rini.


"Tidak ibu... Ibu terlalu egois untuk ini! Naya ngga mau jadi CEO! Kak Nanda yang pantas mendapatkan itu ibu!" ucap Naya dengan beraninya.


Plak.


✨Salam Author✨


Terima kasih untuk kalian yang setia menunggu kelanjutan kisah Idris dan Nanda... Maaf juga karena up nya lama... Jangan lupa like and Vote yah...Biar Author lebih semangat lagi...Jika ada yang tanya tentang kisah Idris dan Nanda yang bermakna tersirat boleh kok...Seputar tanya-tanya gimana si thor kok ceritanya kaya gini gitu.... Insya Allah Author bakal jawab pertanyaan dari kalian dan bikin group khusus pembaca Istriku Seorang CEO... Tapi ngga tau kapan yah... Soalnya nunggu kontrak dulu baru bisa... Koment dibawah ini sebanyak-banyaknya oke🤗👍

__ADS_1


✨Salam Author✨


__ADS_2